Kisah Nabi Sulaiman Mengendalikan Angin

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JEDDAH -- Tafsir Surat Al Anbiya ayat 81-82 menggambarkan gimana Nabi Sulaiman 'alaihissalam diberikan keahlian untuk mengendalikan angin kencang, apalagi ke tempat nan dia inginkan.

Allah SWT berfirman

وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖٓ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ وَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَۚ وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَ ۙ

"Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin nan sangat kencang tiupannya nan berdesir dengan perintahnya ke negeri nan Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan nan menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami nan memelihara mereka itu." (QS. Al Anbiya ayat 81-82)

Begitu pun dalam Alquran Surat Shad ayat 36, sebagai berikut:

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيْحَ تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖ رُخَاۤءً حَيْثُ اَصَابَۙ

"Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin nan berdesir dengan baik menurut perintahnya ke mana saja nan dikehendakinya." (QS. Shad ayat 36)

Ulama tafsir Prof Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya, Tafsir Al-Mishbah, menjelaskan, ayat tersebut berfaedah bahwa Nabi Sulaiman AS atas izin Allah SWT, dapat mengendalikan angin sesuai dengan perintah dan kebutuhannya. Kemampuan Nabi Sulaiman nan demikian itu, semua terjadi atas izin Allah SWT.

Dia melanjutkan penjelasannya bahwa jika misalnya Nabi Sulaiman menghendaki bersegeranya perahu-perahu nan mengangkut peralatan alias pasukan, maka Nabi Sulaiman bermohon kepada Allah kiranya angin itu berembus keras guna mendorong lajunya perahu.

"Dan jika beliau menghendaki angin segar nan berembus sepoi, nan itu pun terjadi atas izin Allah. Atau dapat juga dikatakan bahwa angin nan ditundukkan untuk beliau itu pada dasarnya adalah angin nan baik, nan tidak merusak," jelas Prof Quraish.

Karena itu, terang Prof Quraish, walaupun angin tersebut berdesir begitu kencangnya, alias dalam keadaan Ashifah (sangat kencang), angin itu tetap tidak memporakporandakan sesuatu.

Saat itu, Nabi Sulaiman AS berada di Palestina. Sedangkan ayat 81-82 Surat Al Anbiya menyatakan angin itu mengikuti perintahnya ke negeri nan Allah berkahi. Karena itu, berasas penjelasan Prof Quraish, negeri nan Allah SWT berkahi dalam ayat 81-82 Surat Al Anbiya merujuk pada Palestina.

Artinya, Prof Quraish berpandangan, ini mengisyaratkan bahwa Nabi Sulaiman AS, atas izin Allah SWT, diberikan penguasaan untuk mengendalikan angin sejak di Palestina hingga ke mana pun angin bertiup, sesuai kehendak Nabi Sulaiman. Lalu berhujung lagi dengan kembalinya ke tempat semula.

Dengan demikian, Prof Quraish memaparkan, ayat 81-82 Surat Al Anbiya mengemukakan ihwal penguasaan Nabi Sulaiman terhadap angin secara singkat tanpa menjelaskan kapan awal penguasaan tersebut.

Di sisi lain, ustadz menyebut jenis keajaiban nan terjadi pada diri Nabi Sulaiman AS berangkaian dengan penguasaan angin. Misalnya pandangan bahwa Nabi Sulaiman mempunyai permadani terbang. "Namun, perlu dicatat bahwa perihal ini tidak mempunyai sumber nan dapat dipertanggungjawabkan. Demikian tulis Mufti Mesir dan Pemimpin Tertinggi Al-Azhar, Muhammad Sayyid Thanthawi," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam