Kisah Pembebasan Makkah Di Bulan Ramadhan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Suasa kehidupan suku Quraisy di Makkah, masa lalu. (liustrasi)

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Peristiwa di bulan Ramadhan merupakan keberkahan bagi seluruh umat muslim nan menjalaninya. Hal tersebut juga dialami oleh Nabi Muhammad SAW ketika melakukan pembebasan kota Makkah tepatnya di bulan Ramadhan. 

“Penyebab munculnya kejadian Fathu Makkah ini dimulai dengan adanya pelanggaran dalam Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian nan berisi bahwasanya jika ada satu pihak nan diserang, maka penyerangan tersebut kudu dilakukan dengan menyeluruh,” dikutip dari kitab karya Dodik Siswantoro nan berjudul Wealth Management (Manajemen Harta) Rasulullah SAW : Metode Pembelajaran dari Hal nan Belum Pernah Dibahas, Selasa (19/03/2024).

Pada pembebasan kota Makkah juga dijelaskan pada tafsir pada surat Al Fath ayat 1 nan berbunyi,

اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ

Arab Latin : Innā fataḥnā laka fatḥam mubīnā(n).

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan nan nyata.”

Menurut tafsir tahlili Kemenag, dikisahkan bahwa pada tahun ke-8 Hijriah, orang kafir Quraisy menyerang Bani Khuza‘ah, sekutu kaum Muslim. Dalam Perjanjian Hudaibiyyah disebutkan bahwa penyerangan kepada salah satu dari sekutu kaum Muslim berfaedah penyerangan kepada kaum Muslim. Hal ini berfaedah bahwa pihak nan menyerang telah melanggar secara sepihak perjanjian nan telah dibuat. Oleh lantaran itu, pada tahun ke-8 Hijriah tanggal 10 Ramadhan, berangkatlah Nabi Muhammad SAW berbareng 10.000 kaum Muslimin menuju Mekah.

Setelah mendengar kehadiran kaum Muslimin dalam jumlah nan demikian besar, maka orang-orang kafir Quraisy menjadi gentar dan takut, sehingga Abu Sufyan pemimpin Quraisy waktu itu, segera menemui Nabi Muhammad di luar kota Makkah. Ia menyatakan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa dia dan seluruh kaumnya menyerahkan diri kepadanya dan dia sendiri menyatakan masuk Islam saat itu juga. Dengan pernyataan Abu Sufyan itu, maka Nabi Muhammad SAWS berbareng kaum Muslim memasuki kota Makkah dengan suasana aman, damai, dan tentram tanpa pertumpahan darah.

Dengan demikian, sempurnalah kemenangan Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslim nan terjadi dua tahun setelah Perjanjian Hudaibiyyah. Sejak itu, kepercayaan Islam tersebar dengan mudah ke segala penjuru Arab. Sejak itu pula, pemerintahan Islam mulai melebarkan sayapnya ke daerah-daerah nan dikuasai oleh negara-negara besar pada waktu itu, seperti daerah-daerah kerajaan Romawi dan kerajaan Persia. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam