Kisah Perang Paling Berbahaya Yang Dialami Umat Muslim Tepat Di Bulan Syawal

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA – Peristiwa krusial nan terjadi pada bulan Syawal adalah berlangsungnya perang Hunain. Perang tersebut merupakan pertempuran terbesar nan diikuti oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Bahkan perang Hunain merupakan disebut sebagai perang paling rawan nan pernah dihadapi umat muslim.

Pada perang Hunain, jumlah umat muslim mempunyai kelebihan lebih banyak daripada jumlah pasukan musuh. Tetapi, jumlah nan banyak tidak dapat berfaedah ketika jiwa seseorang tidak dipenuhi dengan iman. Pada saat itu, persiapan nan dilakukan oleh umat muslim sudah cukup sempurna dari segi bentuk dan jumlah pasukan.

Hal tersebut tidak berpengaruh lantaran pada saat nan sama bumi dan hawa nafsu sudah merasuk ke dalam hati dan jiwa mereka. Karena itulah, umat muslim saat itu terpecah di Lembah Hunain dan berlarian saat pasukan musuh menyerbu. Tetapi, untuk mengatasi perihal tersebut, Nabi Muhammad SAW berteriak dan didengar oleh kaum Anshar dan Muhajirin sehingga dapat berasosiasi kembali dan melindungi Nabi Muhammad SAW. 

Akibat dari ketenangan nan telah berasosiasi pada hati dan jiwa dapat membawa mereka menuju kemenangan dan mengalahkan musuh – musuh. Seperti nan dijelaskan pada surat At Taubah ayat 25 – 27, Allah SWT berfirman,

لَقَدْ نَصَرَكُمْ اللّٰهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئاً وَضَاقَتْ عَلَيْكُمْ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ (٢٥) ثُمَّ أَنزَلَ اللّٰهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُوداً لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ (٢٦) ثُمَّ يَتُوبُ اللّٰهُ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللّٰهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ  (٢٧)

Arab Latin : Laqad naṣarakumullāhu fī mawāṭina kaṡīrah(tin), wa yauma ḥunain(in), iż a‘jabatkum kaṡratukum falam tugni ‘ankum syai'aw wa ḍāqat ‘alaikumul-arḍu bimā raḥubat ṡumma wallaitum mudbirīn(a). Ṡumma anzalallāhu sakīnatahū ‘alā rasūlihī wa ‘alal-mu'minīna wa anzala junūdal lam tarauhā wa ‘ażżabal-lażīna kafarū, wa żālika jazā'ul-kāfirīn(a). Ṡumma yatūbullāhu mim ba‘di żālika ‘alā may yasyā'(u), wallāhu gafūrur raḥīm(un).

Artinya : “Sungguh, Allah telah menolong Anda (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) perang Hunain, ketika jumlahmu nan besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah nan banyak itu) sama sekali tidak berfaedah bagimu, dan bumi nan luas itu terasa sempit bagimu, kemudian Anda berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang nan beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) nan tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan balasan kepada orang-orang kafir. Itulah jawaban bagi orang-orang kafir. Setelah itu Allah menerima tobat orang nan Dia kehendaki. Allah maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam