Kisah Sahabat Nabi Muhammad Yang Mengorbankan Kemuliaan Demi Keislaman

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Kisah Abu Khudzaifah ibn Uthbah adalah salah satu kisah nan menginspirasi tentang pengorbanan dan kesetiaannya terhadap Islam.

Abu Khudzaifah merupakan sahabat Nabi nan berasal dari suku Quraisy. Sebagian pendapat mengatakan bahwa nama aslinya Mahsyam, ada juga nan bilang Husyaim alias Hasyim. Ayahnya berjulukan Uthbah ibn Rabi, salah satu tokoh Quraisy yang memimpin pasukan Quraisy dalam Perang Badar. Ibunya berjulukan Fatimah binti Shafwan ibn Umayyah. 

Pada awalnya, Abu Khudzaifah adalah salah satu musuh Islam nan gigih. Namun, ketika Islam mulai menyebar dan pengikut-pengikutnya berkumpul di sekitar Nabi Muhammad SAW, dia memutuskan untuk berasosiasi dengan mereka meskipun dia tahu bahwa tindakannya bakal membuatnya dikecam oleh banyak orang. 

Ia menikah dengan putri tokoh Quraisy berjulukan Sahlan binti Suhail bin Amr. Ayahnya adalah sosok nan menentang dakwah Nabi Muhammad SAW, hingga ketika Abu Khudzaifah memeluk Islam dan mengikuti Nabi, ayahnya tidak setuju. 

Hal tersebut membuat  Abu Khudzaifah pergi meninggalkan Quraisy berbareng istrinya ke Abisinia menjumpai Rasulullah SAW. 

Dalam Buku Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi karya Muhammad Raji Hasan Kinas, dijelaskan saat itu terjadi Perang Badar antara umat Muslim dengan Quraisy. Pasukan Quraish ini tidak lain adalah family dekatnya Abu Khudzaifah, di antaranya Uthbah nan merupakan ayahnya, Syaibah adalah pamannya, dan saudaranya ialah al-Walid. 

Di Perang Badar ini tentu Abu Khudzaifah berada di pihak Muslim. Ia bertempur dengan gagah berani dan menunjukan kesetiaannya kepada Islam. Meskipun demikian, dia juga mengalami beragam kesulitan dan tantangan selama pertempuran, salah satunya ketika kudu melawan ayahnya di medan perang. 

Di sisi lain, Abu Khudzaifah sudah memeluk kepercayaan Islam, mau tidak mau dalam perang tersebut kudu melakukan serangan terhadap pasukan Quraisy. Tapi, di sisi lain Abu Khudzaifah ragu melakukan serangan lantaran mengkhawatitkan ayahnya. Meskipun ayahnya musuh Islam, tapi bagi Abu Khudzaifah dia tetap sosok ayah nan baik hanya saja belum mendapatkan hidayah dari Allah SWT.

Tak lama berselang, Rasulullah SAW memandang kondisi Abu Khudzaifah nan menampakkan wajah berduka dan gelisah. Nabi SAW bersabda, “Wahai Abu Khudzaifah, tetap adakah pengaruh bapakmu dalam jiwamu?”

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam