Kisah Sahabat Nabi Yang Gemar Bercanda

Sedang Trending 2 hari yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Nu’aiman bin Amr merupakan seorang sahabat Nabi Muhammad SAW nan unik. Sebab, di antara kaum Muslimin pada zamannya, dia mempunyai sifat nan lebih periang dan doyan bercanda.

Beberapa kali, Rasulullah SAW terhibur bakal perangai sahabat nan imajinatif nan jenaka

ini. Bahkan, beliau juga pernah menjadi “korban” candaan Nu'aiman.

Nabi SAW saja "kena", apalagi para sahabat, ialah rekan-rekan Nu'aiman? Ambil contoh kisah berikut ini.

Pada suatu ketika, salah satu Ashabul Badr ini turut serta dalam kafilah jual beli nan dipimpin Abu Bakar ash-Shiddiq. Rombongan bergerak dari Madinah menuju Negeri Syam.

Akhirnya, mereka nyaris tiba di titik tujuan. Siang itu, Abu Bakar memutuskan untuk mengistirahatkan timnya di dekat sebuah oasis.

Ayahanda ummul mu`minin 'Aisyah itu lantas mengabarkan kepada Suwaibith bin Harmalah. Sebab, dia hendak pergi sejenak ke pasar terdekat.

Oleh Abu Bakar, Suwaibith diminta agar menjaga kereta nan berisi penuh makanan. Permintaan itu pun disanggupi.

Selang beberapa lama, Suwaibith memandang seorang personil rombongan mendekatinya. Dia adalah Nu’aiman bin Amr. Lelaki dari kalangan Anshar itu tampak banget letih dan lemas.

“Wahai Suwaibith, apa nan engkau lakukan di depan kereta perbekalan kita ini? Ke mana Abu Bakar?” tanya Nu’aiman sembari menyeka keringatnya.

“Beliau pergi sejenak ke pasar dekat dari sini. Aku ditugaskan untuk menjaga kereta ini,” jawab Suwaibith.

“Kalau begitu, berikanlah kepadaku sepotong roti dari perbekalan kita. Sungguh, saya sangat lapar,” pinta Nu’aiman.

“Tidak boleh! Aku kudu mendapatkan izin terlebih dulu dari Abu Bakar, karena dialah pemimpin rombongan kita,” tegas Ibnu Harmalah.

Berkali-kali Nu’aiman meminta, tetapi permintaannya itu selalu ditolak. “Sungguh, engkau bakal kuberikan pelajaran,” katanya.

“Aku tidak takut!” ucap Suwaibith kepada Nu’aiman nan kemudian pergi menjauhinya.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam