Kisah Setan Menjelaskan Bagaimana Caranya Menjadi Seperti Setan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Dalam sebuah kisah nan tertuang dalam kitab Fadhail Namaz, diceritakan pada era dahulu, setan dapat dilihat oleh seorang manusia. 

Manusia nan dapat melihat setan itu berbicara kepada setan, "Beritahukan kepadaku, bagaimanakah caranya agar saya dapat menjadi seperti dirimu?" 

Setan berkata, "Sampai hari ini, tidak ada seorang pun nan bertanya seperti itu padaku. Apa maksudmu?" Manusia itu menjawab, "Hatiku menginginkannya." 

Setan berkata, "Caranya, bermalas-malasan dalam sholat dan bersumpahlah sekehendakmu, baik betul maupun dusta." 

Orang itu kemudian menjawab, "Demi Allah, saya berjanji tidak bakal bermalas-malasan dalam sholat dan tidak bakal bersumpah." 

Setan menjawab, "Sungguh saya belum pernah berbincang dengan orang secerdik kamu. Aku berjanji, sekali-kali saya tidak bakal lagi menasihati seorang manusia."

Kisah tersebut dilansir dari kitab Fadhail Namaz nan disusun Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi Rahmatullahalaih dan diterjemahkan Tim Penerjemah Kitab Fadhilah Amal Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta, diterbitkan Pustaka Ramadhan.

Sholat adalah ibadah nan diwajibkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Tentu sholat adalah ibadah nan banyak mengandung keistimewaan dan faedah nan besar bagi nan mengerjakannya dengan baik dan benar.

Dalam sebuah hadits, dijelaskan bahwa sholat lima waktu seumpama seseorang mandi membersihkan diri lima kali sehari.

Imam Al Ghazali berjulukan original Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan tentang faedah sholat lima waktu.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا 

"Maka andaikan Anda telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian andaikan Anda telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu nan ditentukan waktunya atas orang-orang nan beriman." (QS An Nisa Ayat 103).

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Lima sholat diwajibkan oleh Allah kepada segala hamba. Maka barangsiapa mengerjakan semuanya dan tidak menyia-nyiakan satupun daripadanya, dengan meringan-ringankan haknya, maka Allah janji bahwa dia bakal masuk surga." (Dirawikan Imam Malik, Imam Ahmad dan lain-lain dari Ubbadah bin Ash Shamit).

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perumpamaan sholat nan lima itu adalah seperti sebuah sungai nan tawar airnya nan meluap-luap. Seseorang mandi di sungai itu setiap hari lima kali. Apakah pendapatmu tentang orang itu, apakah tetap ada kotoran di tubuhnya?" Para sahabat menjawab, "Tak ada sedikit pun."

Nabi Muhammad SAW berbicara lagi, "Sesungguhnya sholat nan lima itu, menghilangkan dosa seperti air menghilangkan kotoran nan menempel di tubuh." (Dirawikan Imam Muslim dari Jabir).

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya sholat-sholat itu menghapuskan dosa nan terjadi di antaranya, selama bukan dosa besar." (Dirawikan Imam Muslim dari Abu Hurairah).

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam