Kisah Umar Bin Abdul Aziz Mencopot Gubernur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Cerita perihal pergantian kedudukan dalam sebuah kekuasaan alias pemerintahan bukanlah sesuatu nan baru. Hal ini juga sempat terjadi di masa sahabat Nabi, yaitu  Umar bin Abdul Aziz.

Khalifah Umar diceritakan baru saja melantik seseorang sebagai ketua di suatu wilayah. Tak lama, dia mendapat berita bahwa sosok tersebut pernah menjadi ketua nan diangkat oleh Hajjaj bin Yusuf.

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi, dalam bukunya berjudul Kisah-Kisah Sahabat, menyebut Hajjaj merupakan Gubernur nan kejam pada era pemerintahan Yazid bin Muawiyah. Segera, Umar bin Abdul Aziz memutuskan untuk membatalkan penunjukkan tersebut.

Mendengar keputusannya ini, orang tersebut berkata, "Aku hanya sejenak bekerja pada Hajjah." Khalifah Umar lantas menjawab, "Satu hari alias kurang bersamanya, sudah cukup membikin jelek seseorang."

Dalam kitab nan dia tulis, Syekh Maulana Zakariyya menyebut pengaruh suatu pergaulan pasti bakal membekas. Jika seseorang berkawan dengan orang-orang nan bertakwa, maka tanpa terasa ketakwaan itu bakal membekas dalam dirinya dengan mudah.

"Demikian pula jika seseorang berkawan dengan orang fasik, tanpa terasa kebaikannya itu juga bakal mempengaruhinya," ujar dia.

Karena itu, berkawan dengan orang nan mempunyai adab jelek itu dilarang. Bahkan hanya berdekatan dengan binatang, seseorang dapat terpengaruh olehnya.

Kisah Khalifah Umar mencopot kedudukan seseorang nan bertindak kejam tidak berakhir di situ. Ia pernah memecat Khalid ibn Rayyan dan memilih Amr ibn Muhajir al-Anshari sebagai penggantinya.

"Lepaskan pedang itu darimu," ujar Umar kepada Khalid. Setelahnya, dia menengadah dan berdoa, "Ya Allah, saya telah merendahkan Khalid ibn Rayyan karena-Mu. Ya Allah, jangan Engkau angkat dia selama-lamanya."

Di Mesir, sosoknya juga pernah memecat pejabat pengurus pajak bumi, Usamah ibn Zaid At-Tanukhi. Alasan pemecatannya lantaran Usamah merupakan sosok nan ceroboh, zalim, kerap menerapkan balasan pangkas tangan untuk kasus nan belum jelas dan tidak memperhatikan syarat-syarat pangkas tangan.

Sebelum keputusan ini dikeluarkan, Umar telah beberapa kali menasihati khalifah terdahulu untuk memecat Usamah. Namunm apa nan dia sampaikan tidak digubris.

Karena itu, ketika Khalifah Umar mempunyai kewenangan untuk mencabut kedudukan Usamah tanpa hormat, dia tak menyia-nyiakannya. Bahkan, Usamah dipenjara di dua kota berbeda, ialah Mesir dan Palestina, masing-masing satu tahun.  

sumber : Dok Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam