Kisah Ummu Sulaim Yang Menolak Dinikahi Pria Yang Masih Musyrik

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Ada kisah nan menarik dan dapat menjadi teladan bagi segenap Muslimah dari sosok wanita berjulukan Ummu Sulaim, ibu Anas bin Malik RA. Singkat cerita, setelah Ummu Sulaim memeluk Islam, suaminya marah dan pergi meninggalkannya.

Lalu Ummu Sulaim menikah lagi dengan Abu Thalhah. Nah di sinilah kisah menariknya nan menunjukkan kekuatan ketaatan Ummu Sulaim. Saat hendak meminang Ummu Sulaim, Abu Thalhah belum Islam dan tetap dalam keadaan musyrik. Ummu Sulaim pun menolak pinangan tersebut.

Anas bin Malik meriwayatkan dari ibunya sendiri ialah Ummu Sulaim, nan berkata, "Sungguh tidak layak seorang musyrik menikahiku. Tidakkah engkau tahu wahai Abu Thalhah bahwa berhala-berhala sesembahanmu itu dipahat oleh budak dari suku ini dan itu. Jika kau sulut dengan api pun dia bakal terbakar."

Disebutkan dalam "Ibunda Para Ulama" karya Dr Sufyan bin Fuad Baswedan MA, bahwa setelah mendengar perkataan Ummu Sulaim, Abu Thalhah pun pulang ke rumah dan dia menjadi terkenang betul dengan kata-kata nan disampaikan oleh Ummu Sulaim. Bahkan sampai membekas di hati Abu Thalhah. "Benar juga," gumamnya.

Tak lama kemudian, Abu Thalhah menyatakan keislamannya. "Aku telah menerima kepercayaan nan kau tawarkan," kata Abu Thalhah kepada Ummu Sulaim. Setelah itu berjalan pernikahan antara keduanya. "Dan Ummu Sulaim tidak meminta mahar apapun selain keislaman Abu Thalhah," demikian kata Anas bin Malik.

Ummu Sulaim adalah salah satu contoh wanita Muslim nan menunjukkan sungguh besar kecintaannya kepada Rasulullah SAW. Suatu kali, Ummu Sulaim pernah mengumpulkan keringat Rasulullah SAW untuk kemudian dicampurkan ke dalam parfumnya.

Hal ini dikisahkan dalam hadits shahih nan dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim. Sebagaimana hadits berikut ini:

عن‏ ‏أنس ‏عن‏ ‏أم سليم‏ ‏أن النبي ‏‏صلى الله عليه وسلم‏ ‏كان يأتيها‏ ‏فيقيل‏ ‏عندها فتبسط له ‏نطعا‏ ‏فيقيل ‏ ‏عليه وكان كثير العرق فكانت تجمع عرقه فتجعله في الطيب والقوارير فقال النبي‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏يا ‏أم سليم ‏ما هذا قالت عرقك ‏أدوف‏ ‏به طيبي... نرجو بركته لصبياننا، قال: أصبت. وفي رواية: نجعله في طيبنا، وهو من أطيب الطيب.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, dari Ummu Sulaim, diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW dulu pernah datang ke rumah Ummu Sulaim dan mau beristirahat dengan tidur siang di rumahnya.

Kemudian Ummu Sulaim menghamparkan kulit sebagai perangkat tidur Nabi. Ketika tidur, Nabi mengeluarkan banyak keringat. Lalu Ummu Sulaim mengumpulkan keringat itu. Setelah itu dia mencampurnya dengan minyak wangi, kemudian dimasukkannya ke dalam botol-botol kecil.

Lalu Nabi SAW berkata, "Wahai Ummu Sulaim, apa ini?" Ummu Sulaim menjawab, "Ini keringat engkau. Aku mencampurnya dengan parfumku... Kami berambisi berkah untuk anak laki-laki kami." Nabi SAW bersabda, "Aku mengerti."

Dalam sebuah riwayat di Shahih Muslim disebutkan, "Kami memasukkannya ke dalam minyak wangi kami, dan itu adalah minyak wangi terbaik."

Dalam hadits tersebut, Nabi SAW menunjukkan persetujuan atas apa nan dilakukan oleh Ummu Sulaim. Artinya, hadits itu menjadi dasar bahwa boleh mencari berkah dari peninggalan beliau SAW. Tentu selama tidak mengarah pada kesyirikan.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam