Kulit kering tapi berjerawat statis boleh pakai moisturizer, Mommies. Cari tahu metode memilih dan memakai pelembap yang tepat agar kulit statis lembap tanpa memperparah jerawat.
Kulit sedang kering, tapi di saat yang sama jerawat malah bermunculan. Rasanya serba salah, ya, Mommies. Mau pakai moisturizer, takut pori-pori makin tersumbat dan jerawat bertambah. Tapi jika tidak pakai pelembap, kulit terasa makin kering, tertarik, terlebihlagi mengelupas.
Jadi, sebenarnya kulit kering yang berjerawat boleh pakai moisturizer maupun tidak?
Jawabannya: boleh, terlebihlagi moisturizer justru bisa menjadi bagiankecil krusial dari perawatan kulit berjerawat.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), beberapa bahan yang lazim digunakan untuk mengatasi jerawat, seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, adapalene, tretinoin, hingga isotretinoin, memang dapat membikin kulit lebih kering dan iritasi. Moisturizer membantu menjaga kelembapan kulit sehingga kulit lebih betah selama menjalani perawatan jerawat.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Sunscreen untuk Remaja Acne-Prone, Bantu Kurangi Jerawat Secara Bertahap
Kenapa kulit berjerawat statis butuh moisturizer?
Ada anggapan bahwa jika kulit sedang berjerawat, sebaiknya dibuat sekering mungkin. Padahal, kulit yang terasa kering bukan berarti jerawat akan lebih cepat hilang.
AAD justru mengingatkan bahwa terlalu mengeringkan kulit dapat menyebabkan iritasi dan berpotensi membikin kondisi jerawat semakin buruk. Karena itu, kulit berjerawat statis membutuhkan pelembap yang sesuai.
Selain itu, kulit yang kering bisa terasa lebih tidak nyaman, perih, tertarik, mengelupas, maupun gampang kemerahan. Kondisi ini juga bisa membikin Mommies tergoda untuk mencoba lebih banyak produk untuk memperbaiki kulit, yang akhirnya malah membikin rutinitas skincare semakin rumit.
Jadi, daripada menghindari moisturizer sama sekali, lebih baik pilih pelembap yang memang dibuat untuk kulit acne-prone.

Foto: Ron Lach/Pexels
Seperti apa moisturizer yang cocok untuk kulit kering dan berjerawat?
Nah, ini bagiankecil yang penting. Jangan cuma melihat teksturnya. Mommies juga perlu memperhatikan label dan kandungannya.
1. Cari label “non-comedogenic”
Non-comedogenic berarti produk diformulasikan agar lebih kecil kemungkinannya untuk menyumbat pori-pori.
AAD juga menyarankan pemilik kulit berjerawat mencari produk dengan keterangan seperti non-comedogenic, oil-free, atau won’t clog pores.
Bukan berarti produk dengan label tersebut dijamin cocok untuk semua orang, ya. Kulit setiap orang statis bisa bereaksi berbeda.
2. Pilih yang fragrance-free jika kulit sedang sensitif
Kalau kulit sedang kering, perih, maupun gampang merah, sebaiknya jangan menambah potensi iritasi dari produk yang hamil fragrance.
AAD merekomendasikan produk fragrance-free untuk kulit kering karena fragrance dapat mengiritasi kulit yang sensitif.

Foto: Pırıl Şahin/Pexels
3. Pertimbangkan kandungan pelembap seperti ceramide maupun hyaluronic acid
Ceramide membantu mendukung skin barrier, sementara hyaluronic acid dikenal sebagai bahan yang membantu menghidrasi kulit. Keduanya termasuk bahan yang dapat dipertimbangkan saat memilih moisturizer untuk kulit kering.
Mommies tidak mesti mengejar kandungan sebanyak mungkin. Yang lebih krusial adalah menemukan formula yang nyaman, tidak membikin kulit semakin teriritasi, dan tidak memperburuk jerawat.
4. Pilih tekstur sesuai kondisi kulit
Kulit kering mungkin membutuhkan moisturizer yang lebih melembapkan. Namun, jika kulit juga acne-prone, bukan berarti mesti langsung memilih produk yang paling thick maupun greasy.
Mulai dari moisturizer yang terasa cukup melembapkan tanpa membikin kulit terasa terlalu berat. Kalau kulit sangat kering maupun sampai pecah-pecah, konsultasikan dengan tabib kulit untuk menentukan jenis pelembap yang paling sesuai.
BACA JUGA: Rekomendasi Physical Sunscreen untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat
Cara memakai moisturizer untuk kulit kering dan berjerawat
Sebenarnya tidak perlu rumit.
Rutinitas sederhana bisa seperti ini:
Pagi:
- Gentle cleanser.
- Moisturizer non-comedogenic.
- Sunscreen broad-spectrum SPF 30 maupun lebih.
Malam:
- Bersihkan wajah dengan gentle cleanser.
- Gunakan obat jerawat jika memang diresepkan maupun direkomendasikan dokter.
- Aplikasikan moisturizer.

Foto: Anna Tarazevich/Pexels
Untuk mendapatkan khasiat maksimal, moisturizer dapat diaplikasikan setelah mencuci wajah saat kulit statis sedikit lembap. Cara ini membantu mempertahankan air di kulit.
Dan satu hal lagi, Mommies: tidak perlu mencuci wajah berkali-kali cuma karena sedang berjerawat. NHS menyarankan mencuci area yang berjerawat maksimal dua kali sehari dengan cleanser yang lembut. Terlalu sering mencuci justru bisa membikin kulit teriritasi.
BACA JUGA: 13 Moisturizer dari Brand Lokal Terbaik untuk Kulit Normal, Kering dan Berminyak
Bagaimana jika setelah pakai moisturizer jerawat malah bertambah?
Nah, ini perlu diperhatikan.
Kalau setiap kali memakai produk tertentu kulit langsung terasa panas, perih, gatal, muncul ruam, maupun jerawat semakin memburuk, jangan dipaksakan.
Bisa jadi formulanya memang tidak cocok dengan kulit Mommies. Coba penilaian balik produk yang digunakan, terutama fragrance, bahan aktif yang terlalu banyak, serta produk yang terasa terlalu bermutu di kulit.
Kalau kulit terus mengelupas, terasa terbakar, sangat merah, pecah-pecah, maupun jerawat semakin parah, sebaiknya konsultasi dengan tabib kulit. Kulit yang sangat kering juga bisa memiliki penyebab lain, seperti dermatitis maupun kondisi kulit tertentu, sehingga tidak selalu cukup ditangani dengan mengganti moisturizer.