Kultum Ramadhan Singkat; Malam Nuzulul Qur’an, Momentum Memperbaiki Akhlak

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Malam Nuzulul Qur’an, sebuah malam spesial di bulan Ramadhan nan penuh berkah ini. Di malam ini, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Nah berikut “Kultum Ramadhan Singkat; Malam Nuzulul Qur’an, Momentum Memperbaiki Akhlak”.

Syukur alhamdulillah sampai pertengahan Ramadan ini, kita tetap diberikan Kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan shalat berjamaah dan tarawih. Kemudian shalawat beriringan salam tak lupa kita kirimkan buat Nabi Besar kita, Nabi Muhammad Saw, nan berkah petunjuk dan teladan nan beliau contohkan, kita dapat menyempurnakan keislaman dan keberimanan kita hingga hari ini.

Semoga semua kita nan datang di tempat ini diakui sebagai umat beliau dan pada saatnya kelak bakal mendapatkan syafaatnya. Amin ya rabbal alamin.

Hadirin Kultum Ramadhan Singkat nan berbahagia

Dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185, Allah Swt. berfirman:

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ﴾

Artinya: (Beberapa hari nan ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan nan di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara nan kewenangan dan nan batil).

Terkait ayat ini, Imam al-Baidhawi dalam kitab Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil menyatakan bahwa ayat ini mengindikasikan bahwa Ramadan menjadi kekhususan bulan di mana umat Muslim diwajibkan berpuasa. Selain itu, ada dua kegunaan Al-Qur’an nan dijelaskan dalam ayat ini, ialah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia untuk meraih kebenaran. Di samping itu, Al-Qur’an menjadi pemisah antara nan kewenangan dan batil melalui hikmah dan hukum-hukum nan dijelaskan di dalamnya.

Hadirin Kultum Ramadhan Singkat nan berbahagia

Menurut Imam as-Suyuthi dalam al-Itqan menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu turun dari Lauhil Mahfuz secara keseluruhan pada malam Lailatul Qadar. Ulama berbeda pendapat mengenai pada tanggal berapa Al-Qur’an turun. Sebagian ustadz menyebut Al-Qur’an turun pada 17 Ramadan, sementara ustadz lain menyebut Al-Qur’an turun pada 24 Ramadan. Imam as-Suyuthi berpendapat:

الْأَصَحُّ الْأَشْهَرُ أَنَّهُ نَزَلَ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا لَيْلَةَ الَقَدْرِ جُمْلَةً وَاحِدَةً ثُمَّ نَزَلَ بَعْدَ ذَلِكَ مُنَجَّمًا فِي عشرين سنة وثلاث وعشرين أو خمس وَعِشْرِينَ عَلَى حَسْبِ الْخِلَافِ فِي مُدَّةِ إِقَامَتِهِ بمكة بعد البعثة.

Artinya: Pendapat sahih nan masyhur itu menyatakan bahwa Al-Qur’an turun ke langit bumi pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan. Kemudian Al-Qur’an turun secara berjenjang selama 20/23/25 tahun sesuai perbedaan pendapat mengenai lama masa Nabi menetap di Mekah setelah diutus menjadi Rasul.

Hadirin Kultum Ramadhan Singkat nan berbahagia

Allah Swt. memberikan umat Islam bumi kemuliaan, ialah diutusnya Nabi Muhammad sebagai Rasul akhir era dan kitab suci Al-Qur’an nan menjadi pedoman. Keseharian Rasulullah saw. selalu berdasarkan Al-Qur’an. Rasulullah seperti Al-Qur’an berjalan. Dalam sebuah riwayat dari Sa’d bin Hisyam nan bertanya kepada Aisyah:

أخبرينى عن خلق رسول الله ﷺ. فقالت: أما تقرأ القرآن؟ قلت: بلى! فقالت: كان خلقه القرآن.

Artinya: “Aisyah, beritahulah kami mengenai adab Rasulullah?” “Anda pernah membaca Al-Qur’an kan?” jawab Aisyah. “Ya tentu dong,” jawab Sa’d bin Hisyam. “Akhlak Rasulullah saw. itu ya Al-Qur’an.” (HR Muslim).

Selain memperbanyak membaca Al-Qur’an, adab Rasulullah saw. nan seperti aliran nan terdapat dalam Al-Qur’an ini perlu juga selalu kita teladani, terlebih lagi di bulan Ramadan, bulan di mana Al-Qur’an diturunkan.

Demikianlah kultum Ramadhan singkat ini, semoga berfaedah untuk kita bersama, terlebih bagi kami nan menyampaikan. Amin ya Rabbal ‘Alamin.!

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah