Kultum Ramadhan Singkat; Tips Istiqomah Beribadah Di Bulan Ramadhan!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Berikut materi Kultum Ramadhan singkat tentang tips istiqomah semangat beragama di bulan Suci Ramadhan.  Bulan Ramadhan merupakan bulan nan penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini, umat Islam di seluruh bumi diwajibkan untuk berpuasa dari terbit hingga terbenamnya matahari. Selain itu, bulan Ramadhan juga menjadi momen nan tepat untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الْوَفَا أَمَّا بَعْدُ.

Alhamdulillah kita telah memasuki awal Ramadhan. Bulan nan teramat dinanti-nantikan umat muslim seluruh dunia, lantaran dipenuhi dengan limpahan pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Ketika diumpamakan, bulan Ramadhan laksana hamparan ladang nan ditumbuhi jenis pohon berbuah lebat. Kita bisa memanennya sesuka dan sebanyak mungkin. 

Jamaah Pendengar Kultum Ramadhan Singkat nan berbahagia

Semakin giat kita memetiknya maka semakin banyak pula buah-buahan nan diperoleh. Saat Ramadhan, buah-buah itu adalah limpahan pahala nan bisa diraih dengan kebaikan ibadah. Semakin giat ibadah nan dilakukan seseorang maka semakin banyak pula pahala nan dia peroleh. 

Namun perlu diingat, perihal ibadah adalah persoalan iman. Tentu saja bisa naik dan di saat nan lain bakal melandai. Sering kali ketika memasuki awal bulan Ramadhan semangat ibadah tetap aman. Masjid dan mushala tetap ramai dipenuhi jamaah shalat tarawih, bunyi tadarus Al-Qur’an tetap lantang terdengar dimana-mana, dan sejumlah ritual keagamaan lainnya tetap riuh-ramai, terutama nan unik Ramadhan. 

Jamaah Pendengar Kultum Ramadhan Singkat nan berbahagia

Sayangnya begitu memasuki separuh bulan terakhir, semangat ibadah tidak lagi sebesar di fase awal. Jamaah tarawih mulai berguguran satu persatu, semangat tadarus Al-Qur’an mulai menurun, dan sebagainya. Sebab itu, berikut adalah tips-trik nan bisa kita lakukan agar semangat ibadah tetap terawat selama Ramadhan. 

Pertama Jangan Makan Terlalu Kenyang 

Ajaran Islam, ketika Ramadhan umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa sejak waktu imsak sampai maghrib tiba, namun momen berbuka kadang menjadi semacam kesempatan untuk balas dendam. Segala macam hidangan disajikan di meja makan. Akibatnya perut terlalu kenyang. Padahal, Allah swt menegaskan bahwa berlebihan dalam konsumsi makanan tidak baik. Dalam Al-Qur’an disebutkan;

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّه لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ 

Artinya, “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu nan bagus pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang nan berlebihan.” (QS Al-A’raf: 31). 

Ayat ini secara tegas melarang kita untuk bertindak berlebihan. Sesuatu nan baik bakal mengundang petaka jika dilakukan melampaui batas. Dalam konteks Ramadhan, makan terlalu berlebihan bisa menyebabkan kita tertinggal banyak kesempatan ibadah nan jawaban pahalanya acapkali lipat dibanding pada bulan-bulan lainnya.

Terkait pemisah konsumsi makanan nan ideal, Rasulullah saw juga pernah bersabda;

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ 

Artinya, “Tiada tempat nan manusia isi nan lebih jelek daripada perut. Cukuplah bagi anak Adam menyantap beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun, jika dia kudu (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (HR At-Tirmidzi). 

Jamaah Pendengar Kultum Ramadhan Singkat nan berbahagia


Menguatkan hadits di atas, Imam As-Syafi’i juga pernah menyampaikan;

الشَّبْعُ يُثْقِلُ الْبَدَنَ، وَيُقْسِي الْقَلْبَ، وَيُزِيْلُ الْفِطْنَةَ، وَيُجْلِبُ النَّوْمَ، وَيُضْعِفُ صَاحِبَهُ عَنِ الْعِبَادَةِ 

Artinya, “Makan terlalu kenyang membikin berat badan naik, menjadikan hati keras, menghilangkan kecerdasan, menyebabkan kantuk, dan menjadikan malas beribadah.” (Abu Nu’aim Al-Ashfihani, Ḥilyatul Auliyā, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1988], juz IX, laman 127). 


Kedua Hindari Perbuatan Maksiat 


Dosa nan diperbuat oleh seorang Muslim bakal mempengaruhi kualitas spiritualnya, ialah dengan menyebabkan pelakunya malas beribadah. Tentu kita tidak berambisi kesempatan memperbanyak ibadah selama Ramadhan terlewat begitu saja karena pengaruh dosa nan kita perbuat. Berkaitan dengan perihal ini, Ibnu Abbas pernah berkata;

إِنَّ لِلْحَسَنَةِ ضِيَاءً فِي الْوَجْهِ، وَنُوْرًا فِي الْقَلْبِ، وَسَعَةً فِي الرِّزْقِ، وَقُوَّةً فِي الْبَدَنِ، وَمَحَبَّةً فِي قُلُوبِ الْخَلْقِ، وَإِنَّ لِلسَّيِّئَةِ سَوَادًا فِي الْوَجْهِ، وَظُلْمَةً فِي الْقَبْرِ وَالْقَلْبِ، وَوَهْنًا فِي الْبَدَنِ، وَنَقْصًا فِي الرِّزْقِ، وَبُغْضَةً فِي قُلُوبِ الْخَلْقِ 

Artinya, “Sesungguhnya pada kebaikan terdapat sinar pada wajah, sinar dalam hati, kelapangan dalam rezeki, kekuatan pada badan, dan kecintaan pada hati makhluk. Sesungguhnya pada kejelekan terdapat kegelapan pada wajah, gulita pada alam kubur dan hati, kelemahan pada badan (untuk beribadah), kekurangan dalam rezeki, dan kebencian pada hati makhluk.” (Abdul Majid Kisyk, Fi Riḥābit Tafsīr, juz XIV, laman 3316). 

Jamaah Pendengar Kultum Ramadhan Singkat nan berbahagia

Ketiga Jangan Berlebihan dalam Beribadah 

Ingat sesuatu nan berlebihan tidak baik, sekalipun dalam perihal beribadah. Dalam melakukan amalan-amalan sunnah selama Ramadhan, kita perlu melakukannya secara proporsional dengan mengukur sejauhmana keahlian nan kita miliki.

 Jangan sampai lantaran terlalu banyak porsi ibadah nan dilakukan, akhirnya memberatkan diri sendiri sehingga merasa ‘kapok’ untuk meneruskannya. Rasulullah saw pernah bersabda;

خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوْا وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّتْ وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً دَاوَمَ عَلَيْهَا 

Artinya, “Lakukanlah amal-amal nan kalian sanggup melaksanakannya, lantaran Allah tidak bakal beralih (dalam memberikan pahala) sampai kalian nan lebih dulu beralih (dari mengerjakan amal).” Dan shalat nan paling Nabi saw cintai adalah shalat nan dijaga kesinambungannya sekalipun sedikit. Dan Beliau jika sudah biasa melaksanakan shalat (sunnah) bakal melakukannya dengan konsisten.” (HR Al-Bukhari). 

Terdapat suatu hadits riwayat Al-Bukhari pernah dikisahkan bahwa Rasulullah saw memarahi sekelompok sahabat nan mempunyai semangat ibadah berlebihan sehingga dikhawatirkan membahayakan pengamalnya. Saat itu mereka ada nan berkeinginan menghabiskan seluruh malamnya untuk beribadah, berpuasa setiap hari, apalagi ada nan beriktikad membujang seumur hidup demi konsentrasi beribadah. Nabi nan mendengar berita ini segera menegur mereka dengan tegas. 

Jamaah Pendengar Kultum Ramadhan Singkat nan berbahagia

Semoga di bulan Ramadhan ini senantiasa kita penuhi dengan semangat ibadah nan terawat sampai bulan suci berpamit. Ingat tak hanya banyak ibadah nan kita lakukan, tapi bakal jauh lebih baik jika kita bisa menjalaninya dengan konsisten dan penuh penghayatan. Demikian semoga bermanfaat. 

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah