Kultum Ramadhan Terbaik; Puasa Medsos, Senjata Ampuh Lawan Hoaks Di Bulan Ramadhan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan. Namun, di era digital ini, bulan Ramadhan juga menjadi momen maraknya penyebaran hoaks. Hoaks nan beredar di media sosial dapat menimbulkan beragam akibat negatif, seperti perpecahan umat, keresahan masyarakat, dan apalagi dapat berujung pada tindakan kriminal. Nah berikut “Kultum Ramadhan Terbaik; Puasa Medsos, Senjata Ampuh Lawan Hoaks di Bulan Ramadhan.”

Penting bagi kita untuk memerangi hoaks di bulan Ramadhan. Salah satu langkah nan efektif untuk melawan hoaks adalah dengan melakukan puasa medsos. Puasa medsos berfaedah mengurangi alias apalagi berakhir menggunakan media sosial selama periode tertentu.

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الْوَفَا أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah Kultum Ramadhan terbaik nan Dirahmati Allah

Dalam era digital nan serba sigap seperti sekarang, media sosial baik itu Instagram, Twitter, TikTok, dan FB telah menjadi bagian krusial dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Namun, seringkali kita memandang penyebaran info nan tidak sah alias hoaks melalui platform tersebut.

Hoaks dapat menimbulkan beragam akibat negatif, seperti perpecahan, kerusuhan, apalagi kekerasan. Menyadari ancaman tersebut, muncullah aktivitas “Puasa Media Sosial” sebagai upaya spiritual untuk melawan hoaks. Puasa media sosial bukan berfaedah menjauhi media sosial secara total, melainkan mengendalikan penggunaannya dengan lebih bijak

Puasa media sosial merupakan praktik nan dilakukan dengan sengaja mengurangi alias apalagi menghentikan penggunaan platform media sosial untuk jangka waktu tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk membersihkan pikiran dari info nan tidak berfaedah alias berpotensi merugikan.

Jamaah kultum Ramadhan terbaik nan Berbahagia

Dengan melakukan puasa media sosial, seseorang dapat konsentrasi pada hal-hal nan lebih krusial dalam hidupnya seperti menghabiskan waktu berbobot dengan keluarga, mengejar hobi, alias meningkatkan keterampilan.

Selain itu, puasa media sosial juga merupakan langkah tepat untuk mencegah penyebaran hoaks. Dengan mengurangi hubungan dengan platform-platform tersebut, seseorang dapat lebih waspada dan kritis terhadap info nan diterima. Hal ini dapat membantu mengurangi penyebaran buletin tiruan alias info nan tidak diverifikasi nan dapat merugikan banyak orang.

Dalam konteks ini, puasa media sosial dapat dilihat sebagai corak kesadaran bakal pentingnya kebenaran dan integritas informasi. Melalui praktik ini, seseorang tidak hanya menjaga kesehatan mentalnya sendiri, tetapi juga turut berkontribusi dalam memerangi penyebaran hoaks dan menjaga integritas info dalam lingkungan digital.

Jamaah Kultum Ramadhan terbaik nan Dirahmati Allah

Dalam Islam, larangan hoaks tercantum dalam Al-Qur’an Q.S an-Nur [24] ayat 11. Penyebaran info nan tidak jeli dan menyesatkan dapat menimbulkan beragam akibat negatif, seperti perpecahan, konflik, dan keresahan. Allah berfirman;

اِنَّ الَّذِيْنَ جَاۤءُوْ بِالْاِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنْكُمْۗ لَا تَحْسَبُوْهُ شَرًّا لَّكُمْۗ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْاِثْمِۚ وَالَّذِيْ تَوَلّٰى كِبْرَه مِنْهُمْ لَه عَذَابٌ عَظِيْمٌ

Sesungguhnya orang-orang nan membawa buletin bohong itu adalah golongan di antara Anda (juga). Janganlah Anda mengira bahwa peristiwa itu jelek bagimu, sebaliknya itu baik bagimu. Setiap orang dari mereka bakal mendapat jawaban dari dosa nan diperbuatnya. Adapun orang nan mengambil peran besar di antara mereka, dia mendapat balasan nan sangat berat.)

Imam Al-Mawardi dalam kitab Adabud Dunya wad Din mengatakan ketidakejujuran alias buletin bohong adalah sumber segala kejahatan lantaran dapat menimbulkan beragam masalah.

وَالْكَذِبُ جِمَاعُ كُلِّ شَرٍّ، وَأَصْلُ كُلِّ ذَمٍّ لِسُوْءِ عَوَاقِبِهِ، وَخُبْثِ نَتَائِجِهِ؛ لِأَنَّهُ يُنْتِجُ النَّمِيْمَةَ، وَالنَّمِيْمَةُ تُنْتِجُ الْبَغْضَاءَ، وَالْبَغْضَاءُ تَئُوْلُ إِلَى الْعَدَاوَةِ، وَلَيْسَ مَعَ الْعَدَاوَةِ أَمْنٌ وَلاَ رَاحَةٌ   

Dan ketidakejujuran adalah sumber segala kejahatan, dan asal segala hinaan lantaran buruknya akibatnya, dan busuknya hasilnya; lantaran dia menghasilkan fitnah, tuduhan menghasilkan kebencian, dan kebencian mengarah pada permusuhan, dan tidak ada keamanan alias ketenangan berbareng permusuhan. (Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Al-Basri Al-Mawardi, Adabud Dunya wad Din, [Beirut, Darul Fikr: 1985], laman 271).

Jamaah Kultum Ramadhan terbaik nan Dirahmati Allah

Sementara itu dalam hadits nan diriwayatkan oleh Imam Muslim, menjelaskan tentang pentingnya bersikap jujur dan bahayanya berdusta. Kejujuran bakal membawa seseorang kepada kebaikan dan surga, sedangkan bohong bakal membawa seseorang kepada kekejian dan neraka

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berpegangteguhlah kalian pada kejujuran, lantaran sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu menuntun kepada surga. Seseorang terus menerus bertindak jujur dan berupaya mencari kejujuran sampai dia dicatat di sisi Allah sebagai orang nan jujur.

Dan jauhilah kalian dari dusta, lantaran sesungguhnya bohong itu menuntun kepada kekejian, dan sesungguhnya kekejian itu menuntun kepada neraka. Seseorang terus menerus berbohong dan berupaya mencari kedustaan sampai dia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.

—————–
*Konten ini berasal dari kitab _Syiar Ramadan Perekat Persaudaraan: Materi Kuliah dan Khutbah di Masjid dan Musala selama Ramadan._, nan diterbitkan oleh Subdit Tim Layanan Syariah Subdirektorat (Subdit) Hisab Rukyat dan Syariah dan Badan Kesejahteraan Masjid.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah