Kunci Kebahagiaan, Begini cara Dapatkannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Kebahagiaan dalam Islam bukan hanya tentang kepuasan materi, tetapi juga keseimbangan spiritual, sosial, dam moral. Dalam Islam, kebahagian berangkaian erat dengan ketaan kepada Allah, kasih sayang terhadap sesama, dan pemenuhan tugas-tugas keagamaan.

Kebahagiaan juga dilihat sebagai hasil dari pengendalian diri, berterima kasih atas nikmat Allah, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. 

Dalam cuplikan video ceramah Gus Iqdam tentang “Memahami Arti Kebahagian dalam Kehidupan”, disebutkan bahwa Allah SWT bakal menjanjikan kepada setiap umatnya nan selalu melakukan kebaikan disetiap harinya. Hal tersebut juga merujuk pada firman Allah dalam Surat an-Nahl ayat 97, berbunyi:

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُون

Barangsiapa nan mengerjakan kebaikan saleh, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya bakal Kami berikan kepadanya kehidupan nan baik dan sesungguhnya bakal Kami beri jawaban kepada mereka dengan pahala nan lebih baik dari apa nan telah mereka kerjakan

Maka sesuai ayat Alquran diatas, Allah menegaskan bakal membalas semua ibadah nan dikerjakan setiap manusia semasa hidupnya, termasuk melakukan baik kepada sesama. 

Selain itu, Allah juga menegaskan tidak ada batas kelamin dalam mendapatkan keberkahan dan balasan-Nya. nan diperlukan hanyalah ketaatan nan kuat dan kebaikan amal nan tulus. Dengan memahami dan mengamalkan aliran ini, umat Islam dapat menciptakan masyarakat nan lebih adil, harmonis, dan penuh kasih. 

Dalam Kitab Al-Qurtubi, terdapat 3 pilar kunci kebahagian, di antaranya:

Pertama, rezeki nan halal

Rezeki nan legal adalah nikmat nan diberikan Allah kepada hamba-Nya dengan langkah nan dibolehkan oleh hukum Islam. 

Rezeki nan legal adalah sumber keberkahan, ketenangan, dan kepuasan hidup bagi perseorangan dan masyarakat. Terdapat salah satu dalil nan menjelaskan rekomendasi Allah kepada manusia untuk mencari rezeki nan halal, ialah Surat an-Nisa ayat 29:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Hai orang-orang nan beriman, janganlah Anda saling menyantap kekayaan sesamamu dengan jalan nan batil, selain dengan jalan perniagaan nan bertindak dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah Anda membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu," (QS An Nisa: 29).

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam