Lafadz Niat Shalat Sunnah Subuh

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Berikut ini tulisan tentang niat sunnah subuh. Di antara kesibukan dan rutinitas sehari-hari, seringkali kita lalai untuk menunaikan amalan sunnah nan istimewa. Salah satunya adalah shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh. Amalan nan diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW ini mempunyai keistimewaan nan luar biasa, apalagi Rasulullah SAW sendiri tidak pernah meninggalkannya.

Rasulullah SAW berfirman mengenai keistimewaan shalat sunnah sebelum Subuh, nan lebih baik dari bumi dan seisinya. Simak keterangan dalam Sabda Rasulullah ini;

ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها

Artinya; “Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari bumi seisinya.” (HR. Muslim).

Hadits ini menunjukkan sungguh tingginya nilai dan keistimewaan shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh dibandingkan dengan kenikmatan dan kekayaan duniawi. Menunaikan shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh bukan hanya mendatangkan pahala nan berlimpah, tetapi juga memberikan banyak faedah bagi pelakunya.

Shalat ini dapat membantu seseorang untuk mendapatkan ketenangan hati, meningkatkan konsentrasi dan konsentrasi, serta memperkuat ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Lebih jauh lagi, sebagian ustadz menyebutnya sholat sunnah fajar, merujuk pada waktu pelaksanaannya di waktu fajar, sebelum terbitnya matahari. Istilah ini menekankan momen spesial saat fajar, ketika keheningan menyelimuti dan jiwa tergugah untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Ulama lain menyebutnya sholat sunnah subuh, merujuk pada sholat fardhu subuh nan mengikutinya. Istilah ini menandakan kesiapan dan kesucian hati sebelum menunaikan sholat subuh, sholat wajib nan menjadi tiang agama.

Sementara itu, sholat sunnah barad muncul lantaran sholat ini biasa dilakukan saat udara tetap dingin, menjelang subuh. Istilah ini mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan menghangatkan tubuh melalui aktivitas sholat di waktu nan tepat.

Di sisi lain, sholat sunnah ghadat merujuk pada waktu pelaksanaannya nan sangat pagi, sebelum terbitnya fajar. Istilah ini mengandung makna ketekunan dan semangat tinggi dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, apalagi di saat kebanyakan orang tetap terlelap.

Keberagaman istilah ini bukan berfaedah menunjukkan perbedaan makna, melainkan menunjukkan kekayaan khazanah Islam dan pemahaman ustadz nan mendalam terhadap makna di kembali ibadah sholat dua rakaat sebelum subuh. Setiap istilah mempunyai pesonanya sendiri, membujuk kita untuk merenungkan makna dan hikmah di kembali ibadah ini.

Adapun referensi niat shalat Subuh sebagai berikut;

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatas shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

Artinya; Sengaja saya shalat sunnah Subuh 2 rakaat menghadap kiblat lantaran Allah taala

Niat Sholat Qobliyah Subuh


أُصَلِّى سُنَّةَ قَبْلِيَةً الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan qabliyyata shubhi atau( Fajri ) rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunah sebelum Subuh alias shalat fajar dua raka’t lantaran Allah Taala.

Niat shalat fajar

Sementara itu referensi niat shalat fajar adalah sebagai berikut;

اُصَلِّى سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَا لٰى

Ushalli sunnatal fajar rak’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya, “Ya Allah saya niat shalat fajar dua raka’at lantaran Allah ta’aalaa.”

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah