Lima Kisah Generasi Salaf Berusaha Rahasiakan Amal Ibadahnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Keikhlasan seseorang dapat terlihat dari langkah beribadahnya. Salah satu bentuk keikhlasan adalah beragama ketika tidak dilihat orang lain. Inilah nan dilakukan oleh generasi salaf terdahulu.

Mereka melakukan upaya agar tidak ada orang nan melihatnya beribadah, meski pada akhirnya terketahui juga, melalui riwayat-riwayat kisah berikut ini.

Berikut kisah generasi salaf maupun orang-orang shaleh nan berupaya merahasiakan ibadah sholat malamnya.

1. Abdullah bin Mubarak

Kisah pertama datang dari Abdullah bin Mubarak. Pada suatu malam, sebagaimana diceritakan Muhammad bin Ayman, Abdullah menunjukkan kepada Muhammad seolah-olah sedang tidur. Muhammad pun menunjukkan dirinya sedang tidur sehingga Abdullah mengiranya sedang tidur.

Kemudian Abdullah bangun dan melaksanakan sholat malam. Dan saat fajar, Abdullah membangunkan Muhammad lantaran mengira sedang tidur. Lalu Muhammad berkata, "Aku sebetulnya tidak tidur."

Setelah mendengar itu, Abdullah berbincang kepada Muhammad seolah-olah tidak menyukai apa nan telah dilakukannya. "Saya memahaminya, dan lihatlah laki-laki nan ridha dengan kebaikan darinya."

2. Tamim al-Dari

Yazid bin Abdullah bin al-Shakir mengatakan, seorang laki-laki mendatangi Tamim al-Dari. Laki-laki itu bertanya soal sholat malam nan dilakukan al-Dari. Lalu al-Dari menjadi marah, dan berkata, "Demi Allah, shalat di siang hari secara sembunyi-sembunyi lebih saya sukai daripada shalat sepanjang malam lampau diceritakan kepada orang-orang."

3. Muhammad bin Aslam al-Tusi

Abu Abdullah telah menemani Muhammad bin Aslam al-Tusi selama 20 tahun. Dia berbicara tentang Aslam Al Tusi:

 لم أره يُصلي حيث أراه من التطوع إلا يوم الجمعة، ولا يُسبح ولا يقرأ حيث أراه، ولم يكن أحد أعلم بسره وعلانيته مني، وسمعته يحلف كذا وكذا مرة لو قدرت أن أتطوع حيث لا يراني ملكاي لفعلت، ولكني لا أستطيع ذلك"

"Aku tidak melihatnya (Al Tusi) shalat sunnah di tempat nan kulihat selain pada hari Jumat. Dan dia tidak membaca di tempat nan kulihat. Tidak ada nan lebih mengetahui rahasianya daripada aku. Aku pernah mendengar dia berjanji ini dan itu sekali: (Al-Tusi bersumpah), 'Jika saya bisa melaksanakan (ibadah) di mana malaikat tidak melihatku, maka saya bakal melakukannya tetapi saya tidak bisa melakukannya."

4. Hassan bin Abi Sinan

Kisah merahasikan shalat malam nan dilakukan Hassan ini disampaikan oleh istrinya sendiri. Istrinya menceritakan, Hassan biasa keluar dan masuk ke bilik tidurnya. Lalu, Hassan sempat menipu istrinya seperti seorang wanita nan menipu putranya. "Ketika dia mengetahui saya sudah tidur, maka dia (Hassan) bangun dan shalat."

5. Abu Salamah Mas'ad bin Karom

Putra Abu Salamah, Muhammad, bercerita, "Ayahku tidak tidur sampai dia membaca separuh dari Alquran. Lalu ketika dia selesai membereskan pakaiannya dan membungkus jubahnya, kemudian dia tidur di atasnya dalam waktu nan singkat. Setelah itu dia melompat seolah sedang mencari sesuatu lantaran ada nan hilang. Lantas, dia menghadap mihrab (shalat malam) sampai fajar. Ia giat merahasiakannya."

Begitulah keikhlasan generasi salaf terdahulu dalam melaksanakan ibadah. Tidak berambisi mendapat pujian ataupun dilihat oleh orang-orang lain. Allah membalas mereka dengan segala nikmat atas apa nan mereka kerjakan. Allah SWT berfirman:

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka bermohon kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki nan Kami berikan kepada mereka. Maka tidak seorang pun mengetahui apa nan disembunyikan untuk mereka ialah (bermacam-macam nikmat) nan menyenangkan hati sebagai jawaban terhadap apa nan mereka kerjakan." (QS. As-Sajdah Ayat 16-17)

sumber : www.alukah.net

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam