Lima Tingkat Keimanan, Di Tingkat Berapa Iman Kita? 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ilustrasi Takwa/taqwa dan keimanan.

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan ketaatan sebagai kepercayaan dan kepercayaan kepada Allah, Nabi, kitab, dan lain sebagainya. Iman juga dapat diartikan sebagai ketetapan hati, keteguhan batin, dan keseimbangan batin.

Ulama beranggapan bahwa ada beberapa tingkat keimanan. Sehubungan dengan itu, sebagai umat Islam nan beragama kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta beragama kepada enam rukun iman, perlu mengetahui ada di mana tingkat keagamaan kita jika merujuk pendapat ustadz ini.

Syekh Allamah Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Banteni dalam Kitab Syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja mengatakan bahwa ada lima tingkatan iman.

Pertama, ketaatan taqlid, ialah mantap dan percaya dengan ucapan orang lain tanpa mengetahui dalilnya. Orang nan mempunyai tingkatan keagamaan ini dianggap sah keimanannya. Tetapi berdosa lantaran meninggalkan upaya mencari dalil andaikan orang tersebut bisa untuk menemukannya.

Kedua, ketaatan ilmi ialah mengetahui akidah-akidah beserta dalil-dalilnya. Tingkatan keagamaan ini disebut pengetahuan yaqin. Menurut Syekh Nawawi, orang nan mempunyai keagamaan tingkat pertama dan kedua termasuk orang nan terhalang jauh dari Dzat Allah Ta'aala.

Ketiga, ketaatan iyaan ialah mengetahui Allah dengan pengawasan hati. Oleh lantaran itu Allah tidak lenyap dari hati sekedip mata pun lantaran rasa takut kepada-Nya selalu ada di hati. Sehingga seolah-olah orang nan mempunyai tingkatan keagamaan ini memandang Allah di maqom muroqobah alias derajat pengawasan hati. Tingkat keagamaan ini disebut dengan ainul yaqin.

Keempat, ketaatan haq ialah memandang Allah dengan hati. Tingkatan keagamaan ini seperti nan disampaikan para ulama, ialah orang nan makrifat. Orang tersebut dapat memandang Allah dalam segala sesuatu. Tingkat keagamaan ini berada di maqom musyahadah dan disebut dengan haq al-yaqiin. Orang nan mempunyai tingkatan keagamaan ini adalah orang nan terhalang jauh dari selain Allah.

Kelima, ketaatan prinsip ialah sirna berbareng Allah dan mabuk lantaran cinta kepada-Nya. Oleh lantaran itu, orang nan mempunyai tingkatan keagamaan ini hanya memandang Allah seperti orang nan tenggelam di dalam lautan dan tidak memandang adanya tepi pantai sama sekali.

Tingkatan keagamaan nan wajib dicapai seseorang adalah tingkatan pertama dan kedua. Sedangkan tingkatan keagamaan ketiga, keempat dan kelima merupakan tingkatan-tingkatan keagamaan nan dikhususkan oleh Allah untuk para hamba-Nya nan Dia kehendaki.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam