Lupa Berapa Kali Puasa Bolong, Bagaimana Cara Menggantinya? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA--Banyak orang dengan sengaja tidak berpuasa selama bertahun-tahun lantaran sudah menjadi kebiasaan. Atau di setiap bulan ramadhan, mereka tidak puasa satu bulan penuh. Padahal puasa ramadhan wajib dilaksanakan bagi umat Islam apabila tidak sedang berhalangan.

Dari saking sering menjadi kebiasaan tidak berpuasa hingga lupa berapa kali tidak berpuasa. Padahal setiap puasa nan ditinggalkan wajib diganti alias membayar fidyah bagi orang-orang tertentu. Lalu gimana langkah mengganti utang puasa namun lupa berapa hari nan kudu diganti?

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Gahrur menjelaskan ketika menghadapi situasi nan demikian maka orang tersebut kudu berupaya mengingat semampunya berapa kali puasa ramadhan tidak dilaksanakan.

"Lalu melakukannya qodlo, sepenuh minta pembebasan istighfar kepada Allah," jelas Gus Fahrur kepada Republika.co.id, Sabtu (16/3/2024).

Allah SWT dengan tegas memerintahkan mereka nan tidak berpuasa tanpa uzur nan jelas agar menggantinya. Hal tersebut tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Ayyāmam ma‘dūdāt(in), faman kāna minkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar(a), wa ‘alal-lażīna yuṭīqūnahū fidyatun ṭa‘āmu miskīn(in), faman taṭawwa‘a khairan fahuwa khairul lah(ū), wa an taṣūmū khairul lakum in kuntum ta‘lamūn(a).

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara Anda sakit alias dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari nan lain. Bagi orang nan berat menjalankannya, wajib bayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,51) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika Anda mengetahui."

Tafsir Tahlili dalam Quran Kemenag menjelaskan bahwa siapa nan betul-betul tidak bisa menjalankan puasa boleh menggantinya dengan fidyah walaupun tidak sedang sakit alias bepergian. Mereka adalah orang tua nan tak bisa lagi berpuasa, wanita mengandung dan menyusui, orang sakit nan tak bisa berpuasa dan penyakitnya tidak ada angan sembuh dan tak bisa lantaran pekerjaan.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam