Pernahkah dengkul bersuara krek saat berdiri, berjalan, alias sekadar mengubah posisi duduk? Kondisi dengkul bunyi krek tapi tidak sakit sebenarnya sangat umum terjadi dan dialami oleh banyak orang.
Yang sering menjadi pertanyaan adalah: apakah kondisi ini berbahaya, dan apa sebenarnya yang terjadi di dalam sendi lutut?
Artikel ini bakal menjelaskan penyebab dengkul bunyi krek, kapan kondisi ini perlu diwaspadai, dan langkah mengobati dengkul bersuara krek secara tepat.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Apa yang Terjadi di Dalam Sendi Lutut?
Sebelum membahas penyebabnya, ada baiknya memahami terlebih dulu gimana sendi dengkul bekerja. Lutut tersusun dari tiga tulang utama, yaitu:
- Patella (tempurung lutut)
- Femur (tulang paha)
- Tibia (tulang kering)
Di antara ketiga tulang ini terdapat tulang rawan dengkul yang berfaedah sebagai alas agar tulang tidak saling bergesekan, serta cairan sinovial yang bekerja seperti pelumas agar sendi dapat bergerak dengan mulus.
Mekanisme bunyi pada sendi dengkul bisa terjadi lantaran beberapa hal. Gas dalam cairan sendi yang berupa gelembung mini dapat pecah saat sendi digerakkan dan menghasilkan bunyi krek alias pop.
Selain itu, tendon dengkul dan ligamen dengkul yang melintas di sekitar tulang juga bisa mengeluarkan bunyi saat bergeser dan kembali ke posisi semula.
Pergerakan patella yang tidak sepenuhnya lurus dalam alurnya pun dapat memicu gesekan ringan yang terdengar sebagai suara.
Fenomena crepitus pada lutut—istilah medis untuk bunyi alias sensasi berderak dari dalam sendi—bisa terjadi baik pada kondisi normal maupun sebagai tanda adanya gangguan tertentu.
Peran tulang rawan dengkul sangat krusial di sini, lantaran kondisi alas ini secara langsung memengaruhi seberapa sering dan seberapa keras bunyi krek pada sendi yang terdengar.


Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit: Ini Penyebabnya!
Kenapa dengkul bunyi krek krek alias apalagi bersuara nyaris setiap kali digerakkan?
Ada beberapa penyebab dengkul bunyi krek yang perlu diketahui, terutama jika tidak disertai rasa sakit sama sekali.
1. Gelembung Gas dalam Cairan Sinovial
Penyebab paling umum dari dengkul bunyi kretek tanpa rasa sakit adalah pecahnya gelembung gas di dalam cairan sinovial.
Saat sendi digerakkan, tekanan di dalamnya berubah dan gelembung mini yang terbentuk dari gas terlarut pun pecah, menghasilkan bunyi krek. Kondisi ini sangat normal dan tidak rawan sama sekali.
2. Pergeseran Tendon alias Ligamen
Tendon dan ligamen di sekitar dengkul bisa bergeser sedikit saat sendi dalam posisi tertentu, lampau kembali ke posisi semula dengan mengeluarkan bunyi klik.
Inilah yang sering menjadi jawaban dari pertanyaan kenapa dengkul sering bunyi saat melakukan aktivitas berulang seperti naik tangga alias jongkok.
Kenapa lutut berbunyi saat digerakkan pada kondisi ini adalah lantaran jaringan lunak di sekitar sendi belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan perubahan posisi.
3. Penipisan Tulang Rawan Lutut
Seiring bertambahnya usia, tulang rawan dengkul bisa menipis secara alami. Ketika alas ini berkurang ketebalannya, tulang dengkul bunyi lebih mudah terdengar saat bergerak.
Namun, perihal ini tidak selalu menimbulkan rasa sakit, terutama di tahap awal.
4. Aktivitas yang Memicu Bunyi Lutut
Lutut bersuara saat bergerak bisa muncul dalam beragam situasi sehari-hari.
Memahami kegiatan yang memicu bunyi dengkul krusial agar seseorang bisa mengenali kapan bunyi tersebut tetap tergolong normal dan kapan perlu diwaspadai.
Lutut bunyi saat diluruskan alias dengkul bersuara saat diluruskan tapi tidak sakit sering terjadi setelah duduk dalam waktu lama, misalnya setelah bekerja di depan komputer alias setelah perjalanan jauh.
Bunyi ini muncul lantaran perubahan tekanan mendadak di dalam sendi saat dengkul kembali direntangkan.
Lutut bunyi krek saat ditekuk tapi tidak sakit juga umum dialami saat sholat, berkendara, alias berolahraga.
Sendi bersuara saat ditekuk ini biasanya disebabkan oleh pergeseran patella yang menyesuaikan posisinya.
- Lutut bunyi saat jongkok tapi tidak sakit sering dirasakan lantaran posisi jongkok memberikan tekanan lebih besar pada sendi dibanding posisi berdiri biasa.
- Lutut bersuara saat berdiri dari duduk terjadi lantaran perubahan tekanan yang tiba-tiba saat tubuh beranjak dari posisi tak bersuara ke posisi bergerak.
- Lutut bunyi saat melangkah alias dengkul bersuara saat naik tangga berangkaian erat dengan beban tubuh yang ditopang oleh sendi dengkul secara berulang.
- Lutut bunyi saat olahraga lebih sering dialami mereka yang aktif bergerak lantaran intensitas pergerakan sendinya lebih tinggi dari biasanya.


Apakah Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit Berkaitan dengan Usia?
Hubungan bunyi dengkul dengan usia memang nyata dan perlu dipahami. Lutut bunyi krek pada usia muda umumnya disebabkan oleh gelembung gas alias pergeseran ligamen yang wajar dan tidak berbahaya.
Pada usia yang lebih tua, dengkul sering bunyi bisa menjadi tanda bahwa tulang rawan mulai menipis alias ada perubahan degeneratif pada sendi.
Meski begitu, dengkul sering bunyi kretek pada lansia tidak selalu menandakan masalah serius, selama tidak ada indikasi lain yang menyertainya.
Kondisi Medis Penyebab Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit
Walaupun dengkul bunyi krek tapi tidak sakit kebanyakan tidak berbahaya, ada beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab di baliknya dan perlu diwaspadai.
1. Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah kondisi di mana tulang rawan dengkul menipis hingga tulang-tulang mulai bersenggolan langsung satu sama lain.
Pada kondisi ini, sendi dengkul bersuara biasanya disertai rasa nyeri dan sendi dengkul kaku, terutama saat bangun tidur di pagi hari.
2. Chondromalacia Patella
Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan di bawah tempurung dengkul melunak.
Kondisi ini bisa menimbulkan bunyi klik pada dengkul saat ditekuk alias diluruskan, dan sering dirasakan oleh orang yang sering jongkok alias naik tangga.
3. Patellofemoral Pain Syndrome
Ini adalah kondisi di mana Patella tidak bergerak dengan betul dalam alurnya.
Hal ini bisa menyebabkan dengkul popping alias dengkul cracking saat beraktivitas, disertai rasa tidak nyaman di sekitar tempurung lutut.
4. Cedera Ligamen
Cedera pada ligament dengkul kadang menyebabkan dengkul bunyi seperti patah tapi tidak sakit di tahap awal.
Namun, kondisi ini biasanya disertai indikasi lain seperti bengkak alias rasa tidak stabil saat berdiri.


Apakah Lutut Bunyi Krek Berbahaya?
Pertanyaan apakah dengkul bunyi krek rawan sangat berjuntai pada indikasi yang menyertai bunyi tersebut. Bunyi krek pada dengkul apakah normal?
Jawabannya: ya, selama tidak ada rasa sakit, bengkak, alias kesulitan menggerakkan lutut.
Kondisi sendi normal vs bermasalah bisa dibedakan dari ada tidaknya indikasi tambahan.
Jika dengkul bunyi kretek terjadi sesekali tanpa keluhan apapun, kondisi ini tergolong wajar dan tidak memerlukan penanganan khusus.
Sebaliknya, jika kenapa dengkul bersuara krek menjadi pertanyaan yang disertai rasa nyeri menetap alias pembengkakan, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Kapan bunyi dengkul perlu diperiksa dokter? Ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan, yaitu:
- Ketika dengkul bunyi disertai nyeri yang tidak kunjung reda
- Muncul pembengkakan di sekitar sendi
- Lutut terasa kaku dan susah digerakkan
- Lutut sering bunyi kretek dengan gelombang yang makin sering dan makin keras
- Ada riwayat cedera ligamen sebelumnya.
Untuk memastikan kondisi sendi, tulang rawan dengkul dan ligamen dengkul di dalamnya, master biasanya bakal merekomendasikan:
- Pemeriksaan ortopedi
- X-ray lutut
- MRI lutut


Cara Mengatasi dan Mengobati Lutut Bunyi Krek
Bagi yang mau tahu langkah mengatasi dengkul bunyi krek dan langkah mengobati dengkul bersuara krek, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.
1. Perkuat otot di sekitar lutut
Latihan seperti berenang alias bersepeda sangat dianjurkan lantaran tidak memberikan beban berlebih pada sendi.
Otot paha dan betis yang kuat membantu menopang sendi dengkul dengan lebih baik sehingga dengkul bunyi saat melangkah bisa berkurang.
2. Lakukan peregangan rutin
Meregangkan tendon dengkul dan ligamen dengkul secara teratur membantu mengurangi ketegangan jaringan lunak di sekitar sendi yang menjadi salah satu pemicu bunyi.
3. Jaga berat badan ideal
Berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada sendi lutut.
Dengan menjaga berat badan yang sehat, beban pada tulang dengkul berkurang sehingga dengkul bersuara saat naik tangga alias beraktivitas bisa lebih jarang terjadi.
4. Konsumsi suplemen jika diperlukan
Untuk obat dengkul bunyi krek tapi tidak sakit, sebenarnya tidak ada obat unik yang dibutuhkan selama tidak ada nyeri.
Namun, suplemen seperti glukosamin dan kondroitin bisa membantu menjaga kesehatan tulang rawan lutut.
Konsultasikan terlebih dulu dengan master sebelum mengonsumsinya.
5. Jalani terapi fisik
Fisioterapi bisa membantu memperbaiki langkah bergerak patella, memperkuat otot-otot penyangga sendi, dan mengurangi gelombang sendi bersuara saat ditekuk maupun diluruskan.
Kesimpulan tentang Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit
Lutut bunyi krek tapi tidak sakit adalah kondisi yang sangat umum dan pada sebagian besar kasus tidak perlu dikhawatirkan.
Penyebab dengkul bunyi krek bisa berasal dari pecahnya gelembung gas dalam cairan sinovial, pergeseran tendon alias ligamen, hingga penipisan tulang rawan lutut.
Selama tidak ada rasa sakit, bengkak, alias keterbatasan gerak, kondisi ini termasuk wajar.
Namun, jika kenapa dengkul bersuara krek menjadi kekhawatiran lantaran disertai indikasi lain, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter.
Penanganan sejak awal bakal mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Dengan menjaga style hidup aktif, berat badan ideal, dan rutin bergerak, kesehatan sendi dengkul dapat terjaga dengan baik dalam jangka panjang.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik dengkul bunyi krek tapi tidak sakit
Kenapa dengkul bunyi krek tapi tidak sakit?
Lutut bunyi krek tapi tidak sakit umumnya disebabkan oleh pecahnya gelembung gas dalam cairan sinovial, pergeseran tendon alias ligamen di sekitar sendi, alias pergerakan patella yang menyesuaikan posisinya.
Kondisi ini sangat umum terjadi dan tidak rawan selama tidak disertai nyeri, bengkak, alias keterbatasan gerak.
Apakah dengkul bunyi krek berbahaya?
Lutut bunyi krek tidak selalu berbahaya. Jika bunyi muncul tanpa rasa sakit, bengkak, alias kesulitan menggerakkan lutut, kondisi ini tergolong normal.
Namun, jika bunyi disertai nyeri yang menetap, pembengkakan, alias sendi terasa kaku, sebaiknya segera konsultasi ke master untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Apa saja kegiatan yang bisa memicu dengkul bunyi krek?
Beberapa kegiatan yang sering memicu dengkul bunyi krek antara lain berdiri setelah duduk lama, jongkok, naik tangga, berjalan, dan berolahraga.
Bunyi yang muncul saat melakukan kegiatan tersebut umumnya normal, terutama jika tidak disertai rasa sakit.
Bagaimana langkah mengatasi dengkul yang sering bunyi krek?
Cara mengatasi dengkul yang sering bunyi krek meliputi:
- Memperkuat otot di sekitar dengkul melalui olahraga rendah akibat seperti berenang alias bersepeda
- Melakukan peregangan tendon dan ligamen secara rutin
- Menjaga berat badan ideal, serta menjalani terapi bentuk jika diperlukan
- Konsumsi suplemen seperti glukosamin dan kondroitin juga bisa membantu menjaga kesehatan tulang rawan lutut.


English (US) ·
Indonesian (ID) ·