Makanan Yang Dihidangkan Untuk Penghuni Neraka

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Kenikmatan menyantap makanan tercapai ketika memuaskan rasa lapar. Bukan dengan memilih makanan nan paling lezat. Secara medis dan pengetahuan gizi, sepersepuluh dari apa nan manusia konsumsi itu untuk kelangsungan hidup.

Lantas gimana kehidupan di alambaka kelak khususnya di neraka? Apakah juga tetap menyantap makanan?

Di alambaka nanti, para penghuni neraka memakan sesuatu nan berbeda dengan apa nan dimakannya saat di dunia. Karena dia telah mengingkari dua faedah makanan ialah menghilangkan rasa lapar dan memberikan kekuatan pada tubuh.

Allah SWT berfirman:

تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ  لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ

"Mereka memasuki api nan sangat panas (neraka), diberi minum dari sumber mata air nan sangat panas. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon nan berduri, nan tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar." (QS. Al Gasyiyah ayat 4-7)

Dengan demikian, makanan untuk penunggu neraka tidak membikin mereka kuat dan tidak pula menghilangkan rasa lapar. Ini lantaran tidak ada tujuan nan tercapai dengan makanan tersebut.

Abu Al Saud dalam "Irsyad Al Aql Al Salim ila Mazaya Al Kitab Al Karim" menjelaskan, rasa lapar mereka, para mahir neraka, adalah suatu corak pembakaran api di dalam usus mereka. Api apa pun nan ada di dalamnya bakal keluar.

"Bagi mereka (ahli neraka) nan mendambakan suatu makanan, alias menikmati makanan lezat, alias berambisi mendapatkan faedah dari makanan nan disantapnya, perihal itu mustahil," jelasnya.

Orang-orang kafir berupaya memuaskan rasa laparnya tanpa mempedulikan akhirat. Mereka makan tanpa berpikir hari akhir, dan tidak pula memikirkan apa nan telah diberikan Allah kepada makhluk-Nya sebagai tanda nan bakal membawa mereka pada Keesaan Allah dan pengetahuan tentang kebenaran rasul-rasul-Nya. Mereka makan seperti hewan-hewan ternak.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗوَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

"Sungguh, Allah bakal memasukkan orang-orang nan beragama dan mengerjakan amal ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang nan kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka." (QS. Muhammad ayat 12)

Adapun Islam telah mengajarkan untuk menjaga kesehatan dengan tidak makan berlebihan. Allah SWT berfirman:

۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu nan bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang nan berlebih-lebihan." (QS. Al A'raf ayat 31)

Karena itu, mengonsumsi makanan kudu dalam jumlah tertentu. Karena mengonsumsi makanan dengan langkah nan berlebihan hanya bakal mendatangkan kerakusan, kemalasan, dan ketidakmampuan perseorangan dalam menunaikan ibadah secara maksimal.

Sumber:

https://www.alukah.net/sharia/1061/164459/%d8%a8%d8%b9%d8%b6-%d8%a7%d9%84%d8%a3%d8%b7%d8%b9%d9%85%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d9%88%d8%a7%d8%b1%d8%af%d8%a9-%d9%81%d9%8a-%d8%a7%d9%84%d9%82%d8%b1%d8%a2%d9%86-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%b1%d9%8a%d9%85-%d9%88%d8%b9%d9%84%d8%a7%d9%82%d8%aa%d9%87%d8%a7-%d8%a8%d8%a7%d9%84%d8%ba%d8%b0%d8%a7%d8%a1-%d8%a7%d9%84%d8%b5%d8%ad%d9%8a/#_ftn4

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam