Makna Idul Fitri Dan Zakat Fitrah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA — Dalam Islam perayaan Idul Fitri dan penyaluran amal fitrah, merupakan simbol penyucian alias simbolisasi bahwa umat muslim kembali fitri atau suci. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy dalam Halal Bihalal Keluarga Besar Sivitas Akademika UMM pada Selasa lalu. 

Muhadjir mengatakan, jumlah amal nan dikeluarkan berupa makanan pokok sebanyak 2,5 kilogram dan itu merupakan pemisah bawah. Artinya, kata Muhadjir nan juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), jika mengeluarkan amal lebih dari jumlah 2,5 kg tentu sangat diperbolehkan.

Secara simbolis Muhadjir menyebut, penunaian Zakat Fitrah ini sebagai corak penghargaan seorang muslim terhadap dirinya sendiri. Maka semakin banyak dia mengeluarkan Zakat Fitrah, berfaedah semakin tinggi dia menghargai dirinya.

“Sebelum orang lain menghargai diri kita, alias sebelum orang lain kita minta untuk menghargai diri kita, maka hargailah diri kita sendiri terutama di hadapan Allah SWT,” kata Muhadjir, dikutip dari web resmi Muhammadiyah, Kamis (18/4/2024).

“Jadi jika kita itu berderma, berderma itu sebenarnya termasuk di dalamnya adalah amal itu tidak boleh pelit, tapi juga tidak boleh boros. Tetapi di antara dua itu, di antara pelit dan boros,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam menjalankan perintah berzakat diperlukan manajemen finansial atau

ekonomi di sebuah keluarga. Sehingga antara kebutuhan family dengan anggaran sosial dan keagamaan bisa diperhitungkan dengan baik dan proporsional.

Konsep amal dalam aliran Islam tidak hanya untuk membersihkan diri, tetapi juga ada amal sebagai perangkat membersihkan kekayaan alias nan sering disebut dengan Zakat Mal. Zakat Mal ini untuk membersihkan kekayaan dari nan haram-haram.

Lebih-lebih di masa sekarang nan menurut Muhadjir banget susah untuk menghindari riba, meski sudah sangat berhati-hati, tapi kekayaan dari seorang muslim tetap dikhawatirkan berasal dari riba, oleh lantaran itu krusial untuk menunaikan Zakat Mal.

“Karena itulah Zakat Mal itu adalah langkah untuk membersihkan itu. Di dalam Alqur’an itu juga acapkali disebutkan bahwa riba itu sering disandingkan dengan jual beli,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam