Manajemen Produksi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Sebuah pabrik untuk mengolah peralatan mentah menjadi peralatan jadi tentu memerlukan manajemen produksi nan efektif dan efisien.

Tujuannya agar setiap tenaga kerja bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan semuanya sesuai dengan standard SOP nan ditentukan.

Apa nan dimaksud dengan manajemen produksi?

pengertian manajemen produksi

Manajemen adalah langkah mengatur orang lain agar mau membantu untuk mencapai tujuan kita.

Produksi adalah aktivitas mengubah nilai suatu peralatan menjadi lebih tinggi.

Manajemen produksi adalah aktivitas menata suatu proses mengubah peralatan mentah (bahan baku) menjadi produk akhir nan siap digunakan / dijual.

Jadi intinya, manajemen produksi mengatur gimana aktivitas produksi.

Pengertian manajemen produksi menurut para ahli

definisi manajemen produksi menurut ahli

Berikut adalah pendapat mahir mengenai arti manajemen produksi:

1. Manajemen produksi menurut Sofyan Assauri

Kegiatan untuk mengkoordinasikan dan mengatur segala sumber daya: manusia, dana, bahan dengan efektif dan efisien dengan tujuan menambah nilai guna sebuah jasa dan barang.

2. Manajemen produksi menurut Heizer dan Reider

Rangkaian proses aktivitas untuk menghasilkan sebuah nilai dalam corak jasa dan barang, dengan langkah mengubah input menjadi suatu output.

3. Manajemen produksi menurut Handoko

Segala upaya pengelolaan dengan maksimal menggunakan sumber daya produksi (tenaga kerja, alat, mesin, bahan mentah, dll), dimana ada proses mengubah (transformasi) bahan mentah dan tenaga kerja menjadi produk peralatan alias jasa.

4. Manajemen produksi menurut Irham Fahmi

Ilmu manajemen nan mempelajari dengan menyeluruh langkah pihak manajemen produksi perusahaan memakai pengetahuan serta seni nan dipunyai untuk mengatur dan mengarahkan oran agar mencapai hasil produksi nan ditetapkan.

Mengapa manajemen produksi itu penting?

tujuan manajemen produksi

Paling tidak ada 7 tujuan manajemen produksi, yaitu:

1. Membantu mencapai tujuan perusahaan

Produksi dilakukan agar ada peralatan alias jasa nan bisa dijual ke calon customer, tujuannya agar perusahaan mendapatkan untung nan banyak.

Untuk memastikan proses produksi melangkah lancar, tentu dibutuhkan SOP nan jelas dalam manajemen produksi.

2. Membuat penemuan produk

Dalam fungsi manajemen, ada proses evaluasi.

Hasil dari pertimbangan inilah nan dijadikan dasar untuk membikin produk baru dengan kualitas nan lebih baik dari masa ke masa.

Inovasi inilah nan membikin perusahaan tetap memperkuat dan bisa mempertahankan pengguna nan telah loyal.

3. Meningkatkan gambaran ke konsumen

Dengan hasil produk alias jasa nan baik, maka tingkat kepuasan konsumen dengan brand perusahaan bakal naik. Imbasnya gambaran dan nilai perusahaan menjadi naik di mata konsumen.

Efeknya? Perusahaan bisa menjual produk lebih banyak dan lebih mahal lagi. Contohnya adalah Apple, peralatan apapun nan dijual Apple pasti laku dan mahal untuk saat ini.

4. Mudah berkompetisi

Jika peralatan nan dibuat itu berkualitas, maka peralatan dan jasa tersebut bakal mudah di terima pasar. Apalagi jika harganya murah.

Itulah pentingnya manajemen produksi, membikin produk bagus nilai murah.

5. Mempermudah bagian lain

Dengan membikin manajemen produksi nan baik, maka bagian lain bakal dipermudah.

Contoh, bagian marketing tentu lebih mudah menjual peralatan berbobot dibanding dengan produk nan asal jadi.

Imbasnya ada di penjualan naik, dan divisi finance mendapatkan pemasukan nan lebih banyak, kemudian dengan hasil pertimbangan manajemen produksi bisa mengurangi ongkos produksi tanpa mengurangi kualitas barang.

6. Membuat perusahaan menjadi berkembang cepat

Efek dari peralatan bagus, nilai murah adalah penjualan naik dan untung perusahaan juga naik.

Karena untung naik, maka perusahaan bisa berekspansi mengembangkan bisnisnya menjadi lebih cepat.

7. Meminimalisir pengeluaran

Prinsip ekonomi adalah dengan modal seminimal mungkin tapi untung semaksimal mungkin.

Bagian manajemen produksi inilah nan memegang peranan penting, lantaran merekalah nan tahu proses pencarian bahan baku hingga ke pengolahannya.

Dengan pertimbangan mendalam maka bakal ditemukan inovasi-inovasi produksi nan bisa memangkas nilai produksi.

Apa contoh manajemen produksi?

contoh manajemen produksi

Berikut ini adalah contoh manajemen produksi di suatu perusahaan manufaktur:

Di perusahaan manufaktor pengolahan besi, ada manajer produksi baru nan masuk. Pada saat awal masuk, dia meminta laporan dari lima bagian yaitu: manajemen, keuangan, perawatan, kontrol kualitas dan proses produksi.

Dengan info laporan nan diberikan, maka dia mencoba membikin efisiensi di bagian produksi, yaitu: pengurangan tenaga kerja nan tidak produktif, memaksimalkan bahan baku nan ada, serta meningkatkan standard pengawasan.

Hal ini memicu pengurangan pengeluaran perusahaan sebesar 20% dan meningkatkan produktivitas hingga 50%.

Adapun contoh proses produksi lain adalah:

  • Proses analitik (mengubah minyak bumi mentah menjadi minyak jadi, seperti premium, pertamax)
  • Proses fabrikasi (perusahaan mebel)
  • Proses ekstraktif (tambang minyak dan batu bara)

Apa kegunaan manajemen produksi?

fungsi manajemen produksi

Ada empat kegunaan utama manajemen produksi menurut Sofian Assauri, yaitu:

1. Membuat perencanaan

Pertama adalah membuat planning, tanpa adanya perencanaan maka semua stakeholder tidak bakal tahu apa nan kudu dilakukan.

Perencanaan ini berupa perencanaan pembelian bahan baku, produksi, pengawasan, hingga rencana gimana langkah menjual peralatan nan sudah jadi.

Dengan perencanaan nan detail, maka memudahkan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

2. Proses pengolahan

Setelah membikin perencanaan, maka selanjutnya adalah proses produksi pengolahan.

Yaitu mengubah peralatan mentah menjadi peralatan jadi dengan memanfaatkan segala sumber daya nan ada.

3. Jasa penunjang

Lengkapi segala akomodasi nan bisa menunjang proses pengolahan.

Misal membikin suasana instansi alias pabrik menjadi kondusif, berikan waktu rehat dan sholat nan cukup untuk karyawan. Faktor penunjang ini juga bisa berpengaruh signifikan ke proses produksi.

4. Pengawasan

Untuk memastikan segala proses dapat melangkah dengan maksimal, maka diperlukan pengawasan nan ketat agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Apa saja ruang lingkup manajemen produksi?

ruang lingkup manajemen produksi

Ada tiga kategori dalam pengambilan keputusan dan kebijakan nan termasuk ruang lingkup manajemen produksi, yaitu:

1. Kebijakan alias keputusan mengenai desain

Pertama adalah pengambilan keputusan tentang kreasi perusahaan. Desain ini berkarakter menyeluruh, seperti:

  • Desain produk nan bakal dibuat
  • Desain metode dan teknologi nan digunakan
  • Desain strategi marketing
  • Desain letak dan tata letak pabrik

2. Kebijakan alias keputusan mengenai transformasi

Keputusan transformasi berkarakter jangka pendek, biasanya berjangka beberapa bulan. Biasanya berangkaian dengan perihal taktis dan operasional produksi. Contoh kebijakan transformasi:

  • Jadwal giliran / shift kerja
  • Jadwal penyerahan laporan
  • Anggaran produksi / pengeluaran bulanan

3. Kebijakan alias keputusan mengenai perbaikan

Terakhir adalah keputusan tentang maintenance untuk melakukan perbaikan dan perawatan secara rutin dalam periode waktu tertentu.

Yang termasuk dalam kebijakan ini adalah perbaikan kualitas, keefesienan produksi, perawatan mesin, dll.

Sekian pembahasn komplit mengenai manajemen produksi suatu peruasahaan. Semoga bermanfaat!

Post Views: 5,881

Selengkapnya
Sumber Bisnis dan Manajemen
Bisnis dan Manajemen