Mandi Sunah Saat Ibadah Haji

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kincaimedia – Mandi sunah merupakan salah satu amalan nan dianjurkan bagi para jamaah haji sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji. Mandi ini bermaksud untuk mensucikan diri secara lahir dan jiwa sebagai persiapan untuk menyambut tamu Allah dengan penuh intens dan tawadhu’. Berikut adalah beberapa mandi sunah nan dianjurkan selama ibadah haji

Ibadah haji mempunyai tatacara tertentu nan kudu diketahui oleh setiap orang nan hendak mau melaksanakannya. Sebagaimana ibadah nan lain, ibadah haji mempunyai syarat dan rukun nan kudu dipenuhi agar ibadah haji tersebut sah, juga mempunyai perkara-perkara sunah nan dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah haji tersebut lebih sempurna.

Mandi Sunah Saat Ibadah Haji

Di antara perkara sunah nan dianjurkan ketika melaksanakan ibadah haji adalah mandi. Disebutkan dalam kitab Alfiqhul Manhaji, bahwa ada lima rangkaian ibadah haji nan disunahkan mandi terlebih dahulu, sebagaimana berikut;

Pertama, ketika hendak melaksanakan ihram, baik ihram haji alias umrah. Setiap orang nan hendak melaksanakan ihram, baik laki-laki, perempuan, wanita nan sedang menstruasi alias nifas, disunahkan mandi. Hal ini berasas sabda riwayat Imam Tirmidzi dari Zaid bin Tsabit Alanshari;

انه راى النبي صل الله عليه وسلم تجرد لاهلاله واغتسل

“Zaid bin Tsabit memandang Nabi Saw. melepas bajunya untuk membaca talbiyah saat ihram dan beliau mandi.”

Kedua, ketika hendak memasuki kota Mekkah. Dalam sabda riwayat Imam Bukhari dan Muslim dikisahkan;

ان ابن عمر كان لا يقدم مكة الا بات بذي طوى حتى يصبح ويغتسل ثم يدخل مكة نهارا وكان يذكر عن النبي صلى الله عليه وسلم انه فعله

“Bahwa Ibnu Umar tidak memasuki kota Mekkah selain beliau bermalam terlebih dulu di Dzi Thuwa sampai pagi hari, kemudian beliau mandi dan memasuki pada siang harinya. Beliau menyebut bahwa Nabi Saw. melakukan perihal nan sama.”

Ketiga, ketika hendak wukuf di Arafah setelah mentari zawal alias condong ke arah barat. Ulama mazhab, baik Maliki, Hanafi, Syafii, dan Hambali sepakat mengenai rekomendasi mandi terlebih dulu ketika hendak wakuf di Arafah. Hal ini berasas sabda riwayat Imam Malik dalam kitab Almuwattha’ dari Imam Nafi’;

ان عبد الله بن عمر كان يغتسل لاحرامه قبل ان يحرم ولدخوله مكة ولوقوفه عشية عرفة

“Sesungguhnya Abdullah bin Umar mandi terlebih dulu sebelum ihram, sebelum masuk kota Mekkah, dan ketika untuk wukuf pada saat sore di hari Arafah.”

Keempat, ketika melempar jumrah pada hari-hari tasyriq setelah mentari zawal alias condong ke arah barat. Disunahkan mandi ketika hendak melempar jumrah lantaran bakal berkumpul dengan saudara-saudara nan lain, sebagaimana disunahkan mandi pada hari jumat lantaran hendak berkumpul berbareng di masjid.

Kelima, ketika hendak masuk kota Madinah. Kota Madinah adalah tanah haram alias mulia sebagaimana kota Mekkah, sehingga ketika hendak memasuki kota Madinah disunahkan mandi dulu. Jika tidak memungkinkan, maka disunahkan mandi ketika hendak memasuki masjid nabawi.

Adapun tatacara mandi di atas, lebih utama jika mengikuti ketentuan dan tatacara sebagaimana mandi junub. Akan tetapi, mengguyur seluruh personil tubuh dengan air saja sudah dinilai cukup.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah