Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Ini Profil dan Gerakannya untuk Perempuan

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 40x dilihat
Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Ini Profil dan Gerakannya untuk Perempuan

Bagikan Postingan

Martha Tilaar wafat bumi pada usia 89 tahun. Kenali profil pendiri Sariayu, berita kesehatannya, dan kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan Indonesia.

Kabar duka datang dari bumi kecantikan Indonesia. Dr. (H.C) Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus sosok di balik merek kosmetik lokal Sariayu, wafat bumi pada Rabu, 14 Oktober 2026, di usia 89 tahun.

Kepergian Martha Tilaar tentu menjadi kehilangan besar, bukan cuma bagi famili dan industri kecantikan, tetapi juga bagi perempuan Indonesia yang selama ini terinspirasi oleh perjalanan hidupnya.

Martha bukan sekadar pengusaha yang berhasil membangun upaya kecantikan. Ia juga dikenal sebagai sosok yang mengadopsi harta lingkungan Nusantara dan membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan keahlian serta kemandirian ekonomi.

Lantas, siapa sebenarnya Martha Tilaar, apa penyebab kepergiannya, dan sepertiapa kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan? Yuk, Mommies dan Daddies, kenali sosoknya lebih dekat.

BACA JUGA: Martha Tilaar, “Suami Istri Harus Bisa Saling Mengisi”

Foto: Instagram @martha_tilaar

Martha Tilaar Meninggal Dunia, Sempat Sakit Apa?

Martha Tilaar wafat bumi pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta, pada usia 89 tahun.

Mengutip laporan ANTARA, putra bungsunya, Kilala Tilaar, menyampaikan bahwa sang ibu sempat mengalami flu ringan selama sekitar satu minggu sebelum wafat dunia.

Sementara itu, putra sulungnya, Bryan David Emil Tilaar, mengungkapkan bahwa Martha sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar delapan hingga sembilan hari. Ia juga memiliki histori asma dan pernah mengalami perdarahan sekitar satu separuh tahun sebelumnya.

Meski demikian, famili tidak mengungkapkan secara pasti bahwa flu maupun asma menjadi penyebab langsung kepergian sang ibunda. Karena itu, krusial bagi kita untuk tidak menyimpulkan penyebab medis tertentu di luar keterangan yang telah disampaikan keluarga.

BACA JUGA: Tips Membangun Jiwa Kepemimpinan Anak Perempuan agar Tumbuh Berdaya

Profil Martha Tilaar, Perempuan di Balik Sariayu

Martha Tilaar lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Ia menempuh pendidikan sejarah di IKIP Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan kecantikan di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.

Berbekal ilmu kecantikan modern dan ilmu tradisional tentang jamu serta perawatan berbahan alami, Martha mulai merintis upaya kecantikannya pada 1970. Saat itu, ia membuka salon sederhana di tempat parkir rumah orang tuanya di area Menteng, Jakarta.

Dari upaya kecil tersebut, bisnisnya berkembang menjadi Martha Tilaar Group, yang menaungi beragam sektor usaha, mulai dari kosmetik, salon dan spa, hingga pendidikan kecantikan.

Salah satu merek yang paling dikenal penduduk adalah Sariayu, yang dikembangkan dengan mengadopsi bahan alami, warna, dan inspirasi adat Indonesia.

Perjalanan Martha memberitahu bahwa upaya lokal bisa berkembang melalui keberanian berinovasi tanpa meninggalkan identitas dan harta adat sendiri.

Gerakan Martha Tilaar untuk Perempuan Indonesia

Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Ini Profil dan Gerakannya untuk Perempuan

Foto: Instagram @martha_tilaar

Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu bagiankecil krusial dari visi Martha Tilaar Group. Baginya, industri kecantikan bukan cuma soal penampilan, tetapi juga bisa menjadi jalan untuk membuka kesempatan belajar, bekerja, dan berupaya bagi perempuan.

Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah Beautifying Indonesia, yang diperkenalkan pada 2010. Gerakan ini bertumpu pada empat pilar, yaitu Beauty Green, Beauty Education, Beauty Culture, dan Empowering Women.

Berikut beberapa bentuk kontribusi yang relevan untuk diketahui.

1. Membuka akses pendidikan keterampilan

Melalui Puspita Martha International Beauty School, Martha Tilaar Group menyediakan pendidikan di sektor kecantikan, tata rias, tata rambut, dan spa. Pendidikan keahlian seperti ini dapat menjadi bekal bagi perempuan untuk memasuki bumi kerja maupun membangun upaya sendiri.

2. Mendukung perempuan agar berdikari secara ekonomi

Dalam program pemberdayaannya, grup ini pernah menjalankan pelatihan bagi perempuan, termasuk penjual jamu gendong dan perempuan di daerah yang terdampak bencana. Keterampilan yang sesuai kebutuhan dapat membantu perempuan mengembangkan gaji dan memperluas kesempatan kerja.

3. Melestarikan ilmu tradisional perempuan

Jamu dan perawatan kecantikan tradisional menjadi bagiankecil dari pendekatan upaya Martha. Upaya mengembangkan ilmu lokal tersebut juga membuka ruang bagi pelaku upaya dan kelompok yang terlibat dalam rantai pasok bahan alami.

BACA JUGA: Mari Ajarkan Anak Laki-Laki Kita untuk Mendukung Perempuan Berdaya

Warisan Martha Tilaar bagi Perempuan Indonesia

Kepergian Martha Tilaar mengingatkan kita bahwa keberhasilan seorang perempuan tidak mesti selesai pada pencapaian pribadi. Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki juga bisa menjadi jalan untuk membuka kesempatan bagi perempuan lain.

Tentu, pemberdayaan perempuan tidak selalu mesti dimulai dengan membangun upaya besar. Bagi Mommies, cara sederhana seperti mendukung upaya milik perempuan, berbagi keterampilan, maupun membantu anak perempuan percaya pada kemampuannya sendiri juga punya arti.

Pada akhirnya, warisan Martha Tilaar bukan cuma produk kecantikan yang dikenal lintas generasi, melainkan juga semangat untuk berkarya, merawat harta adat Indonesia, dan menciptakan kesempatan bagi sesama perempuan.

Selamat jalan, Ibu Martha Tilaar. Semoga semangat dan kontribusi yang telah ditinggalkan terus menginspirasi generasi perempuan Indonesia.

Cover: Instagram @martha_tilaar
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads