Melihat Keutamaan Dan Hikmah Puasa Ramadhan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah nan paling mulia dalam kepercayaan Islam. Sejatinya terdapat keistimewaan dan hikmah puasa Ramadhan. berikut penjelasan lengkapnya.

Hakikatnya, dalam Islam, latihan rohani nan diperlukan manusia itu diberikan dalam corak ibadah. Semua dalam Islam baik shalat, puasa, zakat, maupun haji, bermaksud untuk membikin rohani manusia agar tetap ingat kepada Tuhan dan apalagi merasa senantiasa dekat pada-Nya.

Keadaan senantiasa dekat dengan Tuhan nan Suci dapat mempertajam rasa kesucian nan selanjutnya menjadi “rem” bagi hawa nafsunya untuk tidak melanggar nilai-nilai moral, peraturan dan norma nan berlaku.

Kewajiban Puasa


Syahdan. Ramadhan adalah salah satu nama bulan dalam tahun hijriah. Di bulan ini kaum Muslimin diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Kewajiban puasa ini untuk pertama kalinya dikeluarkan pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah. Dan, norma puasa Ramadhan ini wajib kepada setiap muslim dan muslimat nan telah memenuhi syarat-syaratnya.


Kewajiban puasa ini didasarkan pada al-Qur’an, Sunnah, dan Ijma’. Karena itu, orang nan mengingkari kewajibannya dianggap kafir dan tidak beragama kepada Allah Swt. dan Rasulullah Saw. Ini sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’an :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 

Artinya: “Wahai orang-orang nan beriman! Diwajibkan atas Anda berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum Anda agar Anda bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

Sekali lagi, bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa, bulan kebaktian, bulan karunia dan rahmat nan penuh berkah. Di mana, ibadah (ibadah) di bulan ini memberikan faedah spesial bagi pelakunya, baik itu di bumi maupun di akhirat. Amalan terpenting di bulan ini diantaranya sedekah, Shalat Tarawih, Tadarus al-Qur’an, I’tikaf dan Lailatul Qadar.

Hikmah Puasa Ramadhan

Pertanyaannya adalah apa sebenarnya keistimewaan dan hikmah puasa Ramadhan? Kita tahu, di kembali ibadah apapun nan diwajibkan kepada manusia, pasti ada hikmah dan manfaat. Hanya saja hikmah tersebut kadang dapat diketahui dan kadang tidak dapat diketahui.

Begitu pula dengan ibadah puasa, para ilmuwan, baik dalam bagian agama, adab maupun terapan, seperti kedokteran, telah berupaya menafsirkan hikmah tersebut. Penafsiran mereka dapat saja sesuai, namun sebaliknya dapat juga tidak sesuai dengan nan dituju dan dimaksud oleh Sang Pembuat Hukum, Allah Swt.

Di antara hikmah dan keistimewaan puasa adalah pertama, tazkiyatun nafs (membersihkan jiwa) dari sifat-sifat dusta, berbicara kotor, menahan dari makan-minum nan tidak legal dan sebagainya. Puasa adalah ibadah rahasia antara seorang hamba dengan Allah Swt.

Seandainya dia tidak jujur, bisa saja dia mengatakan “sedang puasa” kepada orang-orang, dia bisa makan-minum secara sembunyi-sembunyi, dan bisa melakukan hubungan suami istri. Tetapi, dia berlatih menyingkirkan sifat bohong ini semata-mata lantaran mencari ridha dan pahala Allah Swt. Maka dia bersabar menahan syahwatnya dari terbit fajar hingga Maghrib datang.

Kedua, menumbuhkan kesamaan status sosial antara orang fakir dan orang kaya. Puasa, khususnya Ramadhan, mendidik umat bahwa status mereka adalah sama di hadapan Tuhan. Orang kaya, walaupun dia bisa untuk membeli makanan dan apa saja nan dibutuhkannya, tetapi dia tidak dapat seenaknya menyalahi perintah Tuhan.

Dengan puasa, perintah dan larangan berkarakter menyeluruh, sehingga orang-orang kaya dan bisa bakal merasakan apa nan diderita oleh orang-orang fakir dan miskin. Ibnu Al-Qayyim pernah berkata: “Puasa dapat mengingatkan orang-orang kaya bakal penderitaan dan kelaparan nan dilanda orang-orang miskin”.

Ketiga, puasa membiasakan empati dan kasih sayang terhadap kaum fakir miskin dan segera memberikan bantuan. Dalam perihal ini dia memperbaiki dirinya dengan kebaikan shaleh. Dengan puasa dia merasakan lapar dan susah. Dengan demikian dalam puasa terdapat solidaritas umat dan rasa persaudaraan dan kasih sayang antara dirinya dan saudara-saudaranya sesama muslim nan telah terhalang oleh kehidupan nan keras.

Betapa banyak dalam hidup ini orang-orang fakir miskin nan lebih pandai, lebih tinggi semangatnya, dan lebih banyak ilmunya dari pada orang-orang kaya. Namun, kekerasan masyarakat dan ketidakpedulian negara terhadap nasib mereka menyebabkan mereka merintih di bawah himpitan kemiskinan dan sengsara kehidupan.

Keempat, menyehatkan badan. Penelitian kedokteran menetapkan bahwa berlebih-lebihan dalam mengonsumsi makanan bisa berakibat fatal. Karena makanan nan berlebihan itu bakal menyebabkan beragam penyakit, seperti jantung dan pembuluh darah. Tak ada jalan lain untuk mengantisipasi penyakit tersebut selain dengan menghadang penyebab dan gejala-gejalanya.

Dengan demikian, lapar pada saat-saat tertentu menjadi keharusan, agar proses pencernaan bagian dalam tubuh dapat bergerak melenyapkan sel-sel berbahaya. Dengan begitu, bentuk menjadi normal kembali setelah terjadinya pembentukan sel-sel baru nan sehat dan kuat.Puasa dapat memberi ruang terbuka bagi perut dan usus untuk menyaring makanan.

Kekosongan keduanya dapat meredakan aktivitas-aktivitas nan menyebabkan kotoran dan racun. Kondisi seperti ini bisa memberi ruang nan tepat untuk mengobati luka-luka dengan adanya selaput lendir. Kemudian daya serap itu terhenti dari usus. Pada akhirnya masam amonia tidak sampai pada jantung, glukosa, ataupun unsur garam.


Demikian penjelasan mengenai keistimewaan dan hikmah Puasa Ramadhan. Semoga kita sebagai Muslim sukses menjalankan Ramadhan tahun ini, dan mendapatkan pembebasan dan rahmat dari Allah. Wallahu a’lam bishawab.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah