Meluruskan Makna Salaf, Siapa Ulama Salaf Sebenarnya?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Istilah "salaf" artinya adalah sesuatu nan silam alias terdahulu. Terjemahan salaf dalam bahasa Indonesia bisa bermacam-macam, seperti lampau, kuno, konservatif, konvensional, orthodox, klasik, antik, dan seterusnya.

Kalau kita lihat dari sisi pengetahuan norma dan syariah, istilah salaf sebenarnya bukan nama nan baku untuk menamakan sebuah medote istimbath hukum. Istilah salaf hanya menunjukkan keterangan tentang sebuah kurun waktu di era nan sudah lampau. Demikian dijelaskan KH Ahmad Sarwat Lc pada laman Rumah Fiqih. 

Kira-kira perbandingannya begini, jika kita mau menyebut skala panjang suatu barang dalam pengetahuan ukur, maka kita setidaknya mengenal ada dua metode alias besaran, ialah centimeter dan inchi. Di Indonesia biasanya kita menggunakan besaran centimeter, sedangkan di Amerika sana biasa orang-orang menggunakan ukuran inchi. Nah, tiba-tiba ada orang menyebut bahwa panjangnya meja adalah "20 masa lalu."

Apakah istilah "masa lalu" itu adalah sebuah besaran alias ukuran dalam mengukur panjang suatu benda? Jawabannya pasti tidak. 

"Yang kita tahu hanya besaran 20 centimeter alias 20 inchi. Tapi jika 20 masa lalu, tidak ada seorang pun nan mengenal istilah itu," kata KH Ahmad Sarwat Lc, dilansir dari laman Rumah Fiqih, Sabtu (11/5/2024).

Ya bisa saja sih segelintir orang menggunakan istilah besaran "masa lalu" sebagai besaran untuk mengukur panjang suatu benda, tetapi nan pasti besaran itu bukan besaran standar nan diakui dalam bumi pengetahuan ukur. Jadi jika kita ke toko material bangunan, lampau kita bilang mau beli kayu triplek ukuran "20 masa lalu" maka pasti penjaga tokonya bingung.

Mazhab Fiqih nan Empat Adalah Salaf

Sementara kita memperbincangkan bahwa salaf itu bukan nama sebuah sistem, sebenarnya justru keempat ajaran nan kita kenal itu hidupnya malah di masa salaf, namalain di masa lalu. 

Al-Imam Abu Hanifah (80-150 H) lahir hanya terpaut 70 tahun setelah Rasulullah SAW wafat. Apakah seorang Abu Hanifah bukan orang salaf? 

Al-Imam Malik lahir tahun 93 hijriyah, Al-Imam Asy-Syafi'i lahir tahun 150 hijriyah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal lahir tahun 164 hijriyah. Apakah mereka bukan orang salaf?

"Maka jika ada nan bilang bahwa ajaran fiqih itu bukan salaf, barangkali dia perlu belajar sejarah Islam terlebih dahulu.  Sebab ajaran nan dibuangnya itu rupanya lahirnya di masa salaf. Justru keempat ajaran fiqih itulah the real salaf," jelas KH Ahmad Sarwat Lc, dilansir dari laman Rumah Fiqih.

Sedangkan Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim dan Ibnu Hazm, jika dilihat nomor tahun lahirnya, mereka juga bukan orang salaf, lantaran mereka hidup jauh ratusan tahun setelah Rasulullah SAW wafat. Apalagi Syeikh Bin Baz, Utsaimin dan Al-Albani, mereka apalagi lebih bukan salaf lagi, tetapi malahan orang-orang khalaf nan hidup sezaman dengan kita.

Sayangnya, Ibnu Taymiyah, Ibnul Qayyim, apalagi Bin Baz, Utsaimin termasuk Al-Albani, tak satupun dari mereka nan punya manhaj, jika nan kita maksud dengan manhaj itu adalah makna sistem dan metodologi istimbath norma nan baku. Bahasa mudahnya, mereka tidak pernah menciptakan pengetahuan ushul fiqih. Jadi mereka hanya bikin fatwa, tetapi tidak ada kaidah, manhaj alias polanya. 

Kalau kita ibaratkan komputer, mereka memang banyak menulis file word, tetapi mereka tidak menciptakan sistem operasi (os) komputer. Mereka punya banyak fatwa, mungkin ribuan, tetapi semua itu levelnya hanya fatwa, bukan manhaj apalagi mazhab. 

sumber : Rumahfiqih.com

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam