Membangun Akhlak Mulia Dengan Bersikap Jujur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Di tengah dinamika kehidupan modern nan terus berkembang, peran adab nan baik dalam umat Muslim tetap menjadi fondasi utama nan tidak boleh diabaikan.

Akhlak nan baik mencerminkan nilai-nilai moral dan etika nan diajarkan dalam Islam, dan menjadi landasan bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Akhlak nan baik merupakan penerapan dari aliran kepercayaan Islam nan mengedepankan nilai-nilai seperti kasih sayang, keadilan, kesabaran, dan kejujuran. Allah SWT dalam Alquran mengajarkan kepada umat manusia untuk bertindak adil, memperlakukan sesama dengan baik, dan menjauhi segala corak kejahatan. 

Oleh lantaran itu, mempunyai adab nan baik bukanlah sekadar pilihan, melainkan tanggungjawab nan kudu dipatuhi oleh setiap umat Muslim. Salah satu adab nan mulia adalah mempunyai sikap nan jujur, sebagaimana dijelaskan dalam sabda berikut:

. عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَيْكُمْ بالصدق، فَإِنَّ الصدق يَهْدِي إلى البر، وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ، وَيَتَحَرَّى الصَّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صَدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ، فَإِنَّ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ الكذب يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ ) ويتحرى الكذبَ حَتَّى يُكتب عندَ الله كَذَّابًا } . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Hendaklah kalian melakukan jujur, lantaran kejujuran itu menghantar kepada kebaikan, sedangkan kebaikan itu menghantar kepada Surga. Senantiasa orang berbuat jujur dan mencari kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang nan jujur. Hati-hatilah Anda dari dusta, lantaran bohong itu menghantar kepada kejahatan, sedangkan kejahatan itu menghantar kepada Neraka. Senantiasa orang melakukan bohong dan mencari kedustaan sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." Muttafaq 'alaih. 1564.

Di sisi lain, adab nan baik juga mempunyai akibat positif dalam meningkatkan gambaran umat Muslim di mata dunia. Dalam era globalisasi, umat Muslim seringkali dihadapkan pada stereotip negatif nan mencoreng reputasi kepercayaan Islam. Namun, dengan mempraktikkan adab nan baik secara konsisten, umat Muslim dapat membuktikan kepada bumi bahwa Islam adalah kepercayaan nan mengajarkan kedamaian, kasih sayang, dan keadilan. 

Maka perihal tersebut membantu meredam bentrok dan meningkatkan pemahaman antar agama, sehingga memperkuat persatuan umat manusia secara keseluruhan. Salah satu sikap nan bisa menyebabkan perpecahan umat dan menjadi bentrok adalah prasangka buruk.

Dalam aliran Islam, prasangka jelek dinilai sebagai adab buruk. Maka kudu menjauhi prasangka jelek terhadap orang lain alias nan sering kali disebut "su'udzon". 

. وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي اللهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ } . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jauhilah olehmu prasangka buruk, lantaran prasangka jelek itu adalah perkataan nan paling dusta." Muttafaq 'alaih.

Setiap perseorangan mempunyai kewenangan untuk dihormati dan dihargai, tanpa memandang status sosial, suku, alias agama. Dengan mempunyai prasangka jelek terhadap seseorang, kita melanggar kewenangan tersebut dan tidak menghormati keberadaannya sebagai manusia. Sikap hormat dan penghargaan terhadap sesama merupakan bagian integral dari adab nan baik dalam Islam.

Oleh lantaran itu, untuk meningkatkan adab nan mulia kudu bisa bersikap jujur dan menjauhi prasangka buruk. Hal tersebut dilakukan agar bisa menciptakan adab terpuji dan bisa membawa akibat positif bagi orang sekitar. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam