Jakarta -
Ada panti lansia yang jauh dari keramaian di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Panti yang berjulukan Berdikari ini tidak lah besar dan dihuni oleh 39 lansia dan para belasan pengasuhnya.
Tim berbuatbaik.id berkesempatan mengunjungi mereka yang banyak dilupakan family di saat umurnya semakin senja.
Salah satu yang ditemui adalah Maswanih (82) duduk di bangku roda dan tengah berbareng beberapa kawan lansianya. Dengan genggaman tangan yang lemah, Maswanih menceritakan argumen dirinya berhujung di panti ini.
panti jompo berdikari/ Foto: berbuatbaik
"Saya dibuang di jalanan. Saya nggak tahu. Yang tahu, orang lain. Jadi yang dengar, tetangga teleponin Pak RT. Terus dibawa kemari. Bini Pak RT baik," jelas oma Maswanih lirih sembari menangis.
Meski telah diperlakukan jelek nyatanya Oma tetap merindukan keluarganya, utamanya keponakan yang dia selalu tunggu kedatangannya.
"Pengen lihat ponakan. Kangen ponakan. Anak gak ada. Sendiri. (Saya) diambil sama ponakan," sambungnya menahan rindu.
Yanti, pengurus panti lansia ini, mengatakan kisah sedih Oma Maswanih bukan hanya satu, banyak family yang menitipkan kakek nenek ini namun jarang ditengok. Alasan menitipkan pun beragam dari family yang tak bisa mengurus hingga tak ada waktu.
"Aduh surganya kita tuh ada di neraka. Masya Allah. Ya Allah, anak nih tahu gak sih surganya ada di sini? Kalaupun ditaruh di sini harusnya ya sering-sering lah ditengok. Oke misalnya memang mereka tidak bisa lantaran sibuk. Gak apa-apa. Kita yang urusin tapi tolong perhatiin," ucap Yanti.
Apalagi panti lansia ini tidak mematok nomor yang besar untuk jasa penitipan lansia tersebut. Oleh lantaran itu, jika ada lansia yang sakit diharapkan family turut menjaga dan juga memberikan biaya cukup untuk pengobatan.
panti jompo berdikari/ Foto: berbuatbaik
Sebab, menurut Yanti tetap banyak family yang abai dan lepas tanggung jawab padahal pasien lansia ini punya agunan yang cukup untuk bayar biaya rumah sakit.
Lain halnya lagi ada juga pasien lansia yang dititipkan Dinas Sosial setempat tanpa family dan tanda pengenal. Pasien lansia ini pun kebanyakan sudah alami dimensia alias pikun apalagi di antaranya juga alami penyakit mental hingga kelumpuhan.
"Latar belakang kan 60% itu pasien yang ada keluarga. 40% itu pasien yang tidak ada keluarga. Jadi dia pasiennya dinas sosial. Sebenarnya dia ada dari Jawa, ada dari Sumatera. Ada dari Sumatera Barat, Sumatera Utara. Ada yang dari Makassar," jelas Yanti yang bekerja di panti yang sudah berumur 13 tahun ini.
Suka duka mengurus lansia telah Yanti dan para belasan relawan ini lalui. Mengurus lansia baginya adalah jalan pahala dan juga tentang belajar keikhlasan.
"Tantangannya banyak ya. Kalau kita tuh gak ada sabar sama tulus mungkin kita udah kabur," katanya sembari tersenyum.
Betapa tidak nyaris setiap hari ada saja kelakuan para lansia yang membikin seluruh staf kerepotan. Contohnya, ada lansia yang nekat melompati pagar dan hilang. Para staf pun kewalahan mencari sampai akhirnya ditemukan di kebun warga.
Lainnya lagi, mereka yang sudah dimensia biasanya kerap kali mengamuk dengan kotoran yang sudah berceceran di mana mana.
"Mereka tidak membahayakan Tapi kadang-kadang memang tantrum. Makanya kita kudu mengerti mood alias tidaknya pasien itu. Perlu obat tidur jika enggak itu tidak teriak. Kayak bayi lagi. Kalau nggak dikasih biskuit itu ngamuk. Jadi kita kasih ambil hati dulu ya. Nah itulah kondisinya," cerita Yanti yang juga mantan perawat ini.
panti jompo berdikari/ Foto: berbuatbaik
Tantangan tak berakhir di situ, keahlian finansial pun pasang surut guna memenuhi kebutuhan para lansia. Dari obat, makanan hingga popok sekali pakai. Bahkan panti ini pernah mengalami krisis hingga sama sekali tidak bisa membeli beras.
Yanti berambisi banyak dermawan yang singgah dan membantu panti ini. Utamanya bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dan pembagunan bilik untuk lansia yang sakit.
#sahabatbaik Anda bisa memberikan kasih sayang kepada para lansia ini melalui bantuanmu melalui berbuatbaik.id.
Tegarkan mereka dan buat oma dan opa ini percaya mereka tidak melalui masa tuanya sendirian. Yuk mari Donasi di berbuatbaik.id yang 100% tersalurkan.
(mul/ziz)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·