Mencari Hakikat Harta Karun? Simak kisah Orang Kaya Sombong Dari Bani Israil

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Umat manusia tidak asing lagi dengan istilah kekayaan karun. Di era sekarang tetap ada orang nan mencari kekayaan karun, apalagi kisah pencarian kekayaan karun tidak sedikit nan dibalut dengan kisah misterius tidak masuk logika oleh para dukun.

Orang kadang tidak sengaja menemukan peralatan alias barang berbobot di dalam tanah alias di dasar perairan seperti laut. Ada juga nan serius menelisik lokasi, menyiapkan ekspedisi, dan menginvestasikan materi sehingga pencarian harta karun pun menjadi obsesi.

Istilah kekayaan karun secara bahasa dapat berfaedah kekayaan milik Qarun. Jika merujuk Alquran, terdapat nama Qarun disebut dalam beberapa ayat. Penulisannya tergantung pedoman transliterasi, misalnya Karun, Qarun alias Qorun. 

Demikian dijelaskan Arkeolog, Profesor Ali Akbar dalam buku Arkeologi Alquran: Penggalian Pengetahuan Keagamaan terbitan Lembaga Kajian dan Peminatan Sejarah, 2020.

Profesor Ali Akbar menjelaskan, mengingat Alquran tergolong tidak banyak menyebut nama, maka penyebutan nama Qarun dalam Alquran tentu mengandung sesuatu nan penting.

Qarun hidup pada zaman Nabi Musa Alaihissalam. Qarun berasal dari golongan Bani Israil. Qarun apalagi dikisahkan tersendiri dalam Alquran, Surat Al-Qasas Ayat 76 sampai 82.

"Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia bertindak aniaya terhadap mereka. Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan kekayaan nan kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang nan kuat-kuat." 

"(Ingatlah) ketika kaumnya berbicara kepadanya, 'Janganlah engkau terlalu bangga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang nan terlalu membanggakan diri'."

"Carilah pada apa nan telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah Anda lupakan bagianmu di dunia. Berbuat oke (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah melakukan baik kepadamu dan janganlah Anda melakukan kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang nan melakukan kerusakan.”

"Dia (Qarun) berkata, 'Sesungguhnya saya diberi (harta) itu semata-mata lantaran pengetahuan nan ada padaku.' Tidakkah dia tahu bahwa sesungguhnya Allah telah membinasakan generasi sebelumnya nan lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta? Orang-orang nan durhaka itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka."

"Maka, keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang nan menginginkan kehidupan bumi berkata, 'Andaikata kita mempunyai kekayaan kekayaan seperti nan telah diberikan kepada Qarun. Sesungguhnya dia betul-betul mempunyai keberuntungan nan besar'.”

"Orang-orang nan dianugerahi pengetahuan berkata, 'Celakalah kamu! (Ketahuilah bahwa) pahala Allah lebih baik bagi orang-orang nan beragama dan beramal saleh. (Pahala nan besar) itu hanya diperoleh orang-orang nan sabar'.”

"Lalu, Kami benamkan dia (Qarun) berbareng rumahnya ke dalam bumi. Maka, tidak ada baginya satu golongan pun nan bakal menolongnya selain Allah dan dia tidak termasuk orang-orang nan dapat memihak diri."

"Orang-orang nan kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Qarun) itu berkata, 'Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa nan Dia kehendaki dari para hamba-Nya dan Dia (juga) nan menyempitkan (rezeki bagi mereka). Seandainya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya pada kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah tidak bakal beruntung orang-orang nan ingkar (terhadap nikmat)'.” (QS Al-Qasas Ayat 76 - 82)

Qarun awalnya orang beragama dan mengikuti Nabi Musa Alahissalam. Belakangan, lantaran hartanya berlimpah, dia merasa bangga diri. Qarun juga bertindak kejam terhadap kaum Nabi Musa. Ia tidak menggunakan hartanya sesuai ketentuan Allah SWT. 

Harta Qarun berlimpah ruah. Ia menyimpannya di suatu tempat. Tempatnya dikunci dan kunci-kuncinya sangat berat sehingga ketika dipikul mesti oleh orang-orang nan kuat (Katsir, 2014: 606). 

Ibnu Abbas, sebagaimana dikutip oleh para mahir tafsir nan menulis kitab Alquran dan Tafsirnya, menyebut bahwa kunci-kunci kekayaan Qarun mesti dibawa oleh 40 laki-laki nan kuat.

Qarun merasa kekayaannya berasal dari kemampuannya sendiri. Bahkan, dia mempertontonkan hartanya di depan umum. Ia memamerkannya dan menunjukkan kemegahannya.

Umumnya mahir tafsir sebagaimana disebutkan Ibnu Katsir menyatakan Qarun menampakkan kekayaan dalam corak busana, pelayan, dan pengikutnya. Lebih lanjut dalam beberapa kitab tafsir disebutkan Qarun melangkah di tengah kaumnya dengan busana megah, perhiasan mewah, diiringi pelayan, dan dijaga pengawal untuk menunjukkan ketinggian derajatnya.

Kesombongan Qarun juga dipupuk lantaran ada sebagian orang nan menginginkan kehidupan seperti Qarun. Pada 

Sementara itu, kalangan orang nan berilmu memperingatkan agar jangan mencontoh Qarun. 

Allah SWT akhirnya membenamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Tidak ada nan dapat menyelamatkan Qarun dari balasan Allah SWT. 

Harta Qarun pun terbenam di dalam bumi. Orang-orang nan menginginkan kehidupan mewah dan megah seperti Qarun pun langsung mengurungkan niatnya.

Hakikat Harta Karun

Dapat dikatakan bahwa orang-orang itu pun tersadar bahwa kekayaan merupakan salah satu corak rezeki nan berasal dari Allah SWT.

Rezeki merupakan nikmat nan kudu dipergunakan sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Tidak bakal beruntung orang-orang nan mengingkari nikmat nan diberikan Allah SWT.

Qarun termasuk kaum Nabi Musa Alahissalam nan tinggal di Mesir sekitar abad ke-13 SM. 

Jika mau mulai mencari kekayaan Qarun dapat membaca petunjuk dalam Alquran Surat Al-Qasas Ayat 76 sampai 82. 

Saat membaca dan memahami Surat Al-Qasas Ayat 76 sampai 82, tampaklah bahwa penekanan bukan pada aspek lokasi. Penekanan bukan pada aspek barang materi. 

"Seseorang dapat dikatakan telah memperoleh kekayaan karun andaikan telah dapat mengambil pelajaran dari kisah kekayaan Qarun. Semoga dapat menemukan kekayaan berupa hikmah dari Allah SWT dalam kisah Qarun," kata Profesor Ali Akbar dalam bukunya berjudul Arkeologi Alquran: Penggalian Pengetahuan Keagamaan.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam