Mengapa Kurma Menjadi Menu Sunnah Untuk Berbuka Puasa?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA --  Kurma adalah buah nan kaya bakal nutrisi dan mempunyai nilai historis nan tinggi dalam Islam, mempunyai sejarah nan panjang dan kaya bakal makna bagi umat Muslim. Dalam tradisi Islam, kurma bukan hanya dianggap sebagai makanan nan sehat dan lezat, tetapi juga mempunyai makna spiritual dan sejarah nan penting.

Kurma mempunyai tempat spesial dalam budaya dan tradisi Islam, lantaran buah ini disebutkan secara definitif dalam Alquran, kitab suci umat Islam. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri mengonsumsi kurma sebagai bagian dari diet sehari-harinya, dan sering kali merekomendasikan para sahabatnya untuk memakannya sebagai sumber daya dan nutrisi.

Ada banyak jenis kurma, dan masing-masing mempunyai rasa dan tekstur nan berbeda, di antaranya yaitu:

Pertama Medjool

Dikenal lantaran ukurannya nan besar, rasanya nan manis, warnanya nan kuning dan kekayaan rasa.

Kedua mabroom

Kurma nan kurang manis dibandingkan kurma jenis lain dengan corak memanjang, warna coklat kemerahan dan kenyal

Ketiga ajwa

Kurma nan mempunyai rasa lembut berdaging nyaris berair, dan sangat manis. Kurma ajwa termasuk kurma nan paling dipuja oleh umat Islam lantaran ditanam di Madinah, Arab Saudi. 

Keempat deglet noor

Yaitu kurma nan berukuran sedang, warnanya lebih terang dan ideal untuk memasak dan membikin kue.

Kelima piarom

Kurma nan mempunyai kulit lebih gelap tapi kaya rasa. Sedikit lebih kering dan dikenal lantaran rasanya nan unik. 

Di sisi lain, kurma termasuk buah nan kaya bakal gula alami, termasuk glukosa dan fruktosa. Gula ada sumber daya nan sigap dan efisien bagi tubuh manusia. Ketika seseorang berbuka puasa, tubuhnya memerlukan asupan daya nan sigap untuk mengembalikan kadar gula darah ke tingkat normal setelah berpuasa seharian. 

Selain itu, kurma juga mengandung kadar air nan cukup tinggi, sehingga bisa membantu dalam menjaga tubuh tetap terhidrasi setelah berpuasa seharian. Maka dari itu, konsumsi kurma saat berbuka puasa dapat membantu memulihkan cairan nan lenyap selama puasa dan bisa mencegah dehidrasi.

Dalam sabda disebutkan:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Dari Anas bin Malik, dia berbicara : Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum sholat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air. (HR. Abu Dawud, Ad-Daruquthni dan Al-Hakim). 

Oleh lantaran itu, kurma dianggap sebagai buah nan banyak manfaatnya dan seringkali dijadikan sebagai makanan sunnah nan dijadikan menu berbuka puasa. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam