Mengapa Masjid Al Aqsa Jadi Saksi Pertemuan Rasulullah Saw Dengan Para Nabi? 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA—Masjid Al Aqsa merupakan saksi atas peristiwa perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Mahasuci Allah, nan telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa nan telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Mahamendengar lagi Mahamengetahui." (QS Al Isra ayat 1)

Ulama Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, Masjid Al Aqsa adalah tempatnya para nabi dari era Nabi Ibrahim AS. Karena perihal inilah, para nabi itu berkumpul di Masjid Al Aqsa, lampau Nabi Muhammad SAW memimpin mereka dalam sholat. Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin termulia dan terdepan.

Hal tersebut disebutkan dalam hadits nan diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berbicara bahwa Rasulullah SAW bersabda:

 لَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي الْحِجْرِ وَقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِي عَنْ مَسْرَايَ فَسَأَلَتْنِي عَنْ أَشْيَاءَ مِنْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ لَمْ أُثْبِتْهَا فَكُرِبْتُ كُرْبَةً مَا كُرِبْتُ مِثْلَهُ قَطُّ قَالَ فَرَفَعَهُ اللَّهُ لِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ مَا يَسْأَلُونِي عَنْ شَيْءٍ إِلَّا أَنْبَأْتُهُمْ بِهِ وَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي جَمَاعَةٍ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ فَإِذَا مُوسَى قَائِمٌ يُصَلِّي فَإِذَا رَجُلٌ ضَرْبٌ جَعْدٌ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ وَإِذَا عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام قَائِمٌ يُصَلِّي أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيُّ وَإِذَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام قَائِمٌ يُصَلِّي أَشْبَهُ النَّاسِ بِهِ صَاحِبُكُمْ يَعْنِي نَفْسَهُ فَحَانَتْ الصَّلَاةُ فَأَمَمْتُهُمْ فَلَمَّا فَرَغْتُ مِنْ الصَّلَاةِ قَالَ قَائِلٌ يَا مُحَمَّدُ هَذَا مَالِكٌ صَاحِبُ النَّارِ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَبَدَأَنِي بِالسَّلَامِ

"Aku telah memandang diriku sendiri dalam sebuah mimpi ketika di hijr, orang-orang quraisy bertanya kepadaku mengenai perjalanan malamku (pada waktu Isra dan Miraj). Mereka menanyakan beberapa perihal mengenai baitul maqdis nan belum saya ketahui dengan pasti sehingga saya pun merasakan kesusahan nan sama sekali belum pernah saya rasakan sebelumnya."

Beliau berfirman lagi, "Maka Allah pun mengangkatnya untukku agar saya dapat melihatnya. Dan tidaklah mereka menanyakan kepadaku melainkan saya pasti bakal menjawabnya. Aku telah memandang diriku berbareng sekumpulan para Nabi. Dan tiba-tiba saya diperlihatkan Nabi Musa nan sedang berdiri melaksanakan shalat, rupanya dia adalah seorang laki-laki nan kekar dan berbulu keriting, seakan-akan orang bani Syanuah. Aku juga diperlihatkan Isa bin Maryam nan juga sedang berdiri melaksanakan shalat. Urwah bin Mas'ud Ats Tsaqafi adalah manusia nan paling mirip dengannya. Telah diperlihatkan pula kepadaku Nabi Ibrahim nan juga sedang berdiri melaksanakan shalat, orang nan paling mirip denganya adalah sahabat kalian ini; ialah diri beliau sendiri. Ketika waktu shalat telah masuk, saya pun memimpin mereka semua..." (HR Muslim)

Nabi SAW secara definitif menyebut bahwa beliau berada di depan semua rasul dan beliau SAW memimpin mereka. Kemudian para rasul itu sholat di belakang Nabi Muhammad SAW sebagai pengakuan atas status dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW.

Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa risalah nan dibawa Nabi Muhammad merupakan penyempurna atas risalah nan mendahuluinya. Sehingga, risalah terdahulu itu tidak boleh diamalkan alias dijadikan pedoman.

Adapun Masjid Al Aqsa, merupakan tugas risalah terakhir nan diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Seluruh rasul dan nabi telah menyerahkannya kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, Masjid Al Aqsa diperuntukkan bagi kaum Muslimin sampai Hari Kiamat kelak, sebagaimana kesaksian para rasul.

Sumber: islamweb

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam