Mengapa Sholat Jadi Kebutuhan Untuk Manusia?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Manusia adalah makhluk lemah. Ia mudah resah dan bersedih.

Ketika dihadapkan dengan situasi tersebut, manusia memerlukan sandaran alias bercerita demi mencari solusi. Di sini peran sholat bahwa ibadah ini bukan sekadar tanggungjawab sebagai seorang Muslim tetapi sebuah kebutuhan.

Ahli tafsir Alquran Prof Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati mengatakan realita sehari-hari ketika manusia menghadapi situasi resah alias sedih tak menemukan solusi ketika bercerita kepada sesama manusia. Meski ada solusi, terkadang tidak sesuai harapan. Maka, di sinilah peran sholat dibutuhkan untuk memohon sekaligus bersandar kepada Allah SWT.

Sebab nan bisa mengatasi segala persoalan manusia hanya Allah SWT. Dia adalah nan Mahakuasa, Mahamutlak, dan Mahasempurna. Karena itu, tak ada jalan lain selain menyandarkan diri kepada Allah SWT melalui sholat.

Surah Al-Fatir ayat 13-15 menerangkan tentang gimana kekuasaan Allah dalam memberikan solusi. Dan sesuatu selain Allah tidak bakal bisa memberikan solusi sesuai harapan.

يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِۚ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُۗ وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ مَا يَمْلِكُوْنَ مِنْ قِطْمِيْرٍۗ

Yūlijul-laila fin-nahāri wa yūlijun-nahāra fil-lail(i), wa sakhkharasy-syamsa wal-qamara kulluy yajrī li'ajalim musammā(n), żālikumullāhu rabbukum lahul-mulk(u), wal-lażīna tad‘ūna min dūnihī mā yamlikūna min qiṭmīr(in).

Artinya: "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dia (pula yang) menundukkan mentari dan bulan. Masing-masing beredar sampai pemisah waktu nan ditentukan. (Yang melakukan demikian) itulah Allah Tuhanmu. Milik-Nyalah segala kerajaan. Mereka nan Anda seru (sembah) selain-Nya tidak mempunyai (sesuatu walaupun) setipis kulit ari."

اِنْ تَدْعُوْهُمْ لَا يَسْمَعُوْا دُعَاۤءَكُمْۚ وَلَوْ سَمِعُوْا مَا اسْتَجَابُوْا لَكُمْۗ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُوْنَ بِشِرْكِكُمْۗ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيْرٍ ࣖ

In tad‘ūhum lā yasma‘ū du‘ā'akum, wa lau sami‘ū mastajābū lakum, wa yaumal-qiyāmati yakfurūna bisyirkikum, wa lā yunabbi'uka miṡlu khabīr(in).

Artinya: "Jika Anda menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu dan sekiranya mendengar, mereka tidak dapat memenuhi permintaanmu. Pada hari Kiamat mereka bakal mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada nan dapat memberikan keterangan kepadamu seperti (yang diberikan oleh Allah) nan Maha Teliti."

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

Yā ayyuhan-nāsu antumul-fuqarā'u ilallāh(i), wallāhu huwal-ganiyyul-ḥamīd(u).

Artinya: "Wahai manusia, kamulah nan memerlukan Allah. Hanya Allah nan Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Prof Quraish mengatakan di dalam sholat ada isyarat penghormatan dengan tangan, berdiri tegak, menunduk, rukuk, sujud, puji-pujian, angan dan harapan. Prof Quraish menambahkan sholat juga menggambarkan pemahaman seseorang menyangkut tata kerja alam raya ini nan memberikan ketenangan dan kemantapan manusia, khususnya kepada para intelektual dan lantaran itu sholat kepada Allah merupakan pertanda kemajuan pemikiran manusia dalam memahami tata kerja alam raya ini.

Dalam kepercayaan umat beragama, Tuhan penguasa alam raya, penguasa hidup dan menguasai kehidupan.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam