Mengapa Wanita Hadramaut Bercadar?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Siswa bercadar.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Sejak sebelum datangnya Islam, Hadramaut telah dikenal dalam sejarah peradaban jazirah Arab. Dari masa ke masa, Hadramaut dihuni oleh orang-orang saleh dan alim, dan para wanita Hadramaut banyak nan bercadar. 

Di Tarim, Hadramaut, Yaman, sangat susah ditemui kaum wanita nan memperlihatkan wajahnya di khalayak ramau. Meskipun mereka bekerja di ladang alias mengembala kambing, para wanita Hadramaut tetap memakai niqab alias cadar.

Lalu kenapa wanita Hadramaut bercadar? 

Sebetulnya masalah cadar adalah masalah nan diperselisihkan oleh para ulama. Akar dari persoalan ini berasal dari perbedaan apakah wajah dan telapak tangan termasuk aurat.

"Di sini ustadz terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing golongan mempunyai argumen secara terperinci," kata Hamid Ja'far Al-Qodri menjelaskan dikutip dari kitab "Kisah & Hikmah Wanita Hadramaut" terbitan Nurani Publishing.

Tapi, menurut dia, secara ringkas dua golongan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Menganggap wajah dan telapak tangan termasuk aurat.

    Pendapat ini adalah pendapat madzhab Hambali dan sebagian ustadz madzhab Syafi'i

2. Menganggap wajah dan telapak tangan tidak termasuk aurat

Sehingga tidak wajib hukumnya bagi wanita menutup muka dan telapak tangannya. Pendapat ini adalah pendapat ustadz madzhab Maliki, Hanafi, dan sebagian ustadz Syafi'iyyah. 

Hanya saja, menurut Hamid Ja'far, kebolehan membuka wajah menurut golongan ini disyaratkan kudu kondusif dari fitnah. Kecantikannya tidak nampak sehingga menimbulkan emosi nan bukan-bukan dalam hati kaum lelaki, dan kudu dalam sangkaan bahwa orang nan melihatnya bukan orang-orang nan tidak memperhatikan syariat. 

Sebetulnya perdebatan sengit terjadi di kalangan ustadz dalam masalah ini. Hanya saja ada beberapa poin nan mereka sepakati tentangnya. Di antara kesepakatannya, yaitu:

1. Tidak boleh membuka aurat selain wajah dan telapak tangan di depan laki-laki lain. 

2. Juga tidak boleh membuka wajah dan telapak tangannya andaikan mengetahui bakal ada orang nan memandang padanya dengan pandangan nan dilarang oleh Allah, dan tidak bisa menghindari kemungkaran ini selain dengan bercadar. 

Berikut penjelasan pandangan semua ajaran dalam masalah ini: 

  1. Imam Haramain

    Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam