Mengapa Yahudi Pakai Landasan Agama Untuk Gusur Masjid Al Aqsa?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Umat Muslim melakukan tarawih nan diadakan selama bulan suci Ramadhan di sebelah Kubah Batu di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Sabtu, (16/3/2024).

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Yahudi Israel menggunakan doktrin kepercayaan untuk merebut Masjidil Aqsa dari umat Islam. Hal tersebut dibuktikan dengan ritual penyembelihan sapi merah. Mengapa mereka menggunakan doktrin agama?

Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar menjelaskan Al-Aqsa adalah masjid suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Yerusalem Timur juga menjadi kota suci ketiga umat Islam setelah Makkah dan Madinah.

Sementara di pihak lain, Yerusalem secara keseluruhan telah menjadi identitas Yahudi.  Karena di situ terdapat Tembok Ratapan dan juga kompleks Masjid al-Aqsa adalah jejak berdirinya kuil Yahudi.

"Sebenarnya, menurut Pew Research Center dalam survei mereka sekitar dua tahun, 70 persen persen penduduk Israel adalah ateis. Tapi Yerusalem menjadi titik jumpa semua orang Yahudi, baik kaum fanatik, konservatif, maupun Zionis sekuler-ateis," ujar Alhadar kepada Kincaimedia, Jumat (5/4/2024).

Alhadar mengatakan motif kaum Yahudi ekstrem dan konservatif berkarakter agamis. Sedangkan motif kaum Zionis berkarakter politik. Menurut Alhadar, Yerusalem menjadi krusial lantaran sebagai identitas Yahudi, dia menyatukan semua orang Israel.

Dan sebagai negara Yahudi, Israel susah menerima kebenaran di kota sucinya (Yerusalem) nan juga menjadi kota suci umat Islam justru berdiri Masjid al-Aqsa nan juga mnjdi identitas umat Islam, khususnya bangsa Palestina. Di pihak lain, Israel mau menghapus Palestina dari peta.

Dalam konteks ini, keberadaan Masjid Aqsa dianggap sebagai penghalang tujuan mereka. Palestina bisa dilenyapkan sepanjang Masjid al-Aqsa nan telah menyatu dengan jiwa bangsa Palestina tetap berdiri tegak.

"Inilah nan menjadi argumen kenapa upaya-upaya kaum ekstrem Yahudi untuk menggusur kompleks Masjid al-Aqsa (Haram al-Syarif) didukung diam-diam oleh para Zionis ateis. Nah, kendati ateis, para Zionis memandang doktrin kepercayaan dapat menjadi instrumen krusial dalam upaya Yahudinisasi Haram Al-Syarif/Yerusalem," katanya.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam