Jakarta -
Kanker tiroid adalah kanker yang berasal dari sel yang terdapat pada kelenjar gondok alias kelenjar tiroid. Letak kelenjar tiroid berada di leher alias di bagian depan trakea (batang tenggorokan).
Secara anatomi, kelenjar tiroid mempunyai corak seperti pita alias kupu-kupu, lantaran mempunyai sisi kanan dan kiri, yang dikenal sebagai lobus kanan dan kiri. Kelenjar tiroid yang membesar sering kali dapat teraba dan terlihat jelas. Sebaliknya, benjolan alias nodul di dalam kelenjar tiroid yang mini sering kali susah untuk terdeteksi.
Kanker tiroid banyak diidap oleh wanita di usia sekitar 30-50 tahun. Wanita berisiko empat kali lebih tinggi terkena kanker tiroid berjenis baik. Perempuan lebih berisiko mengalami kanker tiroid dibandingkan laki-laki. Penyebabnya kemungkinan mengenai dengan hormon estrogen, yang berpengaruh terhadap sel-sel tiroid.
Stadium kanker tiroid terdiri dari stadium 1, 2, 3, dan 4. Stadium ditentukan berasas ukuran benjolan, penyebaran ke kelenjar getah bening, dan adanya penyebaran yang lebih jauh. Penyebaran kanker tiroid dapat terjadi melalui kelenjar getah cerah (jalur limfogen) dan darah (hematogen). Penyebaran melalui darah paling sering terjadi di paru-paru dan tulang belakang.
Jenis kanker tiroid
Kanker tiroid beragam jenisnya, antara lain jenis papiler, folikuler, meduler, anaplastik, dan lain-lain. Prognosis (perkiraan hasil) terbaik adalah jenis papiler dengan nomor angan hidup lebih dari 90% dalam lima tahun. Sedangkan, prognosis yang tidak baik adalah jenis alias jenis anaplastik, lantaran sifatnya yang garang dan tumbuh dengan cepat.
Penyebab dan aspek akibat kelenjar tiroid
Penyebab kanker tiroid belum diketahui secara pasti, Bunda. Namun, ada beberapa aspek yang dapat meningkatkan akibat terjadinya kanker ini, yakni:
- Riwayat penyinaran alias radiasi daerah leher
- Faktor keturunan alias genetik
- Gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol
Gejala kanker tiroid
Ada beberapa indikasi unik dari kanker tiroid, yaitu:
- Munculnya benjolan di area leher. Saat pasien menelan, benjolan tersebut bakal bergerak ke atas. Hal ini lantaran posisi anatomi dari tiroid
- Pada beberapa orang dapat menimbulkan kesulitan makan
- Jika sudah ada penyebaran ke tulang belakang, maka dapat menimbulkan nyeri
- Jika sudah menginfiltrasi alias mengenai saraf pita suara, maka menyebabkan bunyi menjadi serak
Munculnya benjolan di area leher adalah tanda unik dari kanker tiroid. Dokter ahli bedah subspesialis bedah onkologi biasanya bakal memeriksa benjolan untuk memastikan apakah berasal dari kelenjar tiroid alias bukan.
Pemeriksaan medis untuk pemeriksaan kanker tiroid
Berikut beberapa tahapan pemeriksaan medis untuk mendiagnosis kanker tiroid:
1. Anamnesis
Saat pasien pertama kali datang, master bakal melakukan anamnesis dan bertanya tentang perkembangan dari pembesaran kelenjar tiroid (benjolan). Misalnya, master bertanya "Sejak kapan benjolan muncul?" alias "Seperti apa pola pertumbuhannya?"
2. Pemeriksaan fisik
Setelah itu, master bakal melakukan pemeriksaan bentuk dengan meraba benjolan untuk menilai massa, ukuran, serta konsistensi dari benjolan. Dokter bakal menilai apakah benjolan sudah menginfiltrasi jaringan sekitarnya dan menilai keterlibatan kelenjar getah cerah pada sisi kanan dan kiri.
3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang dapat berupa USG dan CT scan. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dengan biopsi dari kelenjar tiroid, Bunda. Setelah hasil biopsi keluar, master dapat mengetahui keganasan kanker untuk selanjutnya merencanakan tindakan terapi.
Meskipun demikian, biopsi (fine needle biopsi) dengan kriteria Bethesda sering kali tidak dapat membedakan jenis tumor jinak alias ganas. Pada kondisi tersebut, master dapat melakukan tindakan pembedahan untuk menegakkan diagnosis.
Pengobatan kanker tiroid
Pengobatan utama kanker tiroid adalah operasi alias tindakan pembedahan. Tindakan lainnya adalah radiasi internal alias ablasi, ialah prosedur untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker tiroid setelah operasi.
Kemudian, jika kedua lobus tiroid diangkat, ada terapi pengobatan seumur hidup yang fungsinya memastikan tidak terjadi kekambuhan lokal, penyebaran kelenjar getah bening, maupun penyebaran lebih jauh lagi. Contohnya, pemberian obat berjulukan Levotiroksin atau Levothyroxine, diberikan pada kasus di mana pasien menjalani total tiroidektomi alias tindakan pengangkatan seluruh kelenjar tiroid.
Komplikasi tindakan pembedahan
Ada beberapa komplikasi tindakan pembedahan pada kanker tiroid, yakni:
- Perdarahan
- Suara serak
- Hipokalsemia alias kondisi di mana produksi kalsium turun akibat kelenjar anak gondok (paratiroid) terangkat lantaran bentuknya seperti lemak.
Hipokalsemia umumnya terjadi pada operasi pengangkatan kedua lobus alias total tiroidektomi. Manifestasi hipokalsemia yang umumnya terjadi antara lain kesemutan di kaki, tangan, dan sekitar area wajah
Adakah langkah untuk mencegah kanker tiroid?
Secara umum, salah satu langkah yang dapat dilakukan sebagai upaya mencegah kanker adalah dengan menjalani pola hidup sehat. Misalnya, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, menghindari stres, dan menjauhi kebiasaan jelek seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.
Itulah penjelasan tentang Kanker Tiroid serta penyebab dan penanganannya. Jika mempunyai aspek akibat alias mengalami indikasi kanker tiroid, sebaiknya segera memeriksakan diri ke master ahli bedah subspesialis bedah onkologi. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·