Mengenal Obat Derivat Plasma yang Didapatkan dari Donor Plasma

Tips dan Informasi Kesehatan oleh Waktu baca 4 menit 503x dilihat
Mengenal Obat Derivat Plasma yang Didapatkan dari Donor Plasma

Bagikan Postingan

Geng Sehat pasti sudah familiar dengan donor darah, terlebihlagi rutin berbuat donor darah. Namun apakah Geng Sehat pernah mendengr tentang donor plasma? Masyarakat Indonesia statis belum banyak yang mengenal donor plasma. Padahal, plasma merupakan elemen krusial dalam darah yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP), Obat-obat ini dibutuhkan untuk mendukung perawatan pasien dengan beragam kondisi medis.

Yuk, kenali lebih dalam tentang donor plasma dan PODP ini dan sepertiapa teknologi saat ini memungkinkan produksi PDOP secara luas?

Perbedaan Donor Darah dan Donor Plasma

Sebelum bicara tentang Produk Obat Derivat Plasma (PODP), perlu dipahami perbedaan donor darah dan donor plasma. Donor darah adalah darah secara keseluruhan di dalamnya ada banyak elemen sel-sel darah. Biasanya dilakukan setiap 2 bulan sekali untuk lelaki dan 3 bulan sekali untuk perempuan. 

Sedangkan donor plasma adalah cuma memungut maupun mendonorkan plasmanya saja, salah satu elemen pada darah. Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), ahli Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, menjelaskan, “Plasma merupakan elemen terbesar dalam darah, mencakup sekitar 55% dari volume darah. Di dalamnya terdapat beragam protein penting, termasuk albumin, antibodi dan aspek pembekuan," jelasnya. 

Donor plasma dilakukan secara rutin setiap dua bulan sekali. Berbeda dengan donor darah utuh, dalam pengambilan plasma menggunakan alat apheresis, plasma dipisahkan dari elemen darah lainnya, dan elemen lain tersebut dikembalikan ke tubuh donor plasma. Plasma yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi beragam produk terapi untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk hipoalbuminemia, gangguan perdarahan dan imunodefisiensi.

Donor plasma untuk Produk Obat Derivat Plasma (PODP)

Plasma yang diambil dari donor kemudian diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP).Berbeda dengan obat yang umumnya diproduksi melalui proses sintetis, plasma berasal dari manusia sehingga ketersediaannya sangat bersandar pada kontribusi donor plasma dan mekanisme pengambilan plasma yang terlindungi dan andal. Perjalanan kesiapan plasma dimulai dari donor yang memenuhi persyaratan serta proses pengambilan plasma yang sesuai ketentuan.

dr. Linda Lukitari Waseso, Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, menekankan bahwa keberadaan donor plasma, praktik pengambilan plasma yang aman, serta jasa darah dan plasma yang memadai merupakan bagiankecil krusial dalam mendukung kesiapan plasma. 

Keberlanjutan kesiapan PODP membutuhkan ekosistem yang kuat dan terintegrasi, yang menghubungkan donor plasma, pengambilan plasma, pengolahan plasma, jasa kesehatan oleh tenaga medis, hingga pasien.

Dalam rangka memperingati International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026, yang terjadi pada 5–9 Oktober 2026 dengan tema mendunia “Plasma Powers Possibility”, PT Takeda Indonesia menyelenggarakan media gathering untuk memberikan edukasi dan sosialiasi seputar donor plasma dan PODP. Dalam aktivitas ini datang perwakilan dari Kemenkes, PMI, Yayasan yang menaungi pasien dengan kebutuhan terapi obat derivat plasma, dan undangan lainnya yang terkait. 

Siapa yang Mendapatkan Manfaat PDOP?

Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), menambahkan, Produk Obat Derivat Plasma (PODP) berpartisipasi krusial dalam pengobatan, seperti pada pasien dengan kelainan darah dan kondisi medis tertentu lainnya, seperti hemofilia dan imunodefisiensi primer.

Akses terhadap pengobatan ini menjadi tantangan. Oleh karena itu, penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kerja sama antara pemerintah, institusi kesehatan, jasa darah dan plasma, kelompok pasien, donor, dan industri.

Sebagai bagiankecil dari upaya tersebut, Takeda menjadikan pengalaman dan keahlian globalnya dalam pengumpulan dan pengolahan plasma untuk mendukung penguatan infrastruktur plasma di Indonesia. Melalui jaringan BioLife di beragam negara, Takeda akan mendukung pengembangan jaringan pengambilan plasma di Indonesia dengan mengacu pada standar mutu, keamanan, dan peraturan yang berlaku.

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Life Sciences, menyampaikan, “Produk Obat Derivat Plasma memiliki peran krusial dalam mendukung pasien yang hidup dengan kondisi kompleks dan menakut-nakuti jiwa. Di Indonesia, menaikkan pemahaman penduduk mengenai plasma dan mendukung pengembangan ekosistem plasma yang terusmenerus merupakan cara krusial dalam menguatkan mekanisme kesehatan."

Artikel Lainnya Tips dan Informasi Kesehatan
↑
Close Right Ads
Close Left Ads