Mengenal Persalinan Maryam, Teknik Melahirkan Yang Diklaim Minim Cedera Dan Rasa Sakit

Oct 24, 2025 08:30 AM - 5 bulan yang lalu 180501

Jakarta -

Di dalam Al Qur'an surat Maryam, Allah menjelaskan gimana Maryam melahirkan sendiri secara normal, tanpa operasi, dan hanya mengikuti pedoman petunjuk dari Allah SWT. Yuk, mengenal persalinan Maryam, teknik melahirkan yang diklaim minim cedera dan rasa sakit.

Melahirkan secara normal tanpa robekan, jahitan, dan rasa sakit, menjadi angan semua perempuan. Namun, setiap persalinan memang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di era yang serba moderen ini, teknik persalinan pun semakin berkembang dan memberikan kemudahan bagi para wanita saat persalinan.

Di dalam Islam, kisah Maryam memberikan inspirasi gimana wanita mulia tersebut bisa melewati persalinan Nabi Isa dengan mudah, Dari kisah Maryam pula, sebagian kalangan melabeli persalinan tersebut dengan persalinan syar'i, persalinan Maryam, alias persalinan Qur'ani.

Apa itu metode persalinan Maryam?

Metode persaliann Maryam bermulai dari proses persalinan Nabi Isa AS yang disebutkan dalam Al-Qur'an ialah Surat Maryam ayat 22-26. Sebagian kalangan menyatakan bahwa inilah metode persalinan yang diajarkan dalam Al-Qur'an.

Dalam Surat Maryam, Allah menjelaskan gimana seorang Maryam bisa melahirkan sendiri secara normal, tanpa operasi, dan hanya mengikuti pedoman petunjuk dari Allah. Hal ini sungguh luar biasa. Itu merupakan petunjuk yang diturunkan Allah kepada Maryam dan Allah mewahyukan kepada Rasululah agar menjadi petunjuk bagi kita semua. 

Inilah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya. Dia mau hamba-Nya selamat sehingga diturunkanlah petunjuk yang nyata ialah Al-Qur'an. Jika para ibu mau melahirkan normal tanpa operasi, ikutilah petunjuk yang sama dengan yang Allah berikan kepada Maryam.

Teknik persalinan maryam sendiri merupakan posisi melahirkan dalam posisi berdiri dengan berendam di air setinggi lutut. Posisi berdiri ini mereka ambil dari aktivitas Maryam menggoyang pohon kurma, sedangkan melahirkan di kolam air setinggi dengkul yang mereka ambil dari perkataan Malaikat Jibril yang mengabarkan bahwa ada sungai di bawah Maryam seperti dikutip dari Thibbun Nabawi, Tinjauan Syari'at dan Medis oleh M. Saifudin Hakim dan Siti Aisyah Ismail yang diterbitkan Gema Insani.

Pada Al-Qur'an, Malaikat Jibril membimbing Maryam agar berdiri sembari mengguncang pohon kurma hingga buah kurmanya jatuh kemudian diambil, dicuci, dan dimakan. Dalam tinjauan medis, saat badan tertarik oleh pohon kurma, kontraksi menjadi lebih kuat namun tidak terasa sakit.

Posisi berdiri membantu bayi sigap lahir lantaran dibantu oleh style gravitasi. Di sini, metode persalinan dengan menggoyang pohon kurma diaplikasikan dengan memasang besi horisontal di tembok sebagai pengganti kurma. Sedangkan air di bawah pohon kurma diganti dengan kolam yang merendam sebatas pergelangan kaki.

Tujuan dari teknik persalinan Maryam adalah melatih otot pinggang, pinggul, dan memperbaiki keseimbangan posisi panggul, sehingga membantu janin alias bagian terendah janin untuk segera turun ke panggul dengan memanfaatkan style gravitasi bumi maka bakal didapatkan waktu persalinan lebih pendek alias singkat seperti dikutip dari Buku Bunga Rampai: Keterampilan Klinis Dalam Praktik Kebidanan untuk DIII Kebidanan yang ditulis Yunissetiowati, SST. M.Kes dkk.

Arti posisi menarik pohon kurma

Salah satu teknik dalam persalinan Maryam ialah ibu dalam kondisi berdiri saat mengguncang pohon kurma. Dalam tinjauan medis, saat badan tertarik oleh pohon kurma, kontraksi menjadi lebih kuat namun tidak terasa sakit. Selain itu, dalam posisi berdiri yang dilakukan ibu, perihal ini dapat membantu bayi sigap lahir lantaran adanya style gravitasi.

Tujuan metode persalinan Maryam

Teknik persalinan Maryam dapat melatih otot pinggang, pinggul, dan memperbaiki keseimbangan posisi panggul. Hal ini sebenarnya dapat membantu janin alias bagian terendah janin untuk segera turun ke panggul dengan memanfaatkan style gravitasi bumi maka bakal didapatkan waktu persalinan lebih pendek alias singkat.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk melahirkan dengan metode Maryam.

Ada beberapa perihal yang kudu diperhatikan sebelum memutuskan menggunakan teknik melahirkan ini. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:

1. Bukan bebas rasa sakit

Teknik ini tidak mengurangi rasa sakit yang dialami ibu saat melahirkan. Namun, para ibu dilatih untuk lebih tenang dan dapat mengalihkan rasa sakit. Teknik ini lebih efektif jika dilakukan sebelum melahirkan. Hal ini dapat membantu ibu menjaga asupan harian serta menjaga kesehatan bentuk dan kekuatan mental hingga melahirkan.

2. Menyertakan hasil pemeriksaan dokter

Pemeriksaan master sebagai dasar untuk memberikan terapi, saran, dan nasihat yang diharapkan dapat membantu mempermudah proses kehamilan hingga persalinan saat memutuskan hendak melahirkan dengan teknik Maryam. Saran master menjamin ibu untuk mendapatkan saran dan support sesuai kebutuhannya.

3. Harus dinyatakan sehat

Persalinan adalah peristiwa yang berisiko. Artinya, ibu kudu dalam kondisi yang sehat dengan support maksimal dari lingkungan sekitar. Setidaknya, 1 dari 10 persalinan biasanya ada masalah. Misalnya, ibu mungkin menderita anemia, alias bayi tidak menangis setelah melahirkan.

4. Pilih letak yang dekat rumah sakit

Hal ini tidak hanya bertindak untuk teknik persalinan Maryam, tapi juga untuk metode lain yang banyak ditawarkan pada ibu hamil. Masalah selama persalinan biasanya hanya bisa ditangani setelah dirujuk ke rumah sakit. Lokasi persalinan sebaiknya jangan terlalu jauh dengan rumah sakit.

Langkah-langkah melakukan teknik persalinan Maryam

Teknik persalinan PAZ Maryam adalah gerakan-gerakan tubuh naik (berdiri) dan turun (setengah jongkok) serta menggoyangkan tubuh mendekat dan menjauh dari pegangan. Adapun langkah-langkah melakukan teknik persalinan Maryam sebagai berikut:

1. Perempuan berdiri tegap dengan kaki terbuka membentuk huruf V terbalik, kedua tangan menumpu pada pegangan yang ada pohon kurmanya.
2. Tarik badan secara perlahan menjauhi pegangan tangan (seolah menarik pohon kurma) sehingga lengan meregang.
3. Arahkan tubuh separuh jongkok sehingga tulang punggung dan pinggul ikut meregang.
4. Ayunkan tubuh dari bawah ke atas.
5. Posisi tubuh kembali seperti semula.
6. Lakukan aktivitas tersebut berulang kali dan pastikan ibu tenang dan bahagia.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya