Sejarah Munculnya Houthi – Halo, Grameds! Sejarah munculnya Houthi dimulai dari sebuah pergerakan pembaharuan keagamaan di pegunungan utara Yaman, yang kini menjelma menjadi salah satu kekuatan militer paling ditakuti dan memperkeruh peta geopolitik Timur Tengah.
Inilah kisah di balik lahirnya kelompok Houthi—atau Ansar Allah—yang aksinya kerap menguncang dunia.
Latar Belakang Munculnya Gerakan Houthi
Untuk memahami sejarah munculnya Houthi, kita perlu melihat kondisi Yaman sebelum himpunan tersebut berkembang menjadi kekuatan politik dan militer.
Houthi berasal dari daerah Saada di Yaman bagiankecil utara. Gerakan ini berakar pada kelompok Zaidiyah, salah satu cabang Syiah dalam Islam yang telah durasi berkembang di daerah tersebut.
Pada 1962, mekanisme imamah Zaidiyah di Yaman Utara berakhir setelah revolusi yang mengarah pada pembentukan republik. Perubahan tersebut turut mengubah formasi dominasi politik dan sosial yang sebelumnya berkembang selama berabad-abad.
Dalam beberapa dasawarsa berikutnya, sebagian penduduk Zaidiyah merasa tradisi keagamaan dan efek politik mereka semakin terpinggirkan. Pada saat yang sama, efek himpunan keagamaan Salafi yang berasal dari tradisi Sunni juga berkembang di daerah utara.
Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang munculnya pergerakan kebangkitan Zaidiyah. Meski demikian, nggak semua penganut Zaidiyah bergabung dengan Houthi. Gerakan ini cuma mewakili salah satu himpunan yang berkembang dari lingkungan sosial dan keagamaan tersebut.
Awal Berdirinya Houthi pada 1990-an
Gerakan yang menjadi cikal akan Houthi mulai berkembang pada akhir 1980-an hingga 1990-an. Pada tahap awal, aktivitasnya berfokus pada pendidikan agama, penguatan identitas Zaidiyah, dan upaya mempertahankan tradisi penduduk di Yaman bagiankecil utara.
Salah satu pergerakan pendahulunya dikenal sebagai Believing Youth maupun Shabab al-Mu’min. Gerakan ini menjadi wadah bagi aktivitas pendidikan dan kebangkitan keagamaan Zaidiyah, terutama di daerah Saada dan sekitarnya.
Hussein Badreddin al-Houthi kemudian menjadi salah satu figur krusial dalam evolusi pergerakan tersebut. Ia berbareng lingkaran pendukungnya membawa pergerakan itu ke arah yang semakin politis, terutama ketika kritik terhadap pemerintah Yaman mulai menguat.
Pada awalnya, aktivitas pergerakan ini belum sebesar kekuatan politik dan militer yang dikenal saat ini. Namun, ketidakpuasan terhadap pemerintah, permasalahan ketimpangan, dan perbedaan pandangan mengenai arah politik Yaman membantu memperluas dukungannya.
Dari sinilah pergerakan Houthi mulai berkembang melampaui aktivitas keagamaan dan memasuki ajang politik nasional.
Peran Hussein al-Houthi dalam Perkembangan Gerakan
Hussein Badreddin al-Houthi merupakan salah satu figur utama dalam sejarah mula Houthi. Ia dikenal sebagai imam keagamaan dan politik yang mendorong pergerakan tersebut menjadi lebih aktif dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah Yaman.
Pada mula 2000-an, Hussein semakin vokal menentang kebijakan pemerintah yang dipimpin Presiden Ali Abdullah Saleh. Ia juga mengkritik hubungan pemerintah Yaman dengan Amerika Serikat, terutama setelah invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003.
Sikap tersebut membikin hubungan pergerakan Hussein dengan pemerintah semakin tegang. Pemerintah melihat aktivitas himpunan itu sebagai intimidasi terhadap stabilitas dan kewenangan negara.
Pada 2004, upaya pemerintah untuk menangkap Hussein berujung pada perselisihan bersenjata di daerah utara Yaman. Peristiwa ini menandai mula pemberontakan Houthi secara terbuka.
Hussein akhirnya tewas pada September 2004 dalam operasi militer pemerintah. Namun, kematiannya nggak menghentikan pergerakan tersebut. Kepemimpinan kemudian bergeser kepada adiknya, Abdul-Malik al-Houthi, yang kelak menjadi imam utama himpunan ini.
Konflik Houthi dengan Pemerintah Yaman pada 2004–2010
Setelah perselisihan pertama pada 2004, perselisihan antara Houthi dan pemerintah Yaman terjadi dalam beberapa ombak pertempuran. Pemerintah berupaya mempertahankan kendali atas daerah utara, sedangkan Houthi terus membangun kekuatan dan memperluas pengaruhnya.
Pertempuran tersebut terjadi dalam enam putaran utama antara 2004 dan 2010. Konflik melibatkan operasi militer pemerintah, perlawanan himpunan Houthi, serta ketegangan dengan sejumlah himpunan lokal.
Perselisihan ini nggak cuma berhubungan dengan permasalahan agama. Ada pula aspek politik, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta tuntutan mengenai dominasi dan perlakuan terhadap penduduk di daerah utara.
Konflik yang terus berulang membikin Houthi semakin terorganisasi sebagai himpunan bersenjata. Pengalaman menghadapi militer pemerintah juga membantu himpunan ini menguatkan posisi mereka di daerah Saada.
Dengan demikian, masa 2004–2010 menjadi fase krusial yang mengubah Houthi dari pergerakan kebangkitan keagamaan dan politik menjadi kekuatan pembangkang yang lebih terstruktur.
Pengaruh Arab Spring terhadap Perkembangan Houthi
Pada 2011, ombak demonstrasi yang dikenal sebagai Arab Spring turut mengguncang Yaman. Masyarakat turun ke jalan untuk memprotes pemerintahan Ali Abdullah Saleh yang telah berkuasa selama puluhan tahun.
Tekanan politik akhirnya membikin Saleh meninggalkan jabatan presiden. Pada 2012, Abd Rabbuh Mansur Hadi memungut alih kepemimpinan dalam masa transisi yang diharapkan dapat membawa fluktuasi politik.
Namun, proses transisi tersebut menghadapi beragam masalah, termasuk ketidakstabilan ekonomi, persaingan antarkelompok politik, dan ketidakpuasan terhadap pembagian kekuasaan.
Houthi memanfaatkan situasi ini untuk memperluas pengaruhnya. Kelompok tersebut juga terlibat dalam proses percakapan nasional yang bermaksud membahas masa depan pemerintahan dan penyusunan konstitusi Yaman.
Meski ikut dalam proses politik, Houthi statis menguatkan pengaruhnya di lapangan. Ketegangan dengan pemerintah pusat terus berlanjut hingga akhirnya berkembang menjadi perebutan dominasi yang lebih besar.
Houthi Merebut Ibu Kota Sanaa pada 2014
Salah satu peristiwa paling krusial dalam sejarah munculnya Houthi adalah pengambilalihan Sanaa, ibu kota Yaman, pada September 2014.
Sebelum peristiwa tersebut, Houthi telah memperluas pengaruhnya dari Saada menuju daerah lain. Ketidakpuasan penduduk terhadap pemerintah, lemahnya institusi negara, dan persaingan politik memberikan ruang bagi himpunan tersebut untuk menguatkan posisinya.
Houthi kemudian memasuki Sanaa dan memungut alih sejumlah institusi penting. Pemerintah Yaman kehilangan kendali ampuh atas ibu kota, sementara situasi politik dan keamanan negara semakin memburuk.
Pengambilalihan Sanaa menjadi titik balik karena Houthi nggak lagi cuma berjalan sebagai himpunan pembangkang di daerah utara. Mereka kini memiliki kendali atas pusat pemerintahan dan menjadi pemeran utama dalam menentukan arah politik Yaman.
Peristiwa tersebut juga memicu kecemasan negara-negara di kawasan, terutama Arab Saudi, yang melihat ekspansi dominasi Houthi sebagai intimidasi terhadap keamanan regional.
Intervensi Arab Saudi dan Perluasan Konflik pada 2015
Konflik Yaman semakin meluas pada Maret 2015 ketika koalisi militer ketua Arab Saudi melancarkan intervensi untuk mendukung pemerintahan Hadi yang diakui secara internasional.
Intervensi tersebut bermaksud menghentikan ekspansi dominasi Houthi dan memulihkan posisi pemerintah yang kehilangan kendali atas Sanaa. Namun, operasi militer justru memperbesar skala perang dan membikin perselisihan semakin kompleks.
Hubungan Houthi dengan Iran turut menjadi salah satu aspek dalam persaingan regional. Iran memberikan sokongan kepada himpunan tersebut, sedangkan Arab Saudi mendukung pihak-pihak yang menentang dominasi Houthi.
Meski sering dikaitkan dengan persaingan Iran dan Arab Saudi, perselisihan Yaman juga memiliki akar domestik yang kuat. Persaingan politik, permasalahan pemerintahan, dan perbedaan kepentingan antar himpunan di dalam negeri turut menentukan perkembangannya.
Perang yang berkepanjangan menimbulkan kerusakan infrastruktur, pengungsian, dan krisis kemanusiaan yang bermutu bagi penduduk Yaman.
Perkembangan Houthi hingga Menjadi Kekuatan Regional
Seiring berjalannya waktu, Houthi berkembang menjadi himpunan yang memiliki kapasitas politik dan militer lebih besar dibandingkan ketika pertama kali muncul pada 1990-an.
Kelompok ini menguasai Sanaa dan sejumlah daerah di Yaman bagiankecil utara serta barat. Di bawah kepemimpinan Abdul-Malik al-Houthi, mereka juga mengembangkan kapasitas persenjataan, termasuk rudal dan drone.
Pengaruh Houthi semakin mendapat perhatian internasional sejak November 2023, ketika himpunan tersebut mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Houthi mengungkapkan aksi itu sebagai bentuk sokongan terhadap Palestina dalam perang di Gaza.
Serangan tersebut mengganggu jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui Laut Merah dan Terusan Suez. Sejumlah perusahaan pelayaran mengalihkan rute kapal untuk mengurangi risiko, sehingga perjalanan dan biaya pengiriman dapat meningkat.
Perkembangan ini memberitahu fluktuasi besar dalam perjalanan Houthi. Gerakan yang awalnya berakar pada kebangkitan keagamaan di daerah utara Yaman kini memiliki efek terhadap keamanan dan perdagangan internasional.
Siapa Saja Tokoh Penting dalam Sejarah Houthi?
Berikut adalah tokoh-tokoh krusial yang menjadi pelopor Houthi, yang perlu Anda ketahui, Grameds.
- Hussein Badreddin al-Houthi
Tokoh yang berpartisipasi krusial dalam evolusi mula pergerakan Houthi dan mengepalai perlawanan terhadap pemerintah Yaman pada 2004.
- Abdul-Malik al-Houthi
Adik Hussein yang memungut alih kepemimpinan setelah kematian kakaknya. Ia kemudian membawa Houthi berkembang menjadi kekuatan politik dan militer yang berpengaruh.
- Ali Abdullah Saleh
Mantan presiden Yaman yang pemerintahannya terlibat dalam perselisihan bersenjata dengan Houthi sejak 2004. Hubungan politiknya dengan Houthi kemudian mengalami fluktuasi seiring evolusi konflik.
Faktor yang Mendorong Perkembangan Houthi
- Ketegangan sosial dan keagamaan
Sebagian penduduk Zaidiyah di Yaman utara merasa identitas dan tradisi mereka semakin terpinggirkan, sehingga muncul pergerakan untuk menguatkan balik efek kelompok tersebut.
- Ketidakpuasan terhadap pemerintah
Persoalan politik, ketimpangan ekonomi, dan hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah utara turut mendorong sokongan terhadap Houthi.
- Ketidakstabilan politik Yaman
Pergantian kepemimpinan setelah Arab Spring pada 2011 menciptakan situasi yang dimanfaatkan Houthi untuk memperluas efek dan kekuasaannya.
Perubahan Houthi dari Gerakan Lokal Menjadi Kekuatan Regional
- Memperkuat dominasi di Yaman
Setelah merebut Sanaa pada 2014, Houthi berkembang dari pergerakan yang berpusat di daerah utara menjadi kekuatan yang menguasai sejumlah daerah strategis di Yaman.
- Mendapat sokongan dari Iran
Hubungan dengan Iran, termasuk sokongan militer dan teknologi persenjataan, membantu menaikkan kapasitas Houthi. Meski demikian, himpunan ini juga memiliki kepentingan politiknya sendiri.
- Terlibat dalam ketegangan internasional
Serangan Houthi terhadap kapal di Laut Merah sejak 2023 membikin himpunan ini semakin mendapat perhatian bumi karena dampaknya terhadap keamanan area dan perdagangan internasional.
Kesimpulan
Grameds, sejarah munculnya Houthi dimulai dari pergerakan kebangkitan tradisi keagamaan Zaidiyah di daerah utara Yaman pada akhir 1980-an hingga 1990-an. Gerakan ini kemudian berkembang menjadi kekuatan politik di bawah efek Hussein al-Houthi dan memasuki perselisihan bersenjata dengan pemerintah pada 2004.
Setelah melewati beragam konflik, fluktuasi politik akibat Arab Spring, dan perebutan ibu kota Sanaa pada 2014, Houthi tumbuh menjadi salah satu pemeran utama dalam perselisihan Yaman. Hubungan dengan Iran serta serangan terhadap kapal di Laut Merah kemudian memperluas pengaruhnya ke tingkat regional dan internasional.
Rekomendasi Buku Terkait
Pahlawan Kebanggaan Indonesiaku, Kisah Heroik Perjuangan Pahlawan Bangsaku
Indonesia memiliki banyak pahlawan bangsa yang begitu hebat. Mere Soepratman pada zamannya demi mempertahankan tanah kelahirannya. Sayangnya, dewasa ini pahlawan bangsa itu sering terlupakan. Anak-anak kurang begitu tahu siapa pahlawan bangsa yang mereka kagumi? Anak-anak era now lebih tahu pahlawan maupun superhero dari sinema luar. Selain, perjuangannya yang luar biasa, ada banyak hal yang bisa kita ambil sebagai pelajaran moral dan motivasi bagi anak-anak untuk hayat sehari-hari. Di antaranya, adalah untuk pantang menyerah. Di buku ini, penulis membikin buku pahlawan nasional yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya buku pahlawan berisi histori hidup dan sejarah singkat, penulis menceritakan benar-benar heroik para pahlawan nasional kita dengan statis berasal pada kisah nyatanya. Semoga dengan adanya buku ini, dapat memberikan warna baru pada buku pahlawan yang ada di pasaran. Dan, anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa menyukai buku ini. Selamat membaca. Merdeka!
Buku Pintar Mengenal Pahlawan Indonesia
Buku “Buku Pintar Mengenal Pahlawan Indonesia” memuat tentang profil pahlawan nasional Indonesia. Ada lebih dari 150 pahlawan Indonesia yang dibahas dalam buku setebal 420 halaman ini, yang dikategorikan ke dalam 6 bab utama, di antaranya Pahlawan Masa Penjajahan Belanda dan Jepang, Pahlawan Proklamasi, Pahlawan Revolusi Kemerdekaan, dan lain-lain. Pembahasan setiap pahlawan meliputi profil singkat, histori hidup, perjalanan perjuangannya untuk Indonesia, serta jasanya untuk bangsa. Buku “Buku Pintar Mengenal Pahlawan Indonesia” akan membujuk pembaca untuk mengenal pahlawan-pahlawan yang telah berjasa, yang beberapa namanya mungkin terdengar asing. Buku ini juga akan menambah rasa nasionalisme dan kecintaan pembaca terhadap tanah air.
Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi
Sosok Pierre Andries Tendean kerap disebut setiap harinya, entah sebagai nama jalan, bangunan ataupun simbol militer. Kisah-kisah hidupnya berseliweran di blog bumi maya, baik yang berbasis kenyataan maupun kisah-kisah fiksi karangan semata. Sesungguhnya, sosok autentik si pemilik nama jarang diungkap lebih detail dalam histori hidup resmi ataupun literatur sejarah di negeri ini. Saat gugur dalam peristiwa satu, pangkat yang rendah jika dibandingkan dengan enam kompatriotnya yang gugur waktu itu. Pierre gugur saat menjabat sebagai ajudan Menko Hankam/Kasab Jenderal Abdul Haris Nasution.
- Arti BPA Free
- Aktivitas Teamwork Indoor
- Apa itu Danantara
- Apa itu Mikroplastik
- Bahaya Mikroplastik
- Barang untuk Mudik
- BPA Free vs Plastik Biasa
- Cara Kerja Ombudsman
- Cara Melapor ke Ombudsman
- Cara Mengembangkan Kreativitas Anak
- Cara Merawat Stainless Steel
- Cara Memilih Plastik Aman Makanan
- Contoh Kasus Ombudsman
- Danantara vs INA
- Food Grade Artinya Apa
- Jenis Plastik
- Jenis Stainless Steel
- Kaca vs Plastik
- Kapan Botol Plastik Harus Diganti
- Kelebihan dan Kekurangan Stainless Steel
- Kode Plastik
- Kode Stainless Steel
- Mengenal Sejarah Munculnya Houthi
- Panduan Lengkap Mengurangi Mikroplastik
- Panduan Praktis Hidup Ramah Lingkungan
- Perbandingan Bambu vs Plastik
- Perbandingan Silikon vs Plastik
- Perbedaan BPK dan BPKP
- Perbedaan MA dan MK
- Perbedaan KPK dan Kejaksaan
- Plastik PET
- Resep Matcha
- Siapa Itu Houthi
- Stainless Steel Food Grade
- Stainless Steel vs Aluminium
- Stainless Steel vs Besi
- Stainless Steel vs Kaca
- Stainless Steel vs Tembaga
- Teacher Training Workshop
- Tips Mengurangi Jejak Karbon
- Teknik Memanjat dalam Canyoneering
- Tugas dan Fungsi Ombudsman
- Tujuan Ombudsman



