Menyebut Muhammad Saw Saja Tanpa Gelar Seperti Nabi Atau Rasulullah, Apa Hukumnya?

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Allah SWT memuliakan Nabi Muhammad SAW dengan beragam cara. Salah satunya adalah munculnya larangan bagi umat Islam untuk memanggil beliau dengan julukan nama saja. 

Ibrahim Mulaakhtathir dalam kitab Keagungan Nabi Muhammad menjelaskan, salah satu keagungan derajat Nabi Muhammad SAW dan ketinggian kedudukannya di sisi Allah SWT adalah bahwa Dia tidak pernah memerintah umat Islam untuk memanggil beliau dengan namanya. Hal ini bermaksud untuk mengagungkan, memuliakan, dan menghormati Nabi Muhammad. 

Namun, mereka diperintahkan untuk tidak memanggilnya dengan panggilan "Hai Rasulullah" alias "Hai Nabiyullah". Hal ini berbeda dengan nan terjadi pada para Nabi sebelumbya di kalangan umatnya. Allah SWT berfirman dalam Surat An Nur ayat 63:

لَا تَجۡعَلُوۡا دُعَآءَ الرَّسُوۡلِ بَيۡنَكُمۡ كَدُعَآءِ بَعۡضِكُمۡ بَعۡضًا‌ ؕ قَدۡ يَعۡلَمُ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ يَتَسَلَّلُوۡنَ مِنۡكُمۡ لِوَاذًا‌ ۚ فَلۡيَحۡذَرِ الَّذِيۡنَ يُخَالِفُوۡنَ عَنۡ اَمۡرِهٖۤ اَنۡ تُصِيۡبَهُمۡ فِتۡنَةٌ اَوۡ يُصِيۡبَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ

"La taj'aluu du'aaa'ar Rasuuli bainakum kadu'aaa'i badikum ba'daa; qad ya'lamul laahul laziina yatasallaluuna minkum liwaazaa; fal yahzaril laziina yukhaalifuuna 'an amrihiii an tusiibahum fitnatun aw yusiibahum 'azaabun aliim."

Yang artinya, "Janganlah Anda jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara Anda seperti panggilan sebagian Anda kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang nan keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara Anda dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang nan menyalahi perintah Rasul-Nya takut bakal mendapat ujian alias ditimpa balasan nan pedih."

Ibnu Abbas, Mujahid, dan Said bin Jabir, dan Zaid bin Aslam juga meriwayatkan hadits nan senada mengatakan bahwa orang-orang berkata, "Hai Muhammad, Habi Abu Al Qasim." Maka, Allah melarang mereka melakukan demikian demi mengagungkan Nabi dan Dia memerintahkan mereka agar mengatakan, "Hai Nabi Allah, Hai Rasulullah."

Sementara itu, Allah SWT menceritakan tentang panggilan nan digunakan oleh umat-umat terdahuku kepada para Nabi mereka. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Surat Huud ayat 32:

قَالُوۡا يٰـنُوۡحُ قَدۡ جَادَلۡتَـنَا فَاَكۡثَرۡتَ جِدَالَـنَا فَاۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ اِنۡ كُنۡتَ مِنَ الصّٰدِقِيۡنَ

"Qooluu yaa Nuuhu qad jaadaltanaa fa aksarta jidaalanaa faatinaa bimaa ta'idunaaa in kunta minas saadiqiin."

Yang artinya, "Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, engkau telah berbantah dengan kami, dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami balasan nan engkau ancamkan, jika Anda termasuk orang nan benar." Dijelaskan bahwa, ayat-ayat nan menjelaskan perihal ini sangat banyak ditemui di Alquran. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam