Merasa Selalu Dapat Masalah Hidup? Lakukan 8 Amalan Dalam Alquran Dan Hadits Ini 

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Sebagian orang mungkin merasa terus-menerus diterpa kesulitan seperti masalah ekonomi dan sebagainya. Dalam kondisi ini, diperlukan pertimbangan diri tentang apa saja nan membuatnya selalu merasa seperti itu.

Alquran telah memberi pesan, di kembali kesulitan itu ada kemudahan. Bahkan kalimat ini diulang dua kali secara beruntun. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Insyirah ayat 5-6:

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Apa saja nan perlu dilakukan saat merasa selalu ketiban masalah? Alquran dan hadits telah memberikan pesan sebagai jalan keluar untuk itu.

1. Husnudzan kepada Allah SWT

Segala kesulitan bisa teratasi atas pertolongan Allah SWT. Ketika seorang hamba terus-menerus berpikir negatif, maka itu pula sangkaannya kepada Allah SWT. Karena itu, dibutuhkan prasangka baik alias husnudzan kepada Allah SWT. Berikut hadits tentang pentingnya berprasangka baik kepada Allah SWT:

عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «قال الله عز وجل : أنا عند ظنِّ عَبدي بي، وأنا معه حيث يَذكُرني، والله، لَلَّه أَفرَحُ بِتَوبَةِ عَبدِهِ مِنْ أَحَدِكُم يَجدُ ضَالَّتَهُ بالفَلاَة، وَمَنْ تَقَرَّب إِلَيَّ شِبْرًا، تقرَّبتُ إليه ذِرَاعًا، ومن تقرب إلي ذِراعًا، تقربت إليه بَاعًا، وإذا أَقْبَلَ إِلَيَّ يمشي أَقْبَلْتُ إِلَيهِ أُهَرْوِلُ». متفق عليه

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Demi Allah, Allah lebih senang dengan taubat hamba-Nya daripada seorang dari kalian nan menemukan barangnya nan lenyap di padang pasir. Siapa mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Siapa nan mendekati-Ku satu hasta, Aku mendekatinya satu depa. Jika dia datang menghadap sembari berjalan, Aku datang kepadanya sembari berlari kecil'." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Berbakti kepada orang tua

Agar masalah selesai, salah satu caranya adalah dengan berkhidmat kepada orang tua. Berbuat baik dan meminta angan kepada mereka. Sebab, angan orang tua adalah keselamatan dari kesengsaraan di dunia. Doa orang tua menjadi penghilang rasa derita dan lenyapnya kekhawatiran dan kesedihan. Allah SWT berfirman:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

"(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah Anda menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, berkata katalah nan baik kepada manusia, laksanakanlah sholat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, Anda beralih (mengingkarinya), selain sebagian mini darimu, dan Anda (masih menjadi) pembangkang." (QS Al Baqarah ayat 83)

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam