Meski Thr Cair, Allah Perintahkan Jangan Belanja Berlebihan 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA--Tingkat konsumsi masyarakat jelang lebaran biasanya meningkat tajam. Mereka berlomba-lomba membeli bahan-bahan pokok, kue lebaran dan baju baru. Dan tak sedikit dari mereka apalagi rela mengeluarkan duit untuk kebutuhan lebaran secara berlebihan.

Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil dan tenaga kerja swasta juga turun mendorong tingginya tingkat konsumsi masyarakat jelang lebaran. Namun umat Islam perlu juga mengontrol nafsu belanjanya jangan sampai dilakukan secara berlebihan. Sebab tindakan berlebih-lebihan dilarang oleh Allah SWT.

Ach. Fawaid dalam bukunya "Asbabun Nuzul" menjelaskan tentang ayat Alquran nan melarang royal alias berlebih-lebihan. Hal tersebut tertuang dalam Surah al-Isra' ayat 26-27 berbunyi:

وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا

Wa āti żal-qurbā ḥaqqahū wal-miskīna wabnas-sabīli wa lā tubażżir tabżīrā(n).

Artinya: "Berikanlah kepada kerabat dekat haknya, (juga kepada) orang miskin, dan orang nan dalam perjalanan. Janganlah Anda menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

Innal-mubażżirīna kānū ikhwānasy-syayāṭīn(i), wa kānasy-syaiṭānu lirabbihī kafūrā(n).

Artinya: "Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."

Fawaid mengatakan dua ayat tersebut adalah seruan nyata dari Allah SWT agar manusia tidak boros. Menurutnya, pemborosan merupakan salah satu corak tidak mensyukuri nikmat Allah SWT. Bahkan Allah menyebut mereka adalah kerabat setan.

Allah tidak menginginkan manusia menghamburkan-hamburkan hartanya. Melainkan mereka menggunakannya secara proporsional nan sesuai dengan perintah agama. Ayat tersebut membolehkan manusia membelanjakan kekayaan sewajarnya dan tidak kikir. Hidup sederhana dianjurkan oleh agama. Sebagaimana rekomendasi Rasulullah saw, Rasulullah bersabda, "Orang nan mencapai kejayaannya adalah orang nan bertindak di atas prinsip Islam dan hidup secara sederhana." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Fawaid menjelaskan turunnya ayat tersebut diriwayatkan Imam Thabrani nan berasal dari Abu Sa'id al-Khudri dan dalam riwayat lain oleh Ibnu Mardawaih nan berasal dari Ibnu Abbas. Ayat tersebut turun ketika Rasulullah saw memanggil Fatimah lampau memberinya Fadak (Sebuah desa di wilayah Hijaz, Arab Saudi dengan kebun dan pohon kurma nan luas di dekat Khaibar).

Namun menurut Ibnu Katsir berkata, "Hadits ini rancu, karena dia mengisyaratkan bahwa ayat ini Madaniyah, padahal menurut pendapat nan masyhur tidak demikian (melainkan Makkiyah). 

Tafsir tahlili dalam Quran Kemenag dijelaskan pada ayat 26 memerintahkan agar tidak kikir. Allah memerintahkan agar memenuhi kewenangan family dekat, orang-orang miskin dan orang dalam perjalanan. Hak nan dimaksud luas mulai dari bersikap sopan dan support berupa materi jika membutuhkan.

Allah juga melarang membelanjakan kekayaan berlebihan nan bisa menjadi mubazir. Hal tersebut bermaksud agar manusia mengatur pengeluarannya sesuai keahlian dan pendapatannya. Dan pada ayat 27, Allah menyatakan bahwa perilaku royal merupakan kerabat setan. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam