TikTok/@pandafarm_indonesia
Kincai Media - Salah satu rahasia utama agar pohon jeruk bisa berbuah lebat adalah pemberian pupuk yang rutin dan tepat. Tanaman jeruk memerlukan banyak nutrisi untuk membentuk kembang dan buah yang manis. Tanpa pemupukan yang cukup, pohon memang bisa tumbuh subur, tapi sering kali enggan berbuah alias hasilnya sedikit.
Banyak orang mengira cukup menyiram dan menjemur pohon jeruk agar sigap berbuah. Padahal, nutrisi dari tanah saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman ini. Karena itu, pemupukan berkala menjadi langkah krusial agar pohon tetap sehat, daunnya hijau, dan berbuah lebih cepat.
Tak sedikit pula akhirnya rela membeli pupuk unik dengan nilai mahal demi hasil yang maksimal. Namun, sebenarnya tidak semua jenis pupuk kudu mahal untuk bisa bekerja efektif. Kamu bisa menggunakan pupuk sederhana yang diracik sendiri dari bahan dapur. Cukup dengan modal Rp5.000 saja, Anda bisa mendapatkan pupuk yang efektif melebatkan buah di pohon jeruk.
Penasaran apa pupuk pelebat buah yang dimaksud? Simak bahan-bahan dan langkah membuatnya yang telah BrilioFood rangkum dari TikTok @pandafarm_indonesia pada Kamis (23/10).
Pupuk pelebat buah untuk pohon jeruk.
1. Rendam beras dan ambil airnya.
foto: TikTok/@pandafarm_indonesia
Langkah pertama, siapkan segenggam beras lampau rendam dalam air bersih selama beberapa menit. Setelah itu, remas-remas beras hingga airnya berubah warna menjadi putih seperti susu. Air beras inilah yang nantinya bakal jadi bahan dasar pupuk alami kaya nutrisi untuk tanaman jeruk.
2. Campur dengan telur dan gula merah.
foto: TikTok/@pandafarm_indonesia
Tuangkan air beras ke dalam wadah, lampau tambahkan satu butir telur mentah dan sedikit gula merah yang sudah dicincang halus. Aduk semua bahan sampai betul-betul tercampur dan larut sempurna. Telur berfaedah sebagai sumber protein dan nitrogen, sementara gula merah membantu proses fermentasi agar pupuk lebih aktif dan sigap bereaksi.
3. Fermentasi selama satu hari penuh.
foto: TikTok/@pandafarm_indonesia
Setelah semua bahan tercampur, tutup wadah rapat-rapat dan diamkan selama 24 jam. Proses fermentasi ini krusial untuk memunculkan mikroba baik yang bakal membantu memperkaya nutrisi pupuk. Nantinya, cairan bakal sedikit berbau unik hasil fermentasi, tandanya pupuk siap digunakan.
4. Encerkan sebelum digunakan.
foto: TikTok/@pandafarm_indonesia
Sebelum disiramkan ke tanaman, pupuk cair ini perlu diencerkan terlebih dahulu. Campurkan pupuk hasil fermentasi dengan air bersih menggunakan komparasi 1:1 agar tidak terlalu pekat. Dengan pengenceran ini, tanaman bisa menyerap nutrisi lebih optimal tanpa akibat “terbakar” akibat larutan yang terlalu kuat.
5. Siram ke tanaman secara rutin.
foto: TikTok/@pandafarm_indonesia
Gunakan pupuk ini dengan langkah disiramkan langsung ke tanah di sekitar batang pohon jeruk. Lakukan secara rutin seminggu sekali untuk hasil terbaik. Jika dilakukan teratur, daun bakal terlihat lebih hijau segar dan kembang jeruk pun bakal tumbuh lebih banyak, menandakan tanaman siap berbuah lebat tanpa perlu pupuk mahal.
Pertanyaan yang kerap diajukan tentang faedah air beras untuk tanaman.
Air beras yang sering dibuang setelah mencuci alias merendam beras rupanya menyimpan banyak faedah untuk tanaman. Cairan sederhana ini kaya nutrisi alami yang bisa membantu pertumbuhan dan kesuburan beragam jenis tanaman di rumah.
1. Apa kandungan nutrisi utama dalam air beras yang berfaedah untuk tanaman?
Air beras mengandung karbohidrat, vitamin B, protein, dan sedikit mineral seperti magnesium dan fosfor. Semua unsur ini membantu memperkuat akar, mempercepat pertumbuhan daun, dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan.
2. Apakah semua jenis tanaman cocok disiram dengan air beras?
Sebagian besar tanaman hias dan sayuran daun cocok disiram dengan air beras. Namun, untuk tanaman yang sensitif terhadap kadar gula alias pati tinggi seperti kaktus dan sukulen, sebaiknya penggunaannya dibatasi agar tidak menimbulkan jamur di tanah.
3. Seberapa sering sebaiknya memberi air beras pada tanaman?
Idealnya cukup dua kali dalam seminggu agar tidak terjadi penumpukan sisa pati di media tanam. Jika terlalu sering, justru bisa menyebabkan tanah jadi lembap berlebihan dan memicu pertumbuhan lumut.
4. Lebih baik menggunakan air beras mentah alias yang sudah direbus?
Air beras mentah lebih baik lantaran nutrisinya tetap utuh dan belum mengalami perubahan struktur akibat panas. Sedangkan air beras sisa nasi rebus biasanya mengandung minyak alias garam yang bisa mengganggu pertumbuhan akar tanaman.
5. Apakah air beras bisa digunakan sebagai pengganti pupuk cair?
Bisa, tapi sifatnya hanya sebagai tambahan nutrisi, bukan pengganti penuh pupuk cair. Air beras membantu memperkaya mikroorganisme baik di tanah, sementara pupuk tetap dibutuhkan untuk memberikan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
(brl/lut)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·