Nabi Muhammad Saw Selalu Tenang Dan Baca Ini Saat Dakwah Beliau Ditentang  

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Ketenangan hati adalah karakter kepribadian Nabi Muhammad SAW. Dengan hati nan tenang, beliau bisa menampilkan sifat rendah hati dan sikap nan mulia. Setiap kata nan beliau ucapkan selalu sarat dengan kebenaran dan kebijaksanaan. Inilah nan kemudian menjadi contoh bagi umat Islam dalam berbicara.

Nabi Muhammad SAW apalagi mempunyai ketenangan hati saat memimpin proses dakwah yang sebegitu sulitnya kala itu. Beliau menghadapi banyak penolakan dan apalagi kekerasan, hingga dilempari batu. Namun tetap teguh dan terus berceramah di Makkah, dengan tekad nan kokoh dan kesabaran nan luar biasa.

Untuk menghadapi situasi semacam itu, Nabi Muhammad SAW tidak membalas mereka dengan perlakuan nan sama, tapi justru dengan mendoakan mereka. Adapun angan nan beliau ucapkan sebagai berikut:

 رب اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون

Latin:

Robbigh fir-liqowmii fa innahum laa ya'lamuun

Artinya:

"Ya Rabb, ampuni umatku lantaran mereka tidak tahu."

Selain itu, Nabi SAW juga mendoakan mereka sebagaimana berikut ini:

لعلَّ الله أن يُخرج من أصلابهم من يعبد الله ولا يُشرك به شيئًا

"Semoga Allah SWT menjadikan mereka orang-orang nan menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya."

Ketenangan Nabi Muhammad SAW diperoleh lantaran percaya pada pertolongan Allah SWT. Hal inilah nan kemudian diabadikan dalam Alquran, ialah pada Surat At Taubah ayat 40:

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Jikalau Anda tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berbicara kepada temannya. Janganlah Anda bersungkawa cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara nan Anda tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah nan rendah. Dan kalimat Allah itulah nan tinggi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS At-Taubah ayat 40)

Ketenangan Rasulullah SAW juga ditunjukkan pada saat beliau membikin perjanjian tenteram Hudaibiyah. Saat itu beliau berkata:

إنه ربي وإنه لن يضيعني

"Innahu robbii wa innahu lan yudhii'ani", nan artinya "Sesungguhnya Dia adalah Tuhanku, dan Dia tidak bakal menyia-nyiakanku."

Sejatinya, ketenangan adalah hasil ketika seorang Muslim sudah 100 persen percaya pada Penguasa alam semesta. Rasa percaya alias keagamaan inilah nan mengarahkan seorang Muslim pada ketenangan di setiap keadaan.

Nabi Muhammad SAW setelah wafat tidak meninggalkan warisan berupa kekayaan benda. Hanya dua perihal nan beliau wariskan untuk umatnya, ialah Alquran dan hadits. Dalam banyak kesempatan, Rasulullah kerap mengingatkan kepada umat Muslim agar menjadikan kesenangan bumi sebagai tujuan hidup.

Nabi SAW mengumpamakan kehidupan bumi ibaratkan melangkah di hari panas, lampau berakhir sejenak sekadar beristirahat, dan tidak lama lagi tempat itu bakal ditinggalkan. Jadi, dengan kata lain, Islam adalah kepercayaan nan berdasarkan nilai kesederhanaan nan tinggi, seperti dicontohkan Rasulullah SAW.

Bahkan ketenangan dan kedamaian nan dibawa Nabi Muhammad SAW sempat menjadi perhatian bagi Mahatma Gandhi, tokoh Hindu terkemuka dalam sejarah aktivitas kemerdekaan India. Gandhi dikenal sebagai aktivis nan selama ini dalam aktivitas aktivisnya tidak pernah menggunakan kekerasan. Dia juga mengusung aktivitas kemerdekaan melalui tindakan demonstrasi damai.

Di kembali itu, Gandhi rupanya mengagumi Nabi Muhammad SAW. Dia tergugah dan penasaran dengan sosok Nabi Muhammad SAW nan mempunyai begitu banyak pengikut. "Saya mau mengetahui kualitas laki-laki nan menarik hati jutaan orang, tanpa konflik. Saya menjadi sangat percaya bahwa pedang bukanlah perangkat nan digunakan Islam untuk mencapai kehebatannya," kata Gandi, dilansir laman Islam Online.

Gandhi mengatakan, Islam mencapai kejayaan sejatinya bukan dengan pedang, tetapi dengan kesederhanaan Nabi Muhammad SAW. "Kecuali melalui kesederhanaan Rasulullah dan pengabdian dan ketulusannya kepada para sahabat dan para pengikutnya. Dan keberaniannya dengan keagamaan kepada Tuhannya dan kepada risalahnya. Kualitas inilah nan membuka jalan, mengatasi kesulitan, bukan pedang," kata Gandhi.

Sumber:

https://www.islamweb.net/ar/article/93067/%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%83%D9%8A%D9%86%D8%A9-%D9%88%D8%B5%D9%81-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D9%86%D8%A8%D9%8A%D8%A7%D8%A1-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%B5%D8%A7%D9%84%D8%AD%D9%8A%D9%86

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam