Niat Puasa Syaban Dan Keutamaannya

Jan 20, 2026 12:06 PM - 4 bulan yang lalu 129893

Kincai Media ,JAKARTA -- Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah pada bulan Syaban. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah Syaban. Berdasarkan kalkulasi almanak Hijriah, 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Senin, 19 Januari 2026. 

Bulan Syaban mempunyai keistimewaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang banyak melaksanakan puasa sunnah di bulan ini, apalagi lebih sering dibanding bulan-bulan lainnya selain Ramadhan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, dia berkata:

لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

"Beliau tidak berpuasa; saya tidak pernah memandang Rasulullah Saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain Ramadhan; dan saya tidak pernah memandang beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban’.” (HR Muslim).

Puasa Syaban mempunyai nilai spiritual yang tinggi lantaran menjadi momentum persiapan rohani menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:

فَذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ شَهْرِ رَجَبٍ وَشَهْرِ رَمَضَانَ، تُرْفَعُ فِيهِ أَعْمَالُ النَّاسِ، فَأُحِبُّ أَنْ لَا يُرْفَعَ عَمَلِي إِلَّا وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Itu bulan yang dilalaikan manusia antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Aku mau amalku tidak diangkat selain saya sedang berpuasa,” (HR Nasa’i dan Ahmad).

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Syaban menjadi sarana meningkatkan kualitas kebaikan sebelum memasuki Ramadhan.

Niat Puasa Syaban

Puasa Syaban kudu dimulai sebelum tanggal 16, ialah sejak tanggal 1 alias paling maksimal tanggal 15. Bila sampai tanggal 15 belum berpuasa, maka haram berpuasa pada tanggal 16 sampai akhir Sya’ban.

Hal ini berasas hadits Nabi yang artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Rasullah Saw bersabda: “Ketika Sya’ban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa” (HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah).   

Sebagaimana ibadah puasa lainnya, puasa sunnah Syaban diawali dengan niat. Niat puasa sunnah boleh dilakukan sejak malam hari alias pada siang hari selama belum melakukan perihal yang membatalkan puasa.

Berikut lafaz niat puasa sunnah Syaban:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma Sya'ban lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat berpuasa Syaban lantaran Allah Ta’ala."

Niat ini dapat diucapkan dalam hati, karena niat merupakan pekerjaan hati, sementara melafazkannya berkarakter sunnah untuk membantu kekhusyukan.

Puasa Syaban dilaksanakan seperti puasa sunnah pada umumnya, dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sahur meskipun hanya dengan seteguk air, serta menyegerakan berbuka ketika waktunya tiba.

Dengan melaksanakan puasa Syaban sejak 19 Januari 2026, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri secara spiritual, melatih keikhlasan, serta meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT menjelang Ramadhan.

Selengkapnya