Niat Puasa Syawal Dan Cara Melaksanakannya, Apakah Harus Berturut-turut? 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Puasa Syawal adalah puasa sunnah nan dilakukan pada bulan Syawal setelah selesai bulan Ramadhan. Puasa ini biasa dilakukan selama enam hari berturut-turut alias bisa juga dilakukan secara terpisah pada bulan Syawal. 

Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan, umat Islam sekarang sudah memasuki bulan Syawal. Setelah merayakan Idul Fitri pada 1 Syawal, ibadah sunnah nan dianjurkan dilakukan umat Islam adalah puasa Syawal selama enam hari.

Ibadah puasa sunnah ini bakal dibalas dengan pahala nan sangat besar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَام dan الدَّهْرِ

Artinya “Siapa saja nan berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR Muslim).

Puasa Syawal 1445 H bisa mulai dilaksanakan setelah hari pertama Idul Fitri, ialah pada 2 Syawal 1445 H nan tahun ini jatuh pada Kamis (11/4/2024) besok. Karena, umat Islam dilarang untuk berpuasa sunnah pada 1 Syawal. 

Untuk menjalankan ibadah puasa Syawal, umat Islam mengetahui niatnya terlebih dahulu. Niat puasa Syawal ini bisa dibaca pada malam harinya, ialah pada Rabu (10/4/2024) malam alias Kamis (11/4/2024) awal hari sebelum waktu imsak.

Berikut Niat Puasa Syawal: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala

Artinya: “Saya beriktikad puasa sunah Syawal besok hari lantaran Allah SWT.”

Karena ini puasa sunnah, maka jika lupa niat pada malam hari boleh niat pada siang harinya. Berikut adalah niat puasa Syawal jika dibaca di siang hari,

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adai sunnatis syawali lillahi ta'ala

Artinya: "Saya beriktikad puasa sunnah Syawal hari ini lantaran Allah ta’ala.” 

Lalu gimana langkah melaksanakan puasa sunah enam hari ini? Apakah kudu berturut-turut?

Idealnya puasa sunnah Syawal enam hari itu dilakukan secara berurutan, ialah pada 2-7 Syawal 1445 H. Tetapi, orang nan berpuasa di luar tanggal itu, meskipun tidak berturut-turut tetap mendapat keistimewaan puasa Syawal, ialah seperti berpuasa wajib setahun penuh.

Bahkan orang nan mengqadha puasa alias menunaikan nadzar puasanya di bulan Syawal tetap mendapat keistimewaan seperti mereka nan melakukan puasa sunnah Syawal.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam