Panduan Sholat Idul Fitri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, PADANG – Shalat Idul Fitri merupakan salah satu corak rasa syukur umat muslim lantaran telah melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Shalat Idul Fitri dapat dilakukan di masjid maupun di lapangan. Terdapat tata langkah shalat Idul Fitri nan perlu diketahui.

Shalat Idul Fitri dilakukan sebanyak dua rakaat secara berjamaah dan penyampaian khutbah pada saat setelahnya. Tetapi, jika terlambat datang alias berhalangan, boleh dilaksanakan sendiri di rumah masing – masing daripada tidak melakukannya sama sekali.

Berikut tata langkah shalat Idul Fitri menurut kitab karya Syekh KHR Asnawi nan berjudul, Fashalatan,

Pertama, perihal nan perlu dilakukan sebelum shalat Idul Fitri, ialah membaca niat sebagai berikut,

  أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى 

Artinya: “Aku beriktikad shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) lantaran Allah ta’ala.”

Kedua, melakukan takbiratul ihram seperti shalat nan biasa dilakukan. Pada shalat Idul Fitri sendiri setelah membaca angan iftitah, disunnahkan untuk melakukan takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama. Di antara setiap takbir dianjurkan untuk melafalkan,

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا 

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian nan banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Ketiga, membaca surat Al Fatihah dan setelah itu, dianjurkan untuk membaca surat Al A’la. Dilanjutkan dengan ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi.

Keempat, ketika berada di posisi berdiri pada rakaat kedua, lakukan takbir lagi sebanyak 5 kali dan membaca referensi seperti pada rakaat pertama. Kemudian membaca Al Fatihah setelah itu, baca surat Al Ghasyiyah. Dilanjutkan ke ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Kelima, setelah selesai melaksanakan shalat Idul Fitri disarankan untuk tidak langsung pulang. Tetapi, dengarkan khutbah terlebih dulu hingga selesai. Seperti nan tertulis pada Hadits Syafii nan berbunyi,

  السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس 

Artinya : “Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.”

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam