Panitia Kurban Wajib Tahu, Tata Cara Sembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, Penyembelihan hewan kurban menjadi sebuah ritual nan dilakukan umat Islam usai melaksanakan shalat Idul adha. Untuk menyembelih hewan kurban, terdapat tuntunan hukum nan seyogyanya dipenuhi oleh panitia kurban alias rumah pemotongan hewan (RPH).

Ustadz Oni Sahroni, personil Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan seputar tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat. Menurut Ustadz Oni nan dikutip dari Konsultasi Syariah Republika, jika merujuk kepada beberapa literatur seperti Fiqhu as-Sunnah/Sayyid Sabiq, Minhaj al-Muslim/Al-Jazairi, Fatwa MUI No 12 Tahun 2009 tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal, dan SE Sekjen Kemenag RI No 31 Tahun 2020, maka bisa disimpulkan tahapan-tahapan penyembelihan sesuai tuntunan syariah (adz-dzakat asy-syar’iyah) sebagai berikut.

(1) Pra/persiapan, dengan memastikan pihak nan menyembelih adalah dewasa (mumayyiz) nan Muslim, bisa dan mengerti tata langkah penyembelihan sesuai tuntunan fikih. Dan memastikan hewan kurban memenuhi kriteria hewan kurban menurut fikih, dan perangkat sembelih nan digunakan itu tajam.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “...Jika Anda menyembelih, maka baguskanlah langkah penyembelihannya. Dan tajamkanlah pisaunya dan mudahkan kematian hewan sembelihannya itu.” (HR Muslim).

(2) Posisi hewan nan disembelih. (a) Hewan kurban nan bakal disembelih direbahkan, kakinya diikat, dan dihadapkan ke sebelah rusuk nan kiri. (b) nan menyembelih dan hewan kurban menghadap atau dihadapkan ke arah kiblat.

(3) Saat menyembelih hewan kurban itu mengikuti tuntunan berikut. (a) Membaca : “Bismillahi wallahu akbar (Dengan menyebut nama Allah dan Allah Mahabesar)” saat menyembelih.

Sebagaimana firman Allah SWT, “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) nan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika Anda beragama kepada ayat-ayatNya.” (QS al-An’am: 118).

Dan firman Allah SWT, “Dan janganlah Anda menyantap binatang-binatang nan tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya...” (QS al-An’am: 121).

Dan sabda Rasulullah SAW, “Dari Abdillah Ibn Umar RA bahwa Nabi SAW bertemu dengan Zaid bin ‘Amr bin Nufail di dekat Baldah sebelum turunnya wahyu, kemudian dihidangkan makanan (berupa daging) kepada Nabi SAW. Namun beliau enggan memakannya lantas bersabda, 'Sesungguhnya saya tidak menyantap daging nan kalian sembelih atas berhala-berhala kalian. Aku tidak makan makanan nan tidak disebut nama Allah atasnya'.” (HR al-Bukhari).

(b) Menyembelih dilakukan dengan langkah memotong saluran makanan (mari’/esophagus), saluran pernapasan atau tenggorokan (hulqum/trachea), dan dua pembuluh darah (wadjain/vena jugularis dan arteri carotids).

(c) Penyembelihan dilakukan dengan satu kali dan secara sigap (fi faurin wahid). Salah satu langkah menyembelih hewan kurban dengan langkah menyembelih pada pangkal tenggorokan alias dekat dagu hingga dua pembuluh darah dan saluran pernapasan atau dua pembuluh darah dan saluran makanan itu terputus dan hewan kurban tersebut meninggal (adz-dzabh).

Menyembelih hewan kurban liar.. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam