Pasar Kripto Dan Bitcoin Bergerak Turun! Apa Penyebabnya?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pasar mata uang digital terlihat sedang bergerak turun secara signifikan setelah volume transaksi beli bergerak turun secara drastis. 

Pergerakan ini telah sukses menormalisasi apresiasi nilai nan telah signifikan dalam beberapa bulan terakhir, membawa beberapa crypto besar seperti Bitcoin untuk bergerak turun kembali ke bawah $70.000. 

Terdapat dua argumen utama mengenai pergerakan koreksi ini ditambah dengan kebenaran bahwa kebanyakan penanammodal dan trader jangka pendek sedang mengambil keuntungan. 

Amerika Jadi Penyebab

Penyebab pertama adalah berita pengumuman suku kembang referensi nan terjadi pekan lalu, berbarengan dengan koreksi nan terjadi terhadap kebanyakan aset berisiko termasuk cypto. 

Pergerakan ini menjadi penyebab utama kenapa nilai Bitcoin bergerak turun, lantaran inflasi saat ini kembali bergerak naik. 

Inflasi di Amerika menjadi parameter utama pasar finansial lantaran kebanyakan aset di bumi mempunyai volume transaksi besar dalam mata duit Dolar Amerika.

Hasilnya saat ada buletin mengenai Amerika maka kemungkinan besar seluruh pasar bakal terimbas, nan menyebabkan volatilitas signifikan. 

Saat ini info inflasi umum sedang bergerak naik, nan sebenarnya menjadi gambaran kondiri perekonomian masyarakat secara asli. 

Walau inflasi inti turun, masyarakat tidak bakal terlalu terimbas, lantaran inflasi inti tidak menghitung kebutuhan pokok seperti makanan dan bahan bakar minyak.

Hasilnya kondisi ini membikin penanammodal cemas setelah sebelumnya merasa tenang lantaran terdapat prediksi dari Kepala Bank Sentral Amerika, bahwa inflasi di Amerika bakal turun sejak 2024. 

Prediksi nan salah tersebut telah sukses membikin narasi negatif kembali sehingga mendorong kebanyakan aset berisiko turun. 

Investor Institusional Mengurangi Volume Beli

Dalam kondisi ini kebanyakan penanammodal institusional pasti bakal melakukan penyesuaian terhadap portofolionya agar bisa tetap menghasilkan keuntungan. 

Kabar buruknya, dalam penyesuaian ini umumnya lembaga bakal meninggalkan aset berisiko dan kembali membeli aset pengaman sebagai bagian besar dari portofolionya. 

Kondisi ini sudah mulai terlihat dimana penanammodal institusional sedang melakukan penjualan dan mengurangi volume beli terhadap aset berisiko, contohnya dalam ETF Bitcoin. 

ETF Bitcoin mencerminkan pergerakan Bitcoin sehingga kategorinya masuk ke dalam aset berisiko nan membikin saat ini volume transaksinya sedang turun. 

Ini menjadi penyebab kenapa Bitcoin bergerak turun, dan selanjutnya mempengaruhi kebanyakan aset mata uang digital seara menyeluruh. 

Sayangnya dengan volume nan turun maka lembaga tidak lagi mendorong nilai Bitcoin untuk bergerak naik, dan hasilnya adalah volume beli nan mulai berkurang terhadap Bitcoin. 

Mengingat umumnya pergerakan beli nan hanya didukung ritel selalu tidak kuat untuk menahan pergerakan apresiasi dalam jangka panjang, saat ini sangat wajar jika nilai Bitcoin bergerak turun. 

Ditambah lagi, saat ini terdapat beberapa tekanan jual nan besar, sebagian dari ETF Bitcoin nan diterbitkan dari Fidelity. 

Fidelity mempunyai volume transaksi terbesar dibandingkan kebanyakan penerbit lainnya, berdomisili di ranking ketiga setelah Grayscale dan BlackRock. 

Grayscale sendiri juga sedang mengalami penurunan drastis dalam ETF nan diterbitkan, nan berfaedah kebanyakan investornya sedang melakukan transaksi penjualan demi meminimalisir risiko.

Analisis Harga 

Kemungkinan besar pergerakan ini tetap bakal bersambung hingga satu bulan ke depan alias saat halving terjadi. 

Halving sendiri diprediksi bakal terjadi pada akhir April 2024, dimana kebanyakan crypto umumnya lanjut bergerak turun secara singkat sebelum naik kembali beberapa bulan setelah halving. 

Oleh lantaran itu, kemungkinan besar saat ini pasar crypto bakal mengalami masa konsolidasi dan koreksi panjang hingga kemudian mulai pergerakan positif baru jika merujuk pada siklus sebelumnya. 

Grafik Harian BTCUSD

Kemungkinan besar jika merujuk pada siklus sebelumnya, bakal terjadi koreksi sekitar 30% hingga 40%, dan merujuk pada nilai tersebut ada kemungkinan Bitcoin bakal koreksi ke wilayah $50.000 hingga $35.000. 

Kemungkinan pemisah bawah nan kuat berada pada $35.000 sehingga Bitcoin tidak bakal turun di bawah nilai tersebut dalam siklus ini. 

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis