Pelajaran Dari Nabi Daud

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, TAIF – Terdapat kisah Allah SWT memerintahkan Nabi Daud untuk tidak menuruti hawa nafsu ketika diangkat menjadi seorang khalifah (pemimpin).

Kisah tersebut ditulis di dalam Alquran nan bermaksud agar Nabi Daud tidak jatuh ke dalam kesesatan dari jalan Allah SWT. Berikut tafsir ayatnya,

Sebagaimana nan tertulis dalam surat Shad ayat 26, Allah SWT berfirman,

يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلْنٰكَ خَلِيْفَةً فِى الْاَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَضِلُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۢبِمَا نَسُوْا يَوْمَ الْحِسَابِ ࣖ

Arab Latin : Yā dāwūdu innā ja‘alnāka khalīfatan fil-arḍi faḥkum bainan nāsi bil-ḥaqqi wa lā tattabi‘il-hawā fa yuḍillaka ‘an sabīlillāh(i), innal-lażīna yaḍillūna ‘an sabīlillāhi lahum ‘ażābun syadīdum bimā nasū yaumal-ḥisāb(i).

Artinya : “Wahai Daud, sesungguhnya Kami menjadikanmu khalifah (penguasa) di bumi. Maka, berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan kewenangan dan janganlah mengikuti hawa nafsu lantaran bakal menyesatkan engkau dari jalan Allah.

Sesungguhnya orang-orang nan sesat dari jalan Allah bakal mendapat balasan nan berat, lantaran mereka melupakan hari Perhitungan.”

Menurut tafsir tahlili Kemenag, pada ayat ini dikisahkan pengangkatan Nabi Daud sebagai penguasa dan penegak norma di kalangan rakyatnya.

Allah SWT menyatakan bahwa dia mengangkat Nabi Daud sebagai penguasa nan memerintah kaumnya.

Pengertian penguasa diungkapkan dengan khalifah, nan artinya pengganti, adalah sebagai isyarat agar Nabi Daud dalam menjalankan kekuasaannya, selalu dihiasi dengan sopan-santun nan baik, nan diridhai oleh Allah SWT dan dalam melaksanakan peraturan hendaknya berpatokan kepada hidayah Allah SWT.

Dengan demikian, sifat-sifat khalifah Allah SWT tercermin pada diri Nabi Daud. Rakyatnya pun tentu bakal menaati segala peraturannya dan tingkah lakunya nan patut diteladani.

Selanjutnya, Allah SWT menyuruh Nabi Daud agar memberi keputusan terhadap perkara nan terjadi antara manusia dengan keputusan nan setara dengan berpatokan pada wahyu nan diturunkan kepadanya. Dalam wahyu tersenbut, terdapat norma nan mengatur kesejahteraan manusia di bumi dan kebahagiaan mereka di akhirat.

Oleh karena itu, Allah SWT melarang Nabi Daud menuruti hawa nafsunya dalam melaksanakan segala macam urusan nan berasosiasi dengan kesejahteraan dan kebahagiaan manusia di bumi dan akhirat.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam