MCM menghadirkan boutique permanen di Level 2 Plaza Indonesia, Jakarta, dengan ruang yang lebih luas dan interior yang diperbarui. Boutique ini juga membawa koleksi Autumn/Winter 2026 yang menampilkan sejumlah tas ikonik MCM dengan kreasi dan material terbaru.
MCM resmi membuka kembali boutique di Level 2 Plaza Indonesia setelah sebelumnya datang sebagai pop-up store. Kini, ruang tersebut menjadi retail destination permanen MCM di Jakarta dengan konsep yang lebih luas dan refined.
Tetap membawa identitas MCM, interior boutique memadukan komponen Bauhaus yang menjadi bagian dari heritage brand dengan tampilan kontemporer. Pengunjung juga dapat menemukan koleksi terbaru, seasonal highlights, dan beragam produk ikonik MCM.
Baca juga: 25 Tahun Dedikasi untuk Kain Indonesia, Oscar Lawalata Hadirkan UMARATU Foundation di Sumba
Koleksi Autumn/Winter 2026

Bersamaan dengan hadirnya boutique permanen ini, MCM memperkenalkan koleksi Autumn/Winter 2026. Koleksi tersebut menjadi bagian dari seremoni 50 tahun MCM dan datang berbareng campaign Domestic Geometry.
Campaign ini mengangkat kehidupan family modern melalui cerita yang lebih personal. Film pendeknya disutradarai oleh filmmaker asal Argentina, Lucio Castro, dengan aktris Prancis Nathalie Richard sebagai salah satu pemeran utama.
Berlatar di MCM Haus, ceritanya mengikuti sebuah family yang berkumpul dalam satu rumah. Salah satu karakter, seorang anak laki-laki yang baru kembali dari luar negeri, membawa bingkisan yang dipilih berasas kenangan berbareng keluarganya. Dalam campaign ini, tas menjadi bagian krusial dari cerita. Tas ditampilkan sebagai barang yang membawa memori sekaligus menjadi bagian dari karakter setiap tokoh.
Pina collection jadi salah satu highlight!

Untuk koleksi leather musim ini, MCM kembali menghadirkan lini Pina, yang sebelumnya dikenal sebagai koleksi heritage. Untuk 2026, Pina mendapatkan pembaruan dengan sejumlah siluet yang dilengkapi perincian stud terinspirasi berlian.
MCM juga memperkenalkan Tambourine, tas dengan corak rounded yang mengambil inspirasi dari kreasi brand pada era 1980-an. Sementara itu, Dia shoulder bag datang dalam quilted leather dengan pilihan warna hitam dan gold. Sejumlah tas ikonik MCM seperti Liz, Ella, dan Tracy juga kembali dengan pembaruan material. Di antaranya Italian recycled nylon dan finishing Cinnamon Visetos.
Baca juga: Penasaran Seperti Apa Sejarah Makeup di Indonesia? HYAS Pamerkan 350 Koleksi dari Masa ke Masa
Nggak hanya tas saja, lho! Ada ready-to-wear hingga Parfum yang iconic

Autumn/Winter 2026 turut mencakup ready-to-wear, footwear, dan aksesori. Koleksinya dirancang dengan konsentrasi pada versatility, perincian yang dapat ditransformasi, serta pilihan warna yang lebih bold.
MCM juga menghadirkan pola retro-futuristik dan graphic treatment untuk memberikan karakter pada koleksi. Dalam campaign-nya, beragam item dipadukan dengan style mismatched sehingga setiap tampilan terasa lebih individual dan tidak seragam.
Secara keseluruhan, koleksi Autumn/Winter 2026 membawa beragam signature MCM ke arah yang lebih modern, sekaligus tetap mempertahankan komponen heritage yang menjadi bagian dari identitas brand.
Heritage MCM dalam style yang lebih modern
Memasuki tahun ke-50, MCM tetap membawa sejarahnya sebagai brand yang lahir di Munich, Jerman, pada 1976. Sejak awal, MCM dikenal sebagai pengganti dari luxury tradisional dengan pendekatan yang lebih berani dan individual.
Semangat tersebut tetap terlihat dalam koleksi Autumn/Winter 2026. Elemen dari era sebelumnya, seperti kreasi MCM tahun 1980-an dan koleksi heritage Pina, kembali diolah berbareng material, bentuk, dan perincian yang lebih contemporary. Lewat koleksi ini, MCM memperlihatkan gimana signature lama tetap bisa datang dengan langkah yang relevan untuk generasi baru, tanpa kehilangan karakter khasnya. Buat Anda yang penasaran dengan beragam koleksi yang ada di MCM, boleh mampir ke MCM Boutique Plaza Indonesia, ya!
image: dok. MCM