Penasaran Seperti Apa Sejarah Makeup di Indonesia? HYAS Pamerkan 350 Koleksi dari Masa ke Masa

Trend Kecantikan dan Perawatan oleh Waktu baca 4 menit 509x dilihat
Penasaran Seperti Apa Sejarah Makeup di Indonesia? HYAS Pamerkan 350 Koleksi dari Masa ke Masa

Bagikan Postingan

HYAS: Makeup Through the Ages menghadirkan perjalanan sejarah makeup Indonesia lewat lebih dari 350 koleksi makeup, majalah vintage, dan kitab langka dalam pameran perdananya di Jakarta.

Kalau sekarang makeup bisa viral dalam hitungan hari, bumi kecantikan Indonesia rupanya sudah punya perjalanan yang panjang. Cerita tersebut baru saja dibawa ke ruang pamer lewat HYAS: Makeup Through the Ages, pameran perdana HYAS yang membujuk visitor memandang kembali sejarah makeup di Indonesia.

Digelar pada 3 hingga 6 September 2026 di SPAC8, ASHTA District 8, Jakarta, pameran ini nggak hanya menampilkan produk makeup dari masa lampau saja, lho! Ada beragam arsip, majalah, buku, hingga cerita tentang para pionir yang ikut membentuk industri kecantikan Indonesia. Yuk, simak tulisan di bawah ini!

Baca juga: Sering ke Bandung tapi Bingung Mau ke Mana? Ini 5 Toko Lucu yang Wajib Kamu Datangi!

Lebih dari 350 Koleksi Makeup dari Berbagai Era

hyas exhibition 1

Masuk ke area pameran, visitor diajak mengikuti perjalanan beauty Indonesia melalui lebih dari 350 item makeup dari beragam periode.

Koleksi tersebut dibagi menjadi tiga fase, ialah ancient, colonial, dan recent, dengan perjalanan sejarah hingga sekitar periode Reformasi Indonesia. Nah, salah satu yang paling tua adalah face powder dari sebuah toko obat era kolonial di Surabaya yang berasal dari tahun 1920-an alias apalagi lebih awal.

Cerita yang dibawa HYAS juga nggak berakhir di produk makeup. Ada hingga 200 majalah vintage dan 100 kitab langka yang sebagian besar dikumpulkan selama sembilan bulan proses riset. Konsepnya dibuat dengan memadukan pengalaman museum dan galeri. So, visitor nggak hanya memandang koleksi, tetapi juga diajak memahami bagaimana beauty culture Indonesia berkembang dari waktu ke waktu.

Bisa lihat beauty heritage Indonesia lebih dekat

hyas exhibition 3

Di kembali pameran ini ada kemauan untuk kembali mengenalkan cerita tentang kecantikan Indonesia yang mungkin sudah jarang dibicarakan.

Jauh sebelum beauty industry berkembang seperti sekarang, para pionir kecantikan Indonesia sudah memperkenalkan ritual beauty yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Kontribusi mereka kemudian ikut membentuk industri sekaligus langkah Indonesia mendefinisikan kecantikan. Founder HYAS, Sissy Sosro, memandang pameran ini sebagai awal dari upaya untuk menjaga cerita tersebut agar nggak lenyap begitu saja. “Our vision is to awaken Indonesia to the depth and sophistication of its innate beauty,” ujar Sissy Sosro.

Baca juga: Penasaran Outfit Nyaman tapi Tetap Stylish? UNIQLO LifeWear Week Punya 5 Inspirasinya!

Sariayu dan Mustika Ratu bawa cerita mereka

hyas exhibition 2

Sejarah beauty Indonesia tentu nggak lepas dari brand yang sudah menemani beberapa generasi. Karena itu, Sariayu Martha Tilaar dan Mustika Ratu juga menjadi bagian dari pameran ini. Sariayu Martha Tilaar menghadirkan perjalanan brand dalam mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia ke bumi kecantikan. Perjalanannya juga memperlihatkan gimana sebuah brand bisa terus berkembang mengikuti era tanpa kehilangan akar dan identitasnya.

Sementara itu, Mustika Ratu membawa cerita perjalanan yang sudah berjalan lebih dari lima dekade. Brand ini bermulai pada 1973 ketika Ibu BRA Mooryati Soedibyo mulai membikin produk kecantikan dan jamu dari kandang mobil rumahnya dengan inspirasi dari budaya Indonesia. Salah satu perihal yang cukup spesial adalah lebih dari 150 item arsip makeup Sariayu Martha Tilaar dipinjamkan untuk pameran ini. Beberapa di antaranya apalagi pertama kali ditampilkan kepada publik di luar museum mereka.

Beauty Legacy berjumpa tren yang terus berubah dari masa ke masa

Melihat perjalanan tersebut di tengah industri beauty yang sekarang serba sigap terasa cukup menarik. Hari ini, brand baru bisa mendapatkan perhatian lewat media sosial, sementara tren makeup terus berganti. Namun, menurut Dr. Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group, legacy dan perubahan nggak kudu menjadi dua perihal yang berlawanan.

“Legacy bukan sekadar tentang apa yang telah dibangun di masa lalu, tetapi tentang nilai yang tetap relevan untuk dibawa ke masa depan,” ujarnya. Lewat HYAS: Makeup Through the Ages, kecantikan Indonesia akhirnya bisa dilihat dari sisi yang lebih luas. Bukan hanya soal produk alias tren yang sedang ramai, tetapi juga tentang sejarah, inovasi, karya, dan orang-orang yang ikut membangun industri ini. Pameran yang berjalan hingga 6 September tersebut menjadi langkah awal HYAS untuk menjaga cerita beauty heritage Indonesia sekaligus membuatnya tetap relevan untuk generasi sekarang dan yang bakal datang.

Baca juga: Gaya Makin Fleksibel, Intip Cara Tantri Namirah, Ririn Ekawati hingga Ibnu Jamil Pakai UNIQLO Fall/Winter 2026

image: dok. HYAS

Artikel Lainnya Trend Kecantikan dan Perawatan
↑
Close Right Ads
Close Left Ads